Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Citra Satelit Terbaru di Google Maps Ungkap Kehancuran Gaza

4 min read
Citra Satelit Terbaru di Google Maps Ungkap Kehancuran Gaza
potret bendera Palestina (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh)
  • Citra Google Maps terbaru memperlihatkan permukiman dan kawasan perkotaan Gaza berubah menjadi reruntuhan setelah serangan Israel dalam beberapa tahun terakhir.

  • Temuan UNOSAT per 16 Juni 2026 mencatat 201.290 bangunan atau 82% bangunan di Gaza mengalami kerusakan.

  • Sejumlah kerusakan terparah mencakup wilayah seperti Jabalia, pelabuhan Gaza, Khan Younis, dan Tal as-Sultan di Rafah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Citra satelit Gaza terbaru di Google Maps menunjukkan perubahan kondisi wilayah di sana dari waktu ke waktu. Termasuk setelah serangkaian serangan Israel yang menyebabkan kerusakan luas. Pantauannya kini memperlihatkan skala kehancuran yang semakin meluas dengan kawasan permukiman tempat tinggal yang menghilang serta kawasan perkotaan yang berubah jadi reruntuhan.

Lantas, seperti apa perubahan kondisi Gaza yang terlihat melalui citra satelit Google Maps terbaru? Berikut gambaran kerusakannya.

  1. 1. Citra satelit Gaza terbaru di Google Maps

    Citra satelit Gaza terbaru di Google Maps
    tangkapan layar wilayah Gaza di Google Earth (earth.google.com)

    Citra satelit di Google Maps menunjukkan perubahan besar terhadap lanskap wilayah Gaza. Skala kehancurannya meluas, baik itu bangunan individu maupun blok perumahan yang dulunya menjadi lingkungan padat penduduk.

    Melansir Anadolu, gambaran citra satelit tersebut muncul di tengah ancaman dampak kehancuran bagi warga Palestina di Gaza setelah gencatan senjata yang berlaku mulai 10 Oktober 2025. Gambar-gambar yang muncul menampakkan secara jelas kehancuran di Gaza, bahkan bisa dibandingkan dengan kondisi sebelum perang berlangsung untuk melihat separah apa kondisi area yang telah hancur.

    Berdasarkan temuan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan hak tempat tinggal pada Februari lalu, tercatat sudah ada lebih dari 200 ribu ton bahan peledak dijatuhkan di Jalur Gaza dalam kurun dua tahun. Pantauan satelit dari Pusat Satelit PBB (UNOSAT) per 16 Juni 2026 juga memperlihatkan adanya 201.290 bangunan atau setara 82% dari seluruh bangunan di Jalur Gaza telah mengalami kerusakan.

    Rinciannya mencakup 134.422 bangunan hancur, 13.848 bangunan rusak parah, 28.096 bangunan rusak sedang, serta 24.924 bangunan lain yang kemungkinan rusak. Di luar itu, ada lagi sekitar 328.627 unit rumah warga yang rusak pula.

  2. 2. Wilayah yang paling parah terdampak kerusakan

    Citra satelit Gaza terbaru di Google Maps
    ilustrasi Palestina (unsplash.com/Ahmed Abu Hameeda)

    Temuan Pusat Satelit Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOSAT) mengugkap jumlah bangunan yang hancur di seluruh Gaza telah meningkat sebesar 9 persen sejak gencatan senjata diberlakukan hampir setahun yang lalu. Secara keseluruhan, ada beberapa wilayah yang paling terdampak signifikan. Melansir Al Jazeera, berikut di antaranya.

    • Kamp Pengungsi Jabalia

    Menurut data Kantor Urusan Kemanusiaan PBB, provinsi Gaza Utara punya proporsi lahan pertanian rusak tertinggi di Jalur Gaza dengan perkiraan mencapai 94% persen per Juli 2025. Selama perang, area seperti Beit Lahiya, Jabalia, dan komunitas lain di utara kerap menjadi sasaran operasi militer Israel. Kamp pengungsi Jabalia sebagai penampungan terbesar dari delapan kamp di Gaza telah hancur dengan citra satelit yang menunjukkan seluruh blok telah menjadi puing-puing.

    • Pelabuhan Gaza

    Provinsi Gaza ikut mencatat jumlah bangunan rusak tertinggi kedua dalam temuan UNOSAT pada Oktober 2025. Perkiraan angkanya menunjukan total 51.530 bangunan dengan 41.663 di antaranya berada di Kota Gaza saja. Adapun salah satu lokasi yang paling parah terkena dampaknya adalah pelabuhan Gaza. UN Food and Agriculture Organization menyebut pelabuhan ini telah rusak parah dan sebagian besar kapal penangkap ikannya telah hancur.

    • Khan Younis

    Berikutnya ada Khan Younis yang mencatat jumlah bangunan rusak tertinggi dibandingkan provinsi lain dalam temuan UNOSAT per Oktober 2025 dengan total 51.885 bangunan. Wilayah yang juga menjadi salah satu pusat pertanian utama Gaza ini ikut mencatat total kerusakan lahan pertanian terbesar di Jalur Gaza.

    • Tal as-Sultan, Rafah

    Rafah adalah kota paling selatan Gaza yang sebelumnya jadi tempat pengungsian utama warga Palestina. Sebagian besar telah pindah beberapa kali karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk ditinggali. Di Rafah bagian barat, lingkungan Tal as-Sultan yang dulunya padat penduduk kini hampir sepenuhnya lenyap. Citra satelit menunjukkan hanya hamparan pasir di tempat bangunan-bangunan yang dulu pernah berdiri.

  3. 3. Jumlah korban jiwa sejak operasi militer Israel

    Citra satelit Gaza terbaru di Google Maps
    ilustrasi salah satu serangan di Gaza (unsplash.com/mohammed_ibrahim_mi)

    Sejak berlangsungnya operasi militer Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023, sudah lebih dari 74 ribu warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 175 ribu lainnya terluka. Beberapa sumber bahkan memperkirakan jumlah pastinya mungkin lebih tinggi karena banyak warga yang masih dinyatakan hilang di bawah reruntuhan. Hampir setahun sejak gencatan senjata berlangsung, ternyata masih ada temuan lebih dari 1.400 orang tewas dan 5.000 terluka.

    Itulah tadi gambaran citra satelit Gaza terbaru di Google Maps yang menunjukkan perubahan kondisi wilayah di sana. Bagaimana menurutmu?

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More