Comscore Tracker

Pandji Pragiwaksono di IT Talks: "Kiat Sukses Muda dengan Teknologi"

Anak muda harus mengoptimalkan teknologi

Surabaya, IDN Times - ITS EXPO 2019, sebagai multi-event terbesar yang diselenggarakan oleh KM (Keluarga Mahasiswa) Institut Teknologi Sepuluh Nopember, kembali hadir dengan kemeriahan atas perpaduan antara seni, ilmu, dan budaya. ITS EXPO 2019 memulai serangkaian acaranya dengan IT-Talks dalam bentuk talkshow pada hari Minggu lalu (7/4) di gedung Robotika ITS, Surabaya.

Talkshow kali ini menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, yaitu: CEO “Energeek The E-Government Solution” Aditya Tanjung, Senior Product Manager “Tokopedia” Hatta Himawan, serta content creator dan stand up comedian Pandji Pragiwaksono. IDN Times berkesempatan untuk melakukan wawancara langsung dengan Pandji Pragiwaksono. Berikut ini ulasan selengkapnya!

1. Perkembangan dan kemajuan teknologi yang sangat pesat, tentunya mempengaruhi gaya hidup dan pola pikir masyarakat di zaman milenial ini

Pandji Pragiwaksono di IT Talks: Kiat Sukses Muda dengan TeknologiIDN Times/Bayu D. Wicaksono

Dengan memasuki fase Revolusi Industri 4.0, pengaruh teknologi semakin memberikan dampak yang besar dalam aplikasinya, khususnya untuk kalangan muda. Oleh sebab itu, IT-Talks ITS EXPO 2019 hadir dengan tema “Meraih Sukses di Usia Muda Dengan Teknologi”. Terkait hal tersebut, pembicara yang dihadirkan di IT Talks ini merupakan para praktisi yang merasakan langsung segala dampak revolusi industri 4.0 ini.

2. Di sesi akhir talkshow, Pandji Pragiwaksono menutup IT-Talks dengan membawakan topik “Creative Thinking, Creative Industry

Pandji Pragiwaksono di IT Talks: Kiat Sukses Muda dengan TeknologiIDN Times/Bayu D. Wicaksono

Pandji menyampaikan bahwa inovasi itu sangat penting untuk menciptakan suatu industri kreatif, di mana hal tersebut didukung dengan keinginan yang tinggi untuk belajar dan mengeksplorasi hal-hal baru. Baginya, berpikir kreatif memiliki pengaruh yang besar dalam membuat suatu karya yang akan menggambarkan personal branding seseorang.

Kalau ukuran suksesmu itu uang, uang itu bisa pakai jalan curang. Tetapi kalau ukuran suksesmu itu pencapaian, kamu butuh perjuangan.” tutup pria kelahiran 1979 ini di sesi talkshow-nya.

3. Ada perubahan besar yang paling dirasakan Pandji dalam profesinya sebagai stand up comedian dan content creator, dari zaman konvensional hingga era industri 4.0 ini

Pandji Pragiwaksono di IT Talks: Kiat Sukses Muda dengan TeknologiIDN Times/Bayu D. Wicaksono

Salah satu yang paling dirasakan menurutnya adalah kecepatan menyebarnya informasi, terutama respons audiensnya terhadap karyanya atau dirinya. Apapun yang kita ucapkan akan lebih cepat tersebar. Pandji mengatakan bahwa dulu pastinya ada saja sebagian masyarakat yang membicarakan tentang dirinya, tapi karena belum ada media sosial, pembicaraan tersebut tidak sampai kepada dirinya.

Sekarang, bahkan kritik dan pendapat pun bisa langsung membanjir ke akun media sosialnya. Namun positifnya, informasi yang baik dan berguna pun cepat menyebar serta tersedia bebas untuk diakses. Sehingga kita bisa terus belajar tanpa henti tak terbatas, untuk bisa terus berkarya. Belajar bisa banyak bentuknya, antara lain: baca, nonton, ataupun ngobrol.

Baca Juga: IT Talks: Product Manager Tokopedia & CEO Energeek Punya Pesan Untukmu

4. Pandji merasa multi-event ITS EXPO yang bertema besar “Manusia dalam Teknologi” ini sangat relevan dengan generasi muda

Pandji Pragiwaksono di IT Talks: Kiat Sukses Muda dengan TeknologiIDN Times/Bayu D. Wicaksono

Bagi Pandji, generasi muda zaman sekarang masih banyak yang bingung dengan apa yang harus dilakukan dengan berbagai bentuk kemajuan teknologi. Sehingga acara seperti ITS EXPO ini akan sangat relevan dan akan selalu relevan, terutama jika dibawa ke lingkungan kampus.

Teknologi boleh makin maju saat ini, tapi bagi Pandji, generasi muda harus selalu mampu mempertahankan integritas. Integritas simpelnya apa yang kita ucap sesuai dengan apa yang kita lakukan. Karena mirisnya, media sosial itu membuat kita mampu menyampaikan apapun tanpa siap mempertanggungjawabkannya. Kekhawatiran terbesarnya adalah hilangnya integritas di dunia maya terbawa ke dunia nyata.

Pandji Pragiwaksono di IT Talks: Kiat Sukses Muda dengan TeknologiIDN Times/Bayu D. Wicaksono

Kalau elu mau posting di Instagram, Twitter, Youtube, postinglah seakan-akan seluruh dunia follow elu. Karena akan nyampe. Jangan elu pikir, ah bos gua kan gak main Instagram, gua nyampahin soal bos gua ah di Instagram. (Bakal) nyampe lho sama dia, kalau ternyata anaknya main Instagram dan anaknya sadar lagi ngomongin bapaknya ya diliatin juga. Jadi miliki integritas, karena itu aset yang krusial, ketika di era semua orang merasa bebas ngomong apapun karena merasa gak ada risikonya.” Pesan Pandji untuk generasi muda zaman sekarang.

5. Beberapa hal perlu dipersiapkan generasi muda dengan kenyataan kemajuan teknologi zaman sekarang

Pandji Pragiwaksono di IT Talks: Kiat Sukses Muda dengan TeknologiIDN Times/Bayu D. Wicaksono

Salah satunya kembali ke poin cepatnya penyebaran informasi zaman sekarang. Yang pertama harus kita yakinkan pada diri sendiri adalah kita siap bertanggung jawab dengan apa yang kita ucapkan atau lakukan, terutama ketika kita publikasikan di internet. Siap secara mental juga perlu, karena di era digital ini cercaan akan lebih cepat masuk ke kita secara masif.

Kalau respons audiens datang dari kesalahpahaman, sebaiknya didiemin aja sih. Karena saya selalu bilang saya bertanggung jawab terhadap apa yang saya ucap, tapi saya gak bisa bertanggung jawab terhadap apa yang orang tangkap. Karena, ya, masa’ setiap ada orang yang salah tangkap sama omongan saya, saya harus klarifikasi? Gak kelar-kelar dong (urusan) hidup saya klarifikasi melulu. Jadi menurut saya, kitanya aja harus siap mempertanggungjawabkan semua.” ujar Pandji Pragiwaksono ketika ditanya seperti apa respons terbaik pada cercaan negatif kepada kita.

6. Jangan suka melabelkan, adalah pesan kuat Pandji kepada generasi muda zaman sekarang

Pandji Pragiwaksono di IT Talks: Kiat Sukses Muda dengan Teknologi

Berbicara soal pemanfaatan teknologi yang tidak baik, menurut Pandji yang bermasalah bukan teknologinya, tapi kemampuan menyaring dirinya. Baginya, saringan diri setiap orang itu berbeda-beda, salah satunya terkait subjektivitas penilaian apakah sesuatu itu biasa saja atau berlebihan.

Sehingga benar atau tidak itu bias, tergantung niat dan motivasi melakukannya. Pandji mengambil contoh penyanyi Sia yang sepanjang karirnya menutup muka dengan rambut, ada yang bilang aneh dan mencontohkan tidak baik, tapi ada juga yang bilang keren karena tidak mementingkan identitas. Contoh lain seperti band Gorillaz, yang baru album kesekiannya, mereka menunjukkan sosok-sosok asli di balik animasinya.

Sehingga ketika disinggung mengenai kegiatan yang tidak bermanfaat dengan teknologi, Pandji menganggap bahwa tidak bermanfaat itu relatif banget karena harus tahu niat dan motivasinya. Pandji memberi contoh Perez Hilton, yang kerjaannya dulu dianggap “tidak bermanfaat” bagi sebagian orang karena hanya scrolling timeline media sosial, kini Perez Hilton telah menjadi salah satu influencer paling terkenal di Amerika Serikat.

Jadi pesan Pandji, tidak baik kita dengan mudah melabelkan sesuatu “tidak bermanfaat” atau “tidak berguna”, karena semua tergantung hasil akhirnya, berdasarkan motivasi awalnya. Sehingga penting bagi kita untuk berprasangka baik dulu, karena kita gak pernah bisa memastikan/mematenkan sesuatu “gak penting” atau “gak bermanfaat”.

7. Pandji berbagi tips untuk kamu yang punya cita-cita profesi kekinian tapi ditentang orangtua

Pandji Pragiwaksono di IT Talks: Kiat Sukses Muda dengan TeknologiIDN Times/Bayu D. Wicaksono

Ada banyak macam profesi baru yang lahir di revolusi industri 4.0, seperti: data analyst, influencer, content creator, socmed specialist, programmer, pro gamer dan lain sebagainya. Terkadang memang ada situasi di mana profesi ini tidak bisa dipahami oleh lintas generasi sehingga ditentang. Gamer pun pastinya dulu ditentang karena dianggap “main melulu”, hingga akhirnya dia menjadi atlet esports dan membawa pulang medali untuk negaranya.

Menurut Pandji, wajar saja bila generasi terdahulu meragukan profesi ini karena tergolong profesi baru. Ia melanjutkan bahwa dasar generasi pendahulu berpikir seperti ini, apalagi orangtua, murni karena khawatir dengan masa depan kita, atau bentuk sayang. Sehingga jalan satu-satunya adalah membuktikannya dengan karya maupun prestasi, sedini mungkin, terutama ketika risiko itu masih kecil. Dari hasil yang ditunjukkan, baru orang lain akan percaya dan merasa aman untuk mendukung.

Pandji Pragiwaksono di IT Talks: Kiat Sukses Muda dengan TeknologiIDN Times/Bayu D. Wicaksono

Pesan dari Pandji Pragiwaksono pasti akan berbekas banget untuk kita semua sebagai generasi muda. Karenanya, ayo mulai berkarya dan buktikan dengan hasilnya, biarkan hasilnya yang berbicara!

Baca Juga: ITS EXPO 2019: Siapkan Acara Megah dengan Beragam Unsur Terkolaborasi!

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Just For You