Comscore Tracker

7 Cara Berbagi File Digital dengan Aman, Biar Data Gak Dicuri!

Penting diterapkan saat berbagi file pribadi

Teknologi berbagi file memudahkan kita semua berbagi data dengan siapa saja dan di mana saja. Meskipun menguntungkan orang-orang yang bekerja dalam tim, ini menawarkan kesempatan bagi penyerang siber untuk melakukan kejahatan.

Jika kamu berniat membagikan dokumen digital yang bersifat pribadi atau rahasia, penting untuk memastikan keamanannya. Jika tidak, sangat mudah bagi penjahat dunia maya mencuri atau mengekspos datamu. Tentunya, kamu tidak ingin itu terjadi, bukan?

Untuk itu, kamu harus tahu cara membagikan file digital dengan aman. Di sini, kita akan membahas praktik berbagi dokumen digital agar datamu tidak disalahgunakan.

1. Hindari berbagi file melalui email

7 Cara Berbagi File Digital dengan Aman, Biar Data Gak Dicuri!ilustrasi email (unsplash.com/Yogas Design)

Ada banyak alasan mengapa email bukanlah tempat berbagi file yang baik:

  • Ada kemungkinan email yang kamu kirim tidak masuk ke kotak masuk, melainkan spam yang kemudian luput dari perhatian penerima pesan.
  • Banyak peretas mencari informasi sensitif lewat email.  
  • Kata sandi email yang lemah memudahkan peretasan dan pencurian informasi.
  • Pengguna yang awam mungkin rentan diserang melalui email phishing.

Untuk mencegah pencurian data, dorong rekan kerja dan klien untuk tidak mengirim atau menerima file melalui email. Sebaliknya, gunakan perangkat lunak berbagi file yang hanya dapat diakses oleh anggota tim internal.

2. Amankan koneksi dengan kode enkripsi

7 Cara Berbagi File Digital dengan Aman, Biar Data Gak Dicuri!ilustrasi data terenkripsi (unsplash.com/Franck)

Penyusup dapat masuk ke sebuah jaringan. Jadi, penting untuk mengamankan jaringan dengan enkripsi. Enkripsi mengamankan jaringan dan menyulitkan pihak lain mengaksesnya. 

Ketika sebuah jaringan tidak terenkripsi, jaringan tersebut akan terbuka kepada siapa saja dan dapat diretas dengan mudah. Dengan demikian, penjahat dunia maya dapat masuk dan mengambil informasi sensitif, seperti riwayat login, catatan keuangan, kata sandi, dan informasi pribadi lainnya.

3. Menerapkan format file arsip

7 Cara Berbagi File Digital dengan Aman, Biar Data Gak Dicuri!ilustrasi format file arsip (gadgetren.com)

Format file arsip adalah menumpuk beberapa file menjadi satu. Ini juga memungkinkan kamu mengompres ukuran file untuk menekan ruang penyimpanan.

Menyimpan file dalam format arsip akan melindungi data tersebut dari kebocoran atau paparan. Banyaknya file dalam satu arsip akan menyulitkan scammer mengidentifikasi file tertentu dengan cepat.

Baca Juga: 7 Aplikasi Terbaik untuk Unduh File Torrent di Android

4. Buat kata sandi yang kuat

7 Cara Berbagi File Digital dengan Aman, Biar Data Gak Dicuri!ilustrasi kata sandi (pixabay.com/AbsolutVision)

Kata sandi yang lemah sangat memudahkan penjahat dunia maya mengakses akun atau jaringan korban. Mereka mengakses akun baik dengan menebak kata sandi atau memecahkannya melalui serangan brute force.

Demi keamanan di dunia maya, kamu wajib membuat kata sandi yang kuat untuk akun apa pun. Jangan gunakan angka berurutan, tanggal lahir, atau nama untuk membuat kata sandi. Gunakanlah kombinasi angka, huruf, simbol, dan huruf kapital. Juga, ingatkan rekan untuk membuat kata sandi yang kuat dan aman demi kenyamanan bersama.

5. Jangan sembarangan menggunakan flash drive

7 Cara Berbagi File Digital dengan Aman, Biar Data Gak Dicuri!ilustrasi flash drive (pexels.com/Pixabay)

Untuk melindungi data sensitif, jangan memindahkan file menggunakan flash drive. Alasannya, flash drive mudah berpindah, demikian pula semua informasi yang kamu taruh di dalamnya.

Alasan lain membatasi penggunaan flash drive adalah untuk mencegah transfer virus atau file rusak ke jaringanmu. Menggunakan flash drive yang terinfeksi virus dapat merusak datamu sepenuhnya tanpa ada kesempatan untuk pemulihan data.

6. Menggunkan Near Field Communication

7 Cara Berbagi File Digital dengan Aman, Biar Data Gak Dicuri!ilustrasi teknologi NFC (unsplash.com/Jonas Leupe)

Near Field Communication (NFC) adalah layanan yang memungkinkan orang berbagi file secara gratis dan aman. Terobosan NFC datang saat Apple memutuskan untuk menggunakannya di perangkat mereka guna melakukan pembayaran. Namun, saat ini, NFC juga bisa digunakan untuk transfer file.

Untuk mengamankan file yang dikirim, NFC menggunakan prosesor khusus dan proses enkripsi kelas atas. Keamanannya sangat stabil, tetapi disarankan untuk mematikan NFC saat kamu tidak sedang menggunakannya.

7. Gunakan QR code

7 Cara Berbagi File Digital dengan Aman, Biar Data Gak Dicuri!ilustrasi QR code (unsplash.com/Markus Winkler)

QR code adalah gambar berisi kotak-kotak dengan kode tertentu yang tertanam di dalamnya. QR code adalah unik untuk setiap perangkat, yang berarti tidak ada dua perangkat memiliki QR code sama. 

Saat QR code dipindai dengan kamera HP, pengguna akan diarahkan ke data yang dikodekan. Data ini dapat berupa URL situs web, file PDF, kuesioner, video atau audio, dan masih banyak lagi. QR code sangat cocok untuk berbagi file dengan rekan kerja, klien, atau siapa pun yang perlu diberi informasi. QR code secara inheren merupakan teknologi yang aman.

Jangan lupa, ingatkan rekan kerja untuk selalu menjaga keamanan saat berbagi file digital demi kebaikan bersama.

Baca Juga: 2 Cara Menyembunyikan Aplikasi HP OPPO dan Cara Mengaksesnya

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya