Comscore Tracker

7 Fakta Unik Dolby Atmos, Lebih dari Audio Kanan dan Kiri

Secara harafiah, all around you

Saat kamu menonton film di bioskop, pasti Dolby akan selalu memutar video trailer-nya yang selalu berbunyi,

“All around you”

https://www.youtube.com/embed/t4G9wSjNyjk

Jadi pengen nonton.

Bukan lagi mengusung 7.1, sistem suara kitar (surround sound) Dolby pada bioskop kenamaan di Indonesia sudah mendukung suara kitar Dolby Atmos. Jika sudah dipasang dengan sistem Dolby Atmos, video trailer-nya berbeda lagi seperti berikut.

Sadarkah kamu akan perbedaannya?

https://www.youtube.com/embed/HZS5a3cm7zU

Selain perbedaan pada trailer-nya, cara kerja Dolby Atmos – yang sekarang juga sudah tersedia pada ponsel cerdas – pun berbeda dari leluhurnya yaitu 7.1.

1. Apa itu Dolby Atmos?

7 Fakta Unik Dolby Atmos, Lebih dari Audio Kanan dan Kirigiphy.com

Dolby Atmos adalah sistem suara kitar bertujuan untuk menyebarkan suara dalam ruang tiga dimensi. Penerapannya adalah dengan meletakkan beberapa pelantang suara di langit-langit studio.

Berbeda dengan sistem 5.1 dan 7.1 yang lebih bergantung pada penempatan pelantang, Dolby Atmos cukup mengetahui titik muncul suara yang diinginkan berdasarkan tata letak ruang tiga dimensi. Lalu, Dolby Atmos akan menyesuaikan suara agar keluar dari pelantang suara yang semestinya.

Dengan Dolby Atmos, kamu dapat “merasakan” pengalaman berada di film seperti tetes air hujan yang jatuh dari atas, deru baling-baling helikopter yang terbang melewatimu.

2. Penggunaan pertama kali Dolby Atmos

7 Fakta Unik Dolby Atmos, Lebih dari Audio Kanan dan Kirisoundandvision.com

Sistem suara kitar termutakhir dari Dolby ini pertama kali digunakan pada 2012 lewat pemutaran film animasi Disney, “Brave”, di Dolby Theatre, Los Angeles, Amerika Serikat.

Sejak saat itu, Dolby terus digunakan untuk kualitas audio bioskop yang lebih mumpuni. Hingga saat ini, sudah ribuan film yang memanfaatkan Dolby Atmos.

Per April 2019, sebanyak 4.400 bioskop di seluruh dunia telah memasang suara kitar Dolby Atmos. Di Indonesia, sistem suara kitar ini sendiri hadir pada 2013, lewat bioskop XXI yang memutar film “The Hunger Games: Catching Fire”.

7 Fakta Unik Dolby Atmos, Lebih dari Audio Kanan dan Kirihdwallsource.com

Penggunaan Dolby Atmos pun tidak terbatas pada film, melainkan juga pada acara TV dan gim. Pada 2016, serial "Game of Thrones" menjadi acara TV pertama yang mengusung Dolby Atmos saat dirilis secara Blu-Ray, sementara “Transformers: Age of Extinction” menjadi film Blu-Ray pertama dengan Dolby Atmos.

Hingga saat ini, sudah hampir ratusan film yang dirilis dalam format Blu-Ray yang mengusung audio Dolby Atmos.

7 Fakta Unik Dolby Atmos, Lebih dari Audio Kanan dan Kiriblog.dolby.com

Di sisi gim, “Star Wars: Battlefront” besutan EA menjadi gim pertama dengan Dolby Atmos setelah meneken persetujuan khusus dengan Dolby Laboratories. Beberapa gim di platform PC dan XBOX One juga telah mengusung Dolby Atmos.

Sayangnya, gim-gim dengan Dolby Atmos tersebut membutuhkan koneksi bit stream HDMI dari PC atau XBOX One ke Audio-Visual Receiver (AVR) yang bekerja sama dengan Dolby Atmos juga.

Pastinya, dengan Dolby Atmos, suara tembakan dan aksi dalam gim terasa lebih nyata dan imersif.

Kasihan sekali PS4.

3. Penggunaan Dolby Atmos pada ponsel cerdas

7 Fakta Unik Dolby Atmos, Lebih dari Audio Kanan dan Kiriandroidcentral.com

Saat mendengar sistem suara kitar Dolby Atmos juga hadir di ponsel cerdas, kamu mungkin berpikir,

Ah, mungkin ini hanya gimmick belaka.

Namun ternyata, tidak! Beberapa ponsel cerdas dari Samsung hingga Apple juga ikut mengusung Dolby Atmos. Bagaimana cara kerjanya? Apakah sama seperti bioskop?

Tidak juga. Dolby Atmos pada ponsel cerdas bekerja dengan cara yang sama seperti sistem renderer audio ponsel cerdas pada umumnya. Selain ponsel dengan Dolby Atmos, untuk menikmati potensinya, kamu membutuhkan konten bersertifikasi Atmos.

Kalau konten biasa, ya, tidak ada bedanya.

Meskipun kamu tidak membutuhkan pelantang telinga baru untuk menikmati Dolby Atmos di ponsel cerdasmu, sayangnya, pengalaman mendengarkan Dolby Atmos di ponsel cerdas amat jauh berbeda dengan di bioskop.

Berikut tes untuk mengetahui apakah pelantang telingamu cocok untuk Dolby Atmos.

https://www.youtube.com/embed/91BUM3WhCfo

Baca Juga: 9 Merek Speaker Bluetooth Terbaik, Mudah Dibawa dan Kualitasnya Juara

4. Memasang Dolby Atmos di rumah

7 Fakta Unik Dolby Atmos, Lebih dari Audio Kanan dan Kiriyoutube.com

Berita baiknya,

Kamu dapat memasang Dolby Atmos di rumah!

Untuk itu, kamu membutuhkan perangkat AVR bersertifikasi Atmos dengan renderer yang menyebarkan suara hingga ke seluruh ruang tiga dimensi.

Setidaknya, kamu juga membutuhkan sedikitnya dua pelantang bersertifikasi Atmos yang diletakkan menghadap ke langit-langit. Dua pelantang ini akan memantulkan suara ke langit-langit.

Saat mengkaliberasi pelantang suara, Dolby Atmos akan memetakan ruang tiga dimensi untuk menciptakan efek audio yang spektakuler.

Ada dua opsi: kamu memasang pelantang di langit-langit atau memasang pelantang yang menghadap ke langit-langit. Mau yang mana pun, kamu tetap dapat menikmati potensi terbaik Dolby Atmos.

5. Musik dengan Dolby Atmos

7 Fakta Unik Dolby Atmos, Lebih dari Audio Kanan dan Kiriaudioholics.com

Tidak hanya visual, Dolby Atmos juga bergerak dalam bidang musikal. Lagu yang tersertifikasi Dolby Atmos direkam dengan format audio 3D Dolby Atmos.

Bedanya apa?

Sabar, dong! Jika lagu biasa direkam menghasilkan hanya secara stereo atau dua kanal yaitu kiri dan kanan pada sistem pelantang suara, suara rekaman Dolby Atmos dapat menghasilkan 128 kanal untuk 34 pelantang suara terpisah.

Dengan kata lain, tidak hanya terbatas pada mono atau stereo. Sama seperti di bioskop, Dolby Atmos pada musik ditujukan agar pendengarnya dapat merasakan lagu dari tiap sudut ruang tiga dimensi yang mengelilinginya.

6. Kalau begitu, perlukah memasang Dolby Atmos di rumah?

7 Fakta Unik Dolby Atmos, Lebih dari Audio Kanan dan Kirialconsaudio.com

Jadi, setelah mengetahui bahwa Dolby Atmos sekarang bisa dipasang di rumah, pertanyaannya adalah,

“Perlukah?”

Antara perlu atau tidak perlu. Mengapa begitu?

Kecuali kamu adalah penyuka film sekaligus audio yang benar-benar ingin mereplikasi efek bioskop dan memiliki dana yang cukup (cukup di sini berarti "banyak"), adalah lebih baik jika kamu tetap ke bioskop untuk menikmati Dolby Atmos.

Lagipula, pemasangan Dolby Atmos di bioskop telah ditangani oleh teknisi suara profesional, sehingga hasilnya beda dibandingkan dengan pasang sendiri di rumah. Apalagi, jika kamu seorang penikmat film yang menikmati plot daripada suara, ada atau tidaknya Dolby Atmos pun tidak akan berpengaruh besar untukmu.

7. Harga mahal demi kesempurnaan suara

7 Fakta Unik Dolby Atmos, Lebih dari Audio Kanan dan Kiriklipsch.com

Seandainya, jikalau kamu berniat memasang Dolby Atmos pun, harga yang dikeluarkan tidak sedikit. Dolby Laboratories mengonfirmasi hal tersebut.

Butuh 34 pelantang untuk benar-benar mereplikasi efek suara kitar Dolby Atmos: 10 pelantang di lantai dan 24 di langit-langit. Untuk perhitungan harga, satu pasang pelantang mulai dari harga dua juta (Onkyo) hingga hampir 14 juta rupiah (Vizio). BARU SATU PASANG!

Untuk memasang 34 pelantang? Kalian bisa hitung sendiri pengeluaran yang harus digelontorkan demi Dolby Atmos.

Yang jelas, BUAAANYAK!

Jangan khawatir, jika kamu sudah gajian, beberapa perusahaan audio juga menjual satu set pelantang Dolby Atmos, agar kamu tidak repot-repot. Harganya? Mulai dari 22 juta (Sony) hingga hampir 100 juta (Klipsch). Wow!

Perlu diingat, itu pun belum semua konten dari musik hingga film bersertifikasi Dolby Atmos. Jangan sedih, itu kan hanya hitung-hitungan dari kami. Selebihnya, pilihan tergantung kamu, kok.

Itulah serba-serbi Dolby Atmos, sistem suara kitar termutakhir di Indonesia. Memang, sistem ini dapat meningkatkan sensasi saat menonton film. Namun, mengenai apakah sudah layak dipasang di rumah,

Pikir-pikir dulu, deh.

Baca Juga: Rekomendasi 7 Smart Speaker dengan Google Assistant Terbaik di 2020

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya