Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
potret halaman log in (unsplash.com/@zulfugarkarimov)
  • Kebocoran data dapat mengekspos email, kata sandi, nomor telepon, dan informasi pribadi akibat serangan siber atau akses tidak sah ke basis data layanan digital.
  • Alamat email dapat diperiksa melalui Have I Been Pwned atau Mozilla Monitor, yang menampilkan riwayat insiden serta jenis data terkait kebocoran.
  • Kata sandi tersimpan bisa dicek lewat Google Password Manager atau peringatan browser; kredensial terindikasi bocor harus segera diganti dengan kombinasi unik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebocoran data bisa terjadi ketika sebuah layanan digital mengalami serangan siber atau akses tidak sah ke basis datanya. Informasi yang terekspos dapat berupa alamat email, kata sandi, nomor telepon, dan data pribadi lainnya. Jika kamu pernah mendaftar di banyak situs atau aplikasi, ada baiknya memeriksa apakah informasi akun ku pernah masuk dalam insiden kebocoran data. Ada beberapa layanan gratis yang bisa membantu melakukan pemeriksaan tersebut. Berikut langkah-langkahnya.

1. Cek alamat email melalui Have I Been Pwned

potret Gmail (unsplash.com/@hostreviews)

Salah satu layanan yang bisa kamu gunakan adalah Have I Been Pwned (HIBP). Situs ini mengumpulkan informasi dari berbagai insiden kebocoran data yang sudah diketahui dan memungkinkan kamu memeriksa apakah alamat email pernah muncul di dalamnya.Cara menggunakannya cukup mudah. Buka situs haveibeenpwned.com, masukkan alamat email pada kolom pencarian, lalu tekan tombol pemeriksaan. 

Hasilnya akan menunjukkan apakah email tersebut ditemukan dalam basis data kebocoran yang dimiliki HIBP. Jika muncul keterangan bahwa email pernah bocor, kamu bisa melihat nama layanan atau situs yang mengalami insiden tersebut. Perhatikan juga jenis informasi yang terekspos karena setiap insiden memiliki data berbeda

2. Gunakan Mozilla Monitor untuk memeriksa kebocoran email

logo Mozilla (unsplash.com/@rubaitulazad)

Layanan dari Mozilla ini menggunakan basis data Have I Been Pwned untuk membantu menemukan alamat email yang pernah terlibat dalam kebocoran data. Kunjungi monitor.mozilla.org,kemudian masukkan alamat email yang ingin diperiksa. Kamu bisa melihat laporan kebocoran yang berkaitan dengan alamat tersebut. Untuk mengaktifkan pemantauan dan melihat laporan lebih lengkap, kamu perlu membuat atau masuk ke akun Mozilla dan memverifikasi alamat email. Layanan ini tidak mengetahui kata sandi karena pemeriksaan berfokus pada data kebocoran yang berkaitan dengan alamat email.

3. Periksa kata sandi melalui Google Password Manager

Google Chrome di HP (unsplash.com/@solenfeyissa)

Pemeriksaan alamat email belum cukup untuk memastikan keamanan kata sandi. Untuk itu, kamu bisa menggunakan Google Password Manager, terutama jika selama ini menyimpan kredensial akun melalui Chrome atau akun Google. Buka passwords.google.com, kemudian masuk menggunakan akun Google. Pilih menu Password Checkup untuk memeriksa kata sandi yang tersimpan. Google akan mengelompokkan hasil pemeriksaan berdasarkan beberapa kategori, seperti kata sandi yang terekspos, kata sandi lemah, dan kata sandi yang digunakan berulang kali. Jika ada peringatan kata sandi bocor, segera ganti kredensial pada layanan yang bersangkutan.

4. Cek peringatan keamanan melalui browser

ilustrasi Chrome di HP (pexel.com/@deepanker70)

Beberapa browser sudah menyediakan fitur pemeriksaan keamanan untuk membantu mendeteksi kredensial berisiko. Google Chrome misalnya, peramban ini terhubung dengan Google Password Manager untuk memeriksa kata sandi yang tersimpan. Firefox juga memiliki fitur peringatan melalui Firefox Password Manager. Browser ini dapat memberi tahu jika situs tempat kamu menyimpan kredensial pernah mengalami kebocoran data yang diketahui. Pemeriksaan dilakukan secara privat menggunakan mekanisme yang dirancang agar kata sandi asli tidak dikirim ke Mozilla.

5. Ganti kata sandi yang terindikasi bocor

ilustrasi keamanan kata sandi (unsplash.com/@sasun1990)

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kata sandi pernah terekspos, segera ganti melalui situs atau aplikasi resmi layanan terkait. Hindari menggunakan kembali kata sandi lama, termasuk untuk akun lain yang memiliki kombinasi kredensial serupa. Prioritaskan akun penting seperti email utama, media sosial, layanan perbankan, dan akun yang menyimpan informasi pribadi. Jika satu kata sandi digunakan di beberapa layanan, ubah semuanya dengan kombinasi yang berbeda. Kamu bisa memanfaatkan password manager untuk menyimpan dan menghasilkan kombinasi yang kuat.

Sebagai tips tambahan, gunakan karakter khusus yang mudah diingat, tetapi sulit ditebak pada setiap kata sandi. Hindari kata sandi yang mudah ditebak seperti kombinasi tanggal lahir atau nama sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article