Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kekurangan HP Lipat jika Dibandingkan Flagship Biasa

3 min read
5 Kekurangan HP Lipat jika Dibandingkan Flagship Biasa
potret HP lipat (unsplash.com/@amanz)
  • HP lipat dibanderol lebih mahal karena teknologi layar fleksibel, engsel, dan struktur bodi khusus; pada harga serupa, flagship biasa dapat menawarkan spesifikasi tinggi.
  • Layar fleksibel dan engsel membutuhkan perawatan ekstra karena rentan terhadap goresan, tekanan, debu, atau benturan; biaya perbaikan layar dapat sangat mahal.
  • Kamera HP lipat belum tentu setara flagship biasa, sementara bodinya cenderung lebih tebal dan berat; namun layar luasnya mendukung multitasking dan konsumsi konten.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kehadiran iPhone Duo turut meningkatkan popularitas HP lipat yang menawarkan pengalaman premium. Melalui layar fleksibel, perangkat seperti iPhone Duo atau Samsung Galaxy Fold 8 memungkinkan pengguna menikmati layar lebih luas. Namun, jika dibandingkan dengan smartphone flagship biasa seperti iPhone 18 Pro, teknologi ini masih tergolong baru. Tak hanya itu, HP lipat juga memiliki beberapa kekurangan dari sisi harga, ketahanan, hingga kepraktisan. Hal ini perlu dipertimbangkan sebelum kamu memutuskan untuk membeli perangkat foldable. Berikut kekurangan HP lipat jika dibandingkan dengan smartphone flagship biasa. 

  1. 1. Harga jual relatif lebih tinggi

    potret iPhone Duo
    potret iPhone Duo (apple.com)

    Teknologi layar fleksibel menjadi salah satu faktor yang mendorong harga HP lipat ke level tinggi. Hal ini dikarenakan produsen harus merancang panel khusus, engsel, dan struktur bodi yang mampu mendukung mekanisme lipatan. Tidak sedikit HP lipat yang dijual di atas Rp20 juta. Pada kisaran harga serupa, konsumen sudah bisa menemukan smartphone flagship biasa dengan spesifikasi tinggi, bahkan untuk gaming. Artinya, harga tinggi pada smartphone lipat adalah untuk menebus teknologi desainnya yang sampai saat ini masih cukup mahal. 

  2. 2. Layar membutuhkan perawatan ekstra

    potret HP lipat vivo
    potret HP lipat vivo (unsplash.com/@amanz)

    Layar fleksibel menjadi daya tarik utama HP lipat. Namun, karakteristiknya berbeda dari panel kaca pada smartphone konvensional karena harus menahan proses buka-tutup secara berulang.Area lipatan biasanya masih bisa terlihat atau terasa pada sejumlah model. Lapisan pelindung layar bagian dalam juga membutuhkan perhatian khusus karena lebih rentan terhadap goresan dan tekanan benda tajam. Sekali tergores atau rusak, biaya perbaikannya bisa setara dengan harga satu unit smartphone kelas atas. 

  3. 3. Engsel menambah komponen yang perlu dijaga

    iPhone duo
    iPhone Duo (apple.com)

    Berbeda dari smartphone biasa, HP lipat memiliki engsel sebagai penghubung dua bagian bodi. Komponen ini bekerja setiap kali perangkat dibuka atau ditutup. Mekanisme engsel bisa terganggu oleh debu atau benturan jika pengguna kurang hati-hari. Dalam kondisi tertentu, kerusakan pada bagian ini dapat menghambat proses buka-tutup atau memengaruhi posisi layar. Di sisi lain, smartphone flagship konvensional tidak menghadapi persoalan serupa karena konstruksinya lebih sederhana.

  4. 4. Kamera belum tentu sekelas flagship biasa

    HP lipat vivo
    HP lipat vivo (unsplash.com/@amanz)

    Harga mahal tidak menjamin kemampuan kamera lebih unggul. Pada beberapa HP lipat, produsen perlu menyesuaikan ukuran modul kamera agar bodi tetap ramping ketika perangkat dilipat. Kompromi ini bisa terlihat pada konfigurasi kamera telefoto atau ultrawide. Ada model foldable yang memiliki kamera utama berkualitas tinggi, tetapi kemampuan zoom dan kamera pendukungnya masih tertinggal dari flagship konvensional di kelas harga yang sama. Selain itu, Smartphone flagship biasa terkadang menawarkan sensor lebih besar, kemampuan zoom lebih jauh, atau fitur pemrosesan gambar lebih lengkap.

  5. 5. Bodi cenderung lebih tebal dan berat

    potret HP lipat
    potret HP lipat (unsplash.com/@kommumikation)

    Mekanisme engsel dan struktur layar fleksibel membutuhkan ruang tambahan di dalam perangkat. Konsekuensinya, sebagian HP lipat memiliki bobot lebih berat dan dimensi lebih tebal dibandingkan smartphone konvensional. Model fold yang dilipat secara vertikal, misalnya, bisa cukup tebal ketika disimpan di saku. Bobot perangkat ini berpengaruh terhadap kenyamanan saat digunakan dengan satu tangan dalam waktu lama. Sebaliknya, smartphone flagship biasa umumnya hadir dengan bentuk lebih ringkas. Desainnya lebih praktis untuk dibawa bepergian atau digunakan sambil beraktivitas.

    Kekurangan HP lipat dibanding HP flagship konvensional

    Aspek

    HP Lipat

    Flagship Biasa

    Harga

    Cenderung lebih mahal

    Pilihan harga beragam

    Layar

    Fleksibel dan memiliki area lipatan

    Umumnya menggunakan layar datar

    Ketahanan

    Perlu perhatian ekstra pada layar dan engsel

    Konstruksi relatif lebih sederhana

    Kamera

    Spesifikasi bisa dikompromikan demi desain

    Pilihan kamera kelas atas lebih beragam

    Bobot

    Cenderung lebih tebal dan berat

    Umumnya lebih ringkas

    Perawatan

    Engsel dan layar fleksibel perlu dijaga

    Tidak memiliki mekanisme lipatan

    Perbaikan

    Komponen khusus berpotensi lebih mahal

    Konstruksi relatif lebih sederhana

    Tentu saja, HP lipat juga punya sejumlah kelebihan. Perangkat ini menawarkan layar lebih luas untuk multitasking, membaca, dan menikmati konten multimedia. Desain fleksibelnya memberikan pengalaman penggunaan yang lebih variatif dibandingkan smartphone konvensional. Bagi kamu yang mengutamakan produktivitas dan menginginkan perangkat dengan fungsi lebih fleksibel, HP lipat tetap layak dipertimbangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More