Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Elon Musk dan Sam Altman Berseteru Soal OpenAI?

Kenapa Elon Musk dan Sam Altman Berseteru Soal OpenAI?
kiri (Sam Altman) dan kanan (Elon Musk) (x.com/sama | x.com/elonmusk) | https://x.com/elonmusk
Intinya Sih
  • Elon Musk menggugat OpenAI di pengadilan California, menuding perusahaan itu menyimpang dari misi awal sebagai organisasi nirlaba dan kini terlalu berorientasi pada keuntungan komersial.
  • Kerja sama besar OpenAI dengan Microsoft menjadi sumber konflik utama, karena Musk menilai hubungan tersebut membuat OpenAI kehilangan independensi dan transparansi yang dulu dijanjikan.
  • Perbedaan pandangan soal risiko dan arah pengembangan AI memperdalam perseteruan, dengan Musk menekankan keamanan sementara Sam Altman fokus pada percepatan inovasi teknologi seperti ChatGPT.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perseteruan Elon Musk dan Sam Altman kembali memanas. Dua tokoh teknologi yang dulu sama-sama mendirikan OpenAI itu kini saling berhadapan di pengadilan federal California, Amerika Serikat. Gugatan yang diajukan Musk membuka konflik lama soal arah bisnis OpenAI. Musk menuding perusahaan kecerdasan buatan itu telah menyimpang dari tujuan awal pendiriannya sebagai organisasi nirlaba yang fokus mengembangkan AI untuk kepentingan manusia.

Sementara itu, OpenAI menilai gugatan Musk dipicu rasa kecewa setelah dirinya gagal mendapatkan kendali lebih besar atas perusahaan. Kini, Musk juga menjadi pesaing langsung OpenAI lewat perusahaan AI miliknya, xAI. Mengutip The Guardian, berikut sejumlah faktor yang membuat hubungan Elon Musk dan Sam Altman memanas.

1. OpenAI dinilai menyimpang dari misi awal perusahaan

ilustrasi logo OpenAI di layar komputer
ilustrasi logo OpenAI di layar komputer (unsplash.com/Andrew Neel)

OpenAI didirikan pada 2015 oleh Elon Musk, Sam Altman, Greg Brockman, dan sejumlah peneliti AI lainnya. Saat pertama kali berdiri, OpenAI berstatus organisasi nirlaba dengan tujuan mengembangkan AI yang aman dan terbuka untuk publik. Dalam persidangan, Musk mengaku ikut mendanai OpenAI dengan nilai puluhan juta dolar AS pada masa awal perusahaan tersebut dibangun.

Namun, hubungan Musk dengan OpenAI mulai memburuk ketika perusahaan membentuk entitas bisnis berorientasi laba dan menerima investasi besar dari Microsoft. Menurut Musk, langkah tersebut membuat OpenAI melenceng dari visi awalnya sebagai organisasi nirlaba. Ia menilai OpenAI kini lebih fokus mengejar keuntungan komersial dibanding mengembangkan AI terbuka untuk kepentingan masyarakat luas.

2. Kerja sama dengan Microsoft jadi pemicu konflik

kemitraan OpenAI dan Microsoft
kemitraan OpenAI dan Microsoft (microsoft.com)

Salah satu sumber konflik terbesar adalah hubungan OpenAI dengan Microsoft. Perusahaan teknologi raksasa itu diketahui telah menggelontorkan investasi miliaran dolar AS ke OpenAI dalam beberapa tahun terakhir. Microsoft juga menjadi mitra utama OpenAI dalam pengembangan teknologi AI, termasuk integrasi model GPT ke berbagai layanannya.

Musk mengkritik kerja sama tersebut dan menilai OpenAI kini terlalu dekat dengan kepentingan bisnis Microsoft. Menurutnya, OpenAI telah berubah menjadi perusahaan tertutup yang dikendalikan modal besar. Sementara itu, pihak OpenAI menilai investasi Microsoft diperlukan untuk mendukung pengembangan AI yang membutuhkan biaya sangat besar. CEO OpenAI, Sam Altman, menyebut perubahan struktur perusahaan sebagai langkah realistis agar OpenAI mampu bersaing di industri AI global.

3. Perbedaan pandangan mengenai risiko AI

ilustrasi berbagai aplikasi AI di smartphone
ilustrasi berbagai aplikasi AI di smartphone (unsplash.com/Aerps.com)

Konflik Musk dan Altman juga dipicu perbedaan pandangan mengenai pengembangan AI. Sejak lama, Musk dikenal sebagai salah satu tokoh teknologi yang sering memperingatkan potensi bahaya AI terhadap manusia. Ia beberapa kali menyebut AI bisa menjadi ancaman apabila dikembangkan tanpa pengawasan ketat. Dalam persidangan, Musk mengatakan salah satu alasan mendukung OpenAI adalah untuk menciptakan penyeimbang terhadap dominasi Google DeepMind di bidang AI.

Menurut Musk, dunia membutuhkan organisasi AI yang lebih terbuka dan mengutamakan keselamatan. Sebaliknya, Altman dinilai lebih agresif dalam mendorong pengembangan AI. OpenAI terus mempercepat inovasi teknologi mereka, termasuk lewat pengembangan ChatGPT dan model AI generatif lainnya. Perbedaan pendekatan terhadap keamanan dan percepatan pengembangan AI inilah yang dinilai memperbesar konflik di antara keduanya.

4. Perseteruan terkait kendali OpenAI

ilustrasi logo ChatGPT milik OpenAI
ilustrasi logo ChatGPT milik OpenAI (unsplash.com/Rolf van Root)

Perseteruan Musk dan OpenAI sebenarnya telah muncul sejak 2018. Di ruang sidang, pengacara OpenAI, William Savitt, mengatakan bahwa Musk sempat ingin mengambil alih kendali yang lebih besar atas perusahaan tersebut. Namun, usulan itu ditolak oleh Sam Altman dan tim OpenAI lainnya. Tak lama setelah itu, Musk memutuskan keluar dari dewan direksi OpenAI.

Pihak OpenAI menilai gugatan Musk saat ini tidak lepas dari kegagalannya mendapatkan pengaruh besar di perusahaan tersebut. Selain itu, Musk kini juga mendirikan xAI yang menjadi pesaing langsung OpenAI di industri kecerdasan buatan. Meski begitu, Musk membantah gugatan ini dipicu oleh persaingan bisnis. Ia menegaskan bahwa masalah utamanya adalah perubahan arah OpenAI yang dianggap terlalu berorientasi pada keuntungan.

Kasus ini diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang. Hingga awal Mei 2026, belum ada putusan dalam persidangan tersebut karena proses sidang baru saja dimulai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More