Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bilik Privat Registrasi Kartu SIM Biometrik Demi Kenyamanan Hijabers
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid (IDN Times/Misrohatun)
  • Komdigi dan operator seluler menyiapkan bilik privat di gerai seluruh Indonesia untuk registrasi SIM berbasis biometrik, khususnya demi kenyamanan dan privasi perempuan berhijab.
  • Menkomdigi Meutya Hafid meminta operator memperbanyak fasilitas privat serta menyediakan area aman bagi difabel, agar penerapan registrasi biometrik lebih inklusif.
  • Perekaman biometrik di ruang tertutup memungkinkan pelanggan membuka penutup wajah sementara dengan nyaman; petugas mendampingi sesuai prosedur dan menjaga kerahasiaan data.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) bekerja sama dengan operator seluler dalam menyiapkan bilik khusus untuk perempuan yang mengenakan hijab saat ingin melakukan registrasi kartu SIM dengan pengenalan wajah atau face recognition/biometrik.

Bilik khusus ini disediakan di gerai-gerai operator seluler di seluruh Indonesia. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan menjaga privasi pelanggan perempuan, khususnya bagi yang berhijab saat melakukan perekaman atau verifikasi biometrik.

Bilik khusus yang disiapkan opsel

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyinggung mengenai bilik registrasi khusus untuk pelanggan berhijab saat evaluasi penerapan regulasi biometrik kartu SIM bersama operator seluler dalam acara 'Komitmen Bersama Implementasi Registrasi Pelanggan Berbasis Data Biometrik'.

Menurutnya, diperlukan sistem yang inklusif dalam implementasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik.

“Saya senang sekali tadi disampaikan di beberapa gerai teman-teman operator ada bilik khusus untuk mereka yang menggunakan hijab atau jilbab,” Meutya mengatakan.

Siapkan juga area untuk difabel

ilustrasi kartu SIM (freepik.com/eyeem)

Menteri Meutya berharap operator seluler memperbanyak bilik-bilik khusus seperti ini sehingga bagi pengguna kartu SIM yang membutuhkan privasi dapat lebih nyaman saat melakukan perekaman biometrik.

“Jadi ini inklusif bagi semua. Perempuan mungkin ada yang tidak nyaman melakukan di depan umum sehingga bisa masuk ke bilik-bilik tersebut supaya lebih privat untuk melakukan biometrik,” jelasnya.

Selain bilik khusus bagi pengguna layanan seluler yang berhijab, dia juga mendorong operator menyiapkan area aman bagi difabel yang ingin melakukan registrasi biometrik.

“Tentu inklusivitas ini juga kita harapkan terhadap kelompok lainnya, termasuk disabilitas. Kemudian kita juga meminta operator untuk memastikan bahwa tidak ada lagi jalur registrasi pelanggan baru yang mengabaikan verifikasi biometrik,” lanjut Meutya.

Registrasi dengan aman dan nyaman

Dengan menggunakan bilik registrasi, privasi wajah tetap terjaga selama proses pengambilan data biometrik. Proses registrasi juga menjadi lebih nyaman karena dilakukan di ruang yang lebih tertutup sehingga pelanggan perempuan, khususnya yang memakai jilbab, dapat membuka penutup wajah sementara dengan nyaman dan aman selama proses verifikasi diperlukan.

Selama proses perekaman biometrik atau verifikasi, petugas akan mendampingi pelanggan secara profesional sesuai prosedur yang berlaku dan menjaga kerahasiaan data pelanggan.

Pemerintah bersama operator seluler berkomitmen menghadirkan layanan yang menghormati kebutuhan setiap pelanggan sehingga proses registrasi biometrik dapat berlangsung dengan aman, nyaman, serta tetap menghargai nilai-nilai pribadi dan budaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article