Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Menjaga Keamanan Transaksi Digital saat Perjalanan Mudik

7 Cara Menjaga Keamanan Transaksi Digital saat Perjalanan Mudik
ilustrasi membayar dengan QRIS (pexels.com/Anna Shvets)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya menjaga keamanan transaksi digital selama perjalanan mudik, karena risiko seperti pencurian data dan penipuan meningkat di lingkungan serta jaringan yang tidak familiar.
  • Ditekankan langkah-langkah utama seperti mengaktifkan verifikasi dua langkah, menghindari Wi-Fi publik tanpa VPN, menggunakan situs HTTPS, serta melindungi perangkat dengan PIN atau biometrik.
  • Pengguna juga disarankan rutin memantau transaksi, berhati-hati saat membayar dengan QRIS, dan segera bertindak jika muncul aktivitas mencurigakan agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mudik identik dengan perjalanan panjang, antrean, dan berbagai persiapan. Di era digital seperti saat ini, banyak orang mengandalkan transaksi digital untuk memudahkan perjalanan. Mulai dari membayar tol, memesan makanan, membeli tiket, hingga berbelanja kebutuhan di perjalanan, semuanya dilakukan secara digital.

Kendati praktis, transaksi digital saat mudik juga memiliki risiko keamanan. Lingkungan yang tidak familiar, jaringan internet publik, hingga kemungkinan kehilangan perangkat bisa membuka celah bagi penipuan atau pencurian data. Karenanya, penting untuk mengetahui cara menjaga keamanan transaksi digital agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.

1. Amankan akun sebelum berangkat

Sebelum memulai perjalanan mudik, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengamankan semua akun keuangan yang digunakan. Aktifkan verifikasi dua langkah atau multi-factor authentication (MFA) pada aplikasi perbankan, dompet digital, maupun email yang terhubung dengan akun keuangan. Fitur ini menambahkan lapisan keamanan tambahan selain kata sandi, misalnya dengan kode OTP atau verifikasi biometrik.

Selain itu, pastikan semua aplikasi di HP sudah diperbarui ke versi terbaru. Pembaruan biasanya membawa perbaikan keamanan yang dapat menutup celah yang berpotensi dimanfaatkan oleh peretas. Jika perlu, lakukan juga pencadangan data penting ke layanan cloud yang aman atau penyimpanan offline terenkripsi.

2. Hindari menggunakan Wi-Fi publik

Wi-Fi gratis di bandara, rest area, hotel, atau kafe memang menggoda untuk digunakan. Namun, jaringan ini sering menjadi target empuk bagi peretas melalui metode seperti man-in-the-middle attack, yaitu penyadapan data yang dikirim melalui jaringan. Jika terpaksa menggunakan Wi-Fi publik, gunakan VPN (Virtual Private Network) untuk mengenkripsi koneksi internet sehingga data tidak mudah disadap.

Untuk transaksi penting, seperti mengecek saldo atau melakukan pembayaran, sebaiknya gunakan data seluler pribadi atau hotspot dari perangkat sendiri. Selain itu, matikan fitur Wi-Fi dan Bluetooth saat tidak digunakan agar perangkat tidak mudah diakses oleh pihak yang tidak dikenal.

3. Lindungi perangkat yang dibawa

onur-binay-TSJqQCN4RKA-unsplash.jpg
ilustrasi HP Android (Unsplash/Onur Binay)

HP sering menjadi pusat semua transaksi digital selama perjalanan. Karena itu, pastikan perangkat dilindungi dengan baik.

Gunakan PIN yang kuat, pola kunci, atau autentikasi biometrik seperti sidik jari dan pemindai wajah. Aktifkan juga fitur penguncian otomatis agar perangkat terkunci setelah beberapa menit tidak digunakan.

Fitur seperti Find My Device pada HP juga sangat penting. Dengan fitur ini, kamu dapat melacak lokasi perangkat, menguncinya dari jarak jauh, atau bahkan menghapus data jika perangkat hilang.

4. Gunakan situs dan aplikasi yang aman

Saat melakukan transaksi online selama perjalanan mudik, pastikan hanya menggunakan situs yang aman. Perhatikan apakah alamat website menggunakan HTTPS dan memiliki ikon gembok di bilah alamat. Ini menunjukkan bahwa koneksi antara perangkat dan situs telah dienkripsi.

Selalu cek kembali alamat situs untuk memastikan kamu tidak sedang membuka halaman palsu yang menyerupai website resmi. Penipuan semacam ini sering digunakan untuk mencuri data login atau informasi kartu. Jika memungkinkan, gunakan metode pembayaran berbasis aplikasi seperti dompet digital atau sistem pembayaran HP yang menyembunyikan nomor kartu asli melalui teknologi tokenisasi.

5. Hindari menggunakan komputer publik

Komputer yang tersedia di tempat umum, seperti warnet atau area bisnis hotel sebaiknya tidak digunakan untuk mengakses akun keuangan. Alasannya, perangkat tersebut berpotensi memiliki keylogger atau program yang merekam setiap tombol yang ditekan di keyboard. Jika memang terpaksa menggunakannya, pastikan untuk menggunakan mode penyamaran (incognito) dan segera keluar dari akun setelah selesai. Namun, cara paling aman tetaplah menggunakan perangkat pribadi.

6. Waspada saat membayar dengan QRIS

Ilustrasi pembayaran melalui QRIS
Ilustrasi pembayaran melalui QRIS (pexels.com/iMin Technology)

Pembayaran menggunakan QRIS kini semakin umum digunakan, termasuk di rest area, warung makan, atau toko kecil di sepanjang jalur mudik. Kendati praktis, tetap penting untuk berhati-hati saat memindai kode QR. Pastikan QR code yang dipindai benar-benar milik penjual. Hindari memindai kode yang terlihat seperti ditempel ulang atau rusak, karena bisa saja merupakan QR palsu yang digunakan untuk penipuan.

Sebelum menyelesaikan transaksi, selalu cek kembali nama merchant dan nominal pembayaran yang muncul di aplikasi. Jika ada kejanggalan, sebaiknya batalkan transaksi dan tanyakan langsung kepada penjual.

7. Pantau transaksi secara berkala

Saat bepergian, biasakan untuk memeriksa aktivitas transaksi secara berkala melalui aplikasi bank atau dompet digital. Aktifkan notifikasi transaksi secara real-time agar setiap aktivitas keuangan langsung diketahui. Jika muncul transaksi yang tidak dikenali, segera blokir kartu atau akun melalui aplikasi dan hubungi pihak bank. Untuk keamanan tambahan, banyak ahli juga menyarankan menggunakan kartu kredit dibandingkan kartu debit saat bertransaksi karena biasanya memiliki perlindungan terhadap penipuan yang lebih baik.

Menjaga keamanan transaksi digital saat mudik sebenarnya tidak terlalu rumit. Dengan persiapan yang baik, kebiasaan online yang aman, serta pemantauan transaksi secara rutin, risiko penipuan atau pencurian data dapat diminimalkan. Dengan begitu, perjalanan mudik bisa terasa lebih tenang karena kamu tidak perlu khawatir dengan keamanan keuangan selama di perjalanan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More