ilustrasi seseorang menimbang berat badan (freepik.com/jcomp)
Body mass index (BMI) juga dikenal dengan istilah indeks masa tubuh (IMT). BMI adalah hasil perhitungan dari berat badan dibagi tinggi badan yang dikuadratkan. BMI digunakan untuk mengukur berat badan ideal berdasarkan rasio berat badan terhadap tinggi badan.
BMI memiliki korelasi dengan jumlah lemak dalam tubuh. Semakin besar angka BMI menandakan jumlah lemak dalam tubuh semakin tinggi. BMI terbagi dalam beberapa kategori mulai dari kurang, ideal, hingga obesitas.
Berat badan kurang (underweight): ≤ 18,49 kg/m²
Berat badan normal (ideal): 18,5–24,9 kg/m²
Berat badan berlebih (overweight): > 25–29,9 kg/m²
Obesitas Kelas I : 30 sampai 34,9 kg/m²
Obesitas Kelas II : 35 sampai 39,9 kg/m²
Obesitas Kelas III : Lebih dari 40 kg/m²
Berat badan tidak ideal, berisiko menyebabkan masalah kesehatan. BMI dapat membantu menilai faktor risiko kesehatan. Pengukuran BMI secara rutin sangat bermanfaat untuk memantau pertambahan ataupun penurunan berat badan.
Berat badan kurang memiliki potensi lebih tinggi terhadap penyakit anemia, osteoporosis, dan sistem imun yang lemah. Angka BMI yang tinggi berpotensi menjadi penyebab penyakit jantung, hipertensi, kolesterol, dan berbagai penyakit lain. Sementara itu, BMI yang menunjukkan kategori obesitas kemungkinan akan disarankan untuk melakukan tes darah untuk melihat faktor risiko penyakit lebih menyeluruh.