Kebocoran data bisa terjadi ketika sebuah layanan digital mengalami serangan siber atau akses tidak sah ke basis datanya. Informasi yang terekspos dapat berupa alamat email, kata sandi, nomor telepon, dan data pribadi lainnya. Jika kamu pernah mendaftar di banyak situs atau aplikasi, ada baiknya memeriksa apakah informasi akun ku pernah masuk dalam insiden kebocoran data. Ada beberapa layanan gratis yang bisa membantu melakukan pemeriksaan tersebut. Berikut langkah-langkahnya.
Cara Cek Apakah Email dan Password Pernah Bocor di Internet
Take a Deeper Read
1. Cek alamat email melalui Have I Been Pwned
Salah satu layanan yang bisa kamu gunakan adalah Have I Been Pwned (HIBP). Situs ini mengumpulkan informasi dari berbagai insiden kebocoran data yang sudah diketahui dan memungkinkan kamu memeriksa apakah alamat email pernah muncul di dalamnya.Cara menggunakannya cukup mudah. Buka situs haveibeenpwned.com, masukkan alamat email pada kolom pencarian, lalu tekan tombol pemeriksaan.
Hasilnya akan menunjukkan apakah email tersebut ditemukan dalam basis data kebocoran yang dimiliki HIBP. Jika muncul keterangan bahwa email pernah bocor, kamu bisa melihat nama layanan atau situs yang mengalami insiden tersebut. Perhatikan juga jenis informasi yang terekspos karena setiap insiden memiliki data berbeda
2. Gunakan Mozilla Monitor untuk memeriksa kebocoran email
Layanan dari Mozilla ini menggunakan basis data Have I Been Pwned untuk membantu menemukan alamat email yang pernah terlibat dalam kebocoran data. Kunjungi monitor.mozilla.org,kemudian masukkan alamat email yang ingin diperiksa. Kamu bisa melihat laporan kebocoran yang berkaitan dengan alamat tersebut. Untuk mengaktifkan pemantauan dan melihat laporan lebih lengkap, kamu perlu membuat atau masuk ke akun Mozilla dan memverifikasi alamat email. Layanan ini tidak mengetahui kata sandi karena pemeriksaan berfokus pada data kebocoran yang berkaitan dengan alamat email.
3. Periksa kata sandi melalui Google Password Manager
Pemeriksaan alamat email belum cukup untuk memastikan keamanan kata sandi. Untuk itu, kamu bisa menggunakan Google Password Manager, terutama jika selama ini menyimpan kredensial akun melalui Chrome atau akun Google. Buka passwords.google.com, kemudian masuk menggunakan akun Google. Pilih menu Password Checkup untuk memeriksa kata sandi yang tersimpan. Google akan mengelompokkan hasil pemeriksaan berdasarkan beberapa kategori, seperti kata sandi yang terekspos, kata sandi lemah, dan kata sandi yang digunakan berulang kali. Jika ada peringatan kata sandi bocor, segera ganti kredensial pada layanan yang bersangkutan.
4. Cek peringatan keamanan melalui browser
Beberapa browser sudah menyediakan fitur pemeriksaan keamanan untuk membantu mendeteksi kredensial berisiko. Google Chrome misalnya, peramban ini terhubung dengan Google Password Manager untuk memeriksa kata sandi yang tersimpan. Firefox juga memiliki fitur peringatan melalui Firefox Password Manager. Browser ini dapat memberi tahu jika situs tempat kamu menyimpan kredensial pernah mengalami kebocoran data yang diketahui. Pemeriksaan dilakukan secara privat menggunakan mekanisme yang dirancang agar kata sandi asli tidak dikirim ke Mozilla.
5. Ganti kata sandi yang terindikasi bocor
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kata sandi pernah terekspos, segera ganti melalui situs atau aplikasi resmi layanan terkait. Hindari menggunakan kembali kata sandi lama, termasuk untuk akun lain yang memiliki kombinasi kredensial serupa. Prioritaskan akun penting seperti email utama, media sosial, layanan perbankan, dan akun yang menyimpan informasi pribadi. Jika satu kata sandi digunakan di beberapa layanan, ubah semuanya dengan kombinasi yang berbeda. Kamu bisa memanfaatkan password manager untuk menyimpan dan menghasilkan kombinasi yang kuat.
Sebagai tips tambahan, gunakan karakter khusus yang mudah diingat, tetapi sulit ditebak pada setiap kata sandi. Hindari kata sandi yang mudah ditebak seperti kombinasi tanggal lahir atau nama sendiri.
Curated For You
- 5 Tips Berburu Diskon Gadget dan Elektronik saat Promo 11.1103 Nov 2026, 16:46 WIB
- Shadowban vs Sensor Konten, Ancaman bagi Kebebasan Berekspresi?02 Nov 2026, 20:22 WIB
- Cara Mendeteksi Gambar atau Karya Desain Grafis Buatan AI01 Nov 2026, 14:02 WIB