Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Cara Membuat Tulisan AI Tidak Terdeteksi, Lakukan Hal Ini!

AI
ilustrasi AI (unsplash.com/Mojahid Mottakin)

Siapa di sini yang suka bikin esai menggunakan ChatGPT atau artificial intelligence serupa? Kamu perlu berhati-hati karena teks hasil generate AI bisa dideteksi. Orang lain bisa tahu apakah tulisan tersebut murni karya manusia atau dibuat oleh bot.

Demi menghindarinya, terapkan cara membuat tulisan AI tidak terdeteksi berikut. Memang sedikit lebih ribet, tetapi aman. Daripada tulisanmu terdeteksi dibuat oleh AI, kan?

Cara membuat tulisan AI tidak terdeteksi

AI
ilustrasi AI (unsplash.com/Mojahid Mottakin)

Opsi paling aman untuk membuat teks tidak terdeteksi AI dengan membuatnya sendiri. Namun, bukan berarti kamu tidak bisa memanfaatkan teknologi AI sama sekali, kok. Meski begitu, ada beberapa langkah tambahan yang perlu dilakukan supaya tulisanmu terbaca natural dan seolah dibuat oleh manusia.

Apa yang harus dilakukan dengan tulisan hasil AI agar tidak terdeteksi demikian? Ini beberapa tipsnya.

1. Cek apakah tulisanmu terdeteksi AI

Pertama, kamu perlu mengetahui dulu apakah tulisanmu terdeteksi AI atau tidak. Untuk melakukan tahap ini, kamu juga bisa mengandalkan tools AI lain seperti Undetectable, Copyleaks, GPTZero, dan sebagainya.

Sebagian besar aplikasi tersebut bekerja dengan mencocokkan tulisanmu dengan hasil generate AI yang sudah dipelajari. Cek artikel cara deteksi tulisan hasil AI untuk mengetahui langkah lengkapnya. 

2. Minta ChatGPT me-rewrite tulisan

Jika tulisanmu terdeteksi AI, kamu juga bisa mencoba meminta kecerdasan buatan untuk me-rewrite alias menulis ulang. AI mungkin menggunakan kata atau membuat susunan kalimat yang berbeda. 

Meski demikian, kamu tidak bisa sepenuhnya mengandalkan AI, ya. Akan lebih baik jikA me-rewrite-nya sendiri agar unsur human-nya terdeteksi.

3. Pakai QuillBot untuk parafrasa tulisan

Tips lainnya, coba lakukan parafrasa. Jika ingin mengandalkan AI lagi, kamu bisa minta QuillBot untuk menguraikan kembali teks dalam bentuk susunan yang lain dengan makna sama.

Langkahnya mudah, salin seluruh teks yang akan diparafrasa. Selanjutnya, tempel pada boks yang tersedia di situs quillbot.com. Sesuaikan juga tingkat sinonim dan mode hasil parafrase. Dilansir BlueHost, kamu mungkin perlu mempertimbangkan mode academic or formal untuk mengubah kalimat lebih baku.

Risiko plagiarisme tulisan hasil AI

menulis skripsi
ilustrasi menulis skripsi (freepik.com/freepik)

FYI, sangat tidak dianjurkan untuk membuat karya akademik menggunakan ChatGPT atau AI lainnya. Alasannya, teks yang dihasilkan merupakan hasil generate dari banyak sumber. Tindakan tersebut merupakan salah satu unsur plagiarisme, melansir laman UGM.

Sebagaimana aturan Permendiknas No 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi, plagiarisme merupakan kegiatan yang sengaja atau tidak untuk menilai sebuah karya dengan mengutip sebagian atau seluruh karya pihak lain. 

Selain itu, sumber AI dalam memberikan informasi pun tidak sepenuhnya bisa divalidasi. Untuk itu, hasil tulisan AI berisiko tinggi mengandung unsur ketidakakuratan.

Lantas, apakah penggunaan kecerdasaan buatan dan cara membuat tulisan AI tidak terdeteksi sepenuhnya dilarang? Sebetulnya, tidak juga, kok. Kamu tetap bisa menggunakan AI untuk membantumu mencari ide, menyusun kalimat, hingga menerjemahkan jurnal. Namun, setelahnya, tuangkan ide tersebut dengan pemikiran dan tulisanmu sendiri, ya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
Laili Zain Damaika
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us