Apa yang Harus Dilakukan Saat Jadi Korban Penyadapan?

Korban penyadapan perlu segera mengamankan email dan akun.
Lakukan pengamanan darurat dengan logout dari seluruh akun, memutus internet sementara, memindai malware, atau factory reset setelah mempertimbangkan hilangnya data.
Kumpulkan juga bukti untuk laporan polisi dan hubungi operator SIM.
Keamanan data digital menjadi isu sensitif yang harus diperhatikan oleh semua orang. Meski terlihat aman, data kamu di internet tetap bisa bocor. Salah satu metodenya adalah dengan penyadapan.
Secara singkat penyadapan terjadi saat ada pihak luar yang secara ilegal memantau komunikasi seseorang, entah itu dalam bentuk teks atau pesan suara. Penyadapan kerap kali tidak disadari oleh korban. Tiba-tiba berbagai data dari komunikasi yang dilakukan sudah bocor ke pihak luar.
Lantas, apa yang harus dilakukan saat jadi korban penyadapan dan bagaimana cara mencegahnya? Mari ulik di artikel berikut, yuk!
Table of Content
1. Amanakan email, akun, dan kata sandi penting

ilustrasi penyadapan ponsel (unsplash.com/privecstasy) Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengamankan data penting berupa akun, email, hingga kata sandi. Jika perangkat positif disadap, segera ganti kata sandi email atau akun dengan lebih kuat.
Dilansir McAfee, kamu bisa membuat kata sandi yang unik dan berbeda untuk tiap akun. Kombinasikan angka, huruf kapital, kata yang sulit dipahami, dan tanda baca seperti titik atau koma.
Tiap akun, aplikasi, atau perangkat biasanya memiliki fitur Two-Factor Authentication (2FA) atau autentifikasi dua langkah. Segera nyalakan fitur tersebut untuk melakukan konfirmasi diri. Autentifikasi biasanya mencakup biometrik seperti fingerprint, konfirmasi data diri pribadi seperti nomor telepon, hingga scanning wajah.
Selain itu, aktifkan juga enkripsi di aplikasi pesan seperti WhatsApp dan Telegram. Enkripsi bisa menjaga percakapan dan data pribadi tetap aman karena terkunci. Kamu juga harus mengecek pengaturan di perangkat atau akun. Pada pengaturan, biasanya terdapat informasi terkait perangkat apa saja yang login. Jika menemukan adanya perangkat mencurigakan yang tak dikenal segera logout atau keluar dari perangkat tersebut.
2. Lakukan tindakan pengamanan darurat pada perangkat

ilustrasi menggunakan laptop (pexels.com/Mikhail Nilov) Perangkat yang terkena penyadapan masih bisa diselamatkan selama bergerak dengan cepat. Ada beberapa tindakan penyelamatan yang bisa dilakukan, seperti logout dari akun, lakukan pemindaiain, factory reset, atau hapus aplikasi yang mencurigakan.
Metode pertama adalah logout dari semua akun yang ada di perangkat. Logout yang dimaksud tak hanya dari satu perangkat, tapi semua perangkat yang terdeteksi menggunakan akun tersebut. Selain itu, kamu juga bisa memutus sambungan internet agar percakapan atau komunikasi terhenti sementara.
Kamu bisa memindai perangkat jika memiliki aplikasi antivirus. Pasalnya, penyadapan bisa terjadi akibat adanya virus, spyware, atau malware yang bersarang di perangkat. Aplikasi juga bisa menjadi sarang virus atau spyware.
Ketika menemukan aplikasi mencurigakan yang tak pernah kamu instal, segera hapus. Untuk keamanan maksimal sebenarnya kamu bisa melakukan factory reset pada perangkat (dalam hal ini HP). Namun, perlu diingat bahwa factory reset artinya semua data di HP akan menghilang.
3. Kumpulkan bukti penyadapan untuk membuat laporan kepolisian

ilustrasi menggunakan HP (Unsplash.com/freestocks) Penyadapan merupakan tindak kriminal karena dilakukan secara ilegal, tanpa sepengetahuan korban dan adanya pencurian data serta melanggar privasi. Jadi, sebenarnya kamu bisa melaporkannya ke pihak kepolisian. Namun, sebelum melaporkan kamu harus mengumpulkan bukti yang kuat.
Kamu bisa mengecek dugaan penyadapan dengan mengetik *#21# di HP. Dari situ kamu bisa melihat apakah pesan dan panggilan dialihkan ke nomor yang tak dikenal atau tidak. Jika ada indikasi pengalihan segera screenshot atau tangkap layar sebagai bukti. Setelah itu kamu juga bisa mengeklik kode #002# untuk menghapus dan menonaktifkan seluruh panggilan atau pesan mencurigakan.
Bukti penyadapan lain seperti pesan asing dan aktivitas ganjil juga harus direkam, entah itu dengan tangkapan atau rekaman layar. Semua buktinya sudah ada di genggaman tangan? Segera buat laporan dengan menghubungi kepolisian atau datang langsung ke kantor polisi terdekat.
Jangan lupa hubungi pihak operator untuk memastikan apakah kartu SIM telah diambil alih atau tidak. Jika ada indikasi pengambilalihan, biasanya operator akan memberikan arahan untuk mengatasinya.
4. Cara mencegah penyadapan

ilustrasi menggunakan HP (pexels.com/kaboompics.com) Penyadapan bisa terjadi secara sengaja atau tidak sengaja. Untungnya, hal tersebut bisa dicegah dengan beberapa cara yang cukup sederhana. Pencegahan paling utama adalah jangan memberikan informasi pribadi dengan sembarangan. Informasi yang dimaksud adalah email, nomor HP, atau kata sandi. Kamu juga dilarang menginstal aplikasi dari sumber tak jelas. Sebisa mungkin instal aplikasi dari toko resmi seperti Google Play Store (Android) dan App Store (iOS) yang keamanannya terjaga.
Usahakan juga untuk tidak mengunduh file bajakan seperti film, musik, atau aplikasi. File bajakan sangat berisiko karena bisa disusupi malware dan spyware. Setelah login di perangkat orang lain pastikan juga kamu sudah logout.
Jika bisa hapus semua data dan informasi yang ada di perangkat tersebut agar tidak disalahgunakan. Terakhir, buatlah akun dengan keamanan yang kuat. Gunakan kata sandi yang panjang dan rumit, aktifkan enkripsi, serta nyalakan berbagai fitur keamanan agar tak mudah disadap.
Sekarang kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan saat jadi korban penyadapan. Jangan lupa untuk selalu tenang agar masalah penyadapan bisa teratasi dengan baik. Selain itu, selalu hati-hati agar tak menjadi korban penyadapan, ya. Semoga bermanfaat!


















