Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah V-Sync Lebih Baik Dimatikan atau Dinyalakan saat Main Game?
ilustrasi bermain game di PC (Unsplash/Branden Skeli)
  • Screen tearing terjadi saat frame rate GPU melampaui refresh rate monitor, membuat gambar tampak terbelah atau bergaris, terutama ketika kamera bergerak cepat dan layar ramai.

  • V-Sync menyelaraskan frame rate dengan refresh rate untuk menghilangkan tearing, tetapi sebaiknya diaktifkan hanya bila gangguan visual tersebut benar-benar terasa mengganggu.

  • V-Sync dapat memicu stuttering dan input lag saat frame rate turun; FreeSync atau G-Sync menawarkan sinkronisasi adaptif agar gambar mulus tanpa banyak mengorbankan respons kontrol.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah melihat gambar di layar tampak “terbelah” ketika kamu memutar kamera dengan cepat di dalam game? Fenomena semacam itu disebut screen tearing dan fitur bernama V-Sync dihadirkan untuk mengatasi hal tersebut, sehingga banyak pemain langsung mengaktifkannya tanpa berpikir panjang. Padahal, fitur ini tidak selalu membuat pengalaman bermain game menjadi lebih baik. Ada kondisi di mana V-Sync bisa membantu, namun ada juga beberapa kondisi di mana fitur ini malah mengganggu pengalaman bermain. Berikut ulasan lebih lengkapnya.

1. Kenali dulu masalah screen tearing

ilustrasi screen tearing (dok. Medium)

Screen tearing merupakan gangguan visual berupa garis-garis horizontal di layar atau tampilan yang seolah terdiri dari beberapa gambar sekaligus. Efeknya paling terasa ketika banyak hal terjadi di layar, misalnya ledakan, efek khusus atau perputaran kamera yang cepat. Masalah ini muncul ketika frame-rate yang dihasilkan GPU lebih tinggi daripada refresh rate monitor yang pemain gunakan. Akibatnya, GPU sudah mengirim beberapa frame sebelum monitor sempat me-refresh tampilannya. Contohnya, GPU menghasilkan 120Hz sementara monitor hanya mampu di 60Hz. Karena itulah gambar yang tampil akhirnya terlihat terpotong dan tidak nyaman di mata.

2. Cara kerja V-Sync

V-Sync atau vertical synchronization diciptakan khusus untuk mengatasi masalah screen tearing. Prinsipnya sederhana, di mana fitur ini meminta GPU untuk menunggu sampai monitor selesai me-refresh layar sebelum me-render frame berikutnya. Dengan begitu, frame-rate dan refresh rate berjalan seirama sehingga gambar ditampilkan secara utuh tanpa terpotong. Kamu bisa mengaktifkannya lewat menu pengaturan visual di dalam game dan jika GPU-mu mendukung, V-Sync juga bisa dinyalakan secara global lewat NVIDIA App untuk GPU NVIDIA dan AMD Software Adrenalin Edition untuk GPU AMD. Cukup buka pengaturan visual di aplikasi tersebut, lalu cari opsi V-Sync dan aktifkan sesuai kebutuhan.

3. Kapan sebaiknya V-Sync diaktifkan?

ilustrasi bermain game (Unsplash/Ella Don)

Jika kamu tidak merasa terganggu oleh screen tearing, biarkan V-Sync tetap mati. Sebaliknya, jika garis-garis aneh terlihat jelas dan mengganggu kenyamanan bermain game, barulah fitur ini layak diaktifkan. Mengapa tidak diaktifkan saja sejak awal? Karena V-Sync membawa konsekuensi tersendiri pada performa game. Jika monitormu sudah memiliki refresh rate yang cukup tinggi untuk mengimbangi kemampuan GPU, artinya kamu tidak benar-benar memerlukan fitur V-Sync untuk selalu aktif. Jadi, jangan terburu-buru mengaktifkan fitur ini hanya karena banyak pemain yang menilainya wajib untuk dinyalakan.

4. Waspadai efek samping berupa stuttering dan input lag

Tidak hanya membantu mengatasi screen tearing, V-Sync ternyata juga punya efek samping jika diaktifkan. Agar bekerja dengan baik, V-Sync harus menyamakan frame-rate dengan refresh rate secara tepat. Begitu frame-rate turun di bawah refresh rate, ketidakcocokan akan muncul dan gambar tampak tersendat atau stuttering. Selain itu, karena GPU dipaksa menunggu, respons terhadap kontrol bisa menjadi lebih lambat atau yang dikenal sebagai input lag. Bagi pemain game kompetitif, kedua efek samping ini fatal karena bisa membuat tembakan meleset dan reaksi terhadap posisi musuh jadi terlambat. Maka dari itu, V-Sync lebih minim masalah ketika pemain bermain game single-player yang santai seperti Baldur’s Gate 3 dan The Witcher 3.

5. Coba alternatif seperti FreeSync dan G-Sync

ilustrasi NVIDIA G-Sync (dok. NVIDIA)

Jika stuttering atau input lag terasa terlalu mengganggu, jangan buru-buru menyerah. Coba cek apakah monitormu mendukung FreeSync yaitu teknologi yang menyesuaikan frame-rate game secara dinamis dengan refresh rate monitor, alih-alih memaksa GPU menunggu seperti V-Sync. Jika monitormu tidak mendukung FreeSync dan kamu menggunakan GPU dari NVIDIA, aktifkan saja G-Sync. Cara kerjanya serupa, hanya saja dijalankan pada level GPU. Baik FreeSync maupun G-Sync sama-sama teknologi adaptive sync yang bersifat fleksibel, sementara V-Sync bersifat statis. Dengan memanfaatkan salah satu fitur ini, kamu bisa menikmati gambar yang mulus ketika bermain game tanpa harus mengorbankan responsivitas input.

Itulah tadi ulasan mengenai apakah fitur V-Sync ketika bermain game sebaiknya dimatikan atau dinyalakan. Semoga ulasan di atas bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article