Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Matt Howard)
Berikut tools-tools yang bisa digunakan:
Platform ini dikelola langsung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mendeteksi anomali suhu panas menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar, baik pada siang maupun malam hari.
Badan tersebut juga menyediakan layanan Fire Weather Index (FWI) untuk memetakan tingkat kemudahan potensi karhutla berdasarkan cuaca. Akses bisa dilakukan melalui alamat https://www.bmkg.go.id/cuaca/satelit/polar-hotspot.
SiPongi+ (Sistem Informasi Peringatan dan Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan) bisa diakses masyarakat melalui https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/peta.
Ini adalah platform resmi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk memantau dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.
Adapun yang bisa dipantau, yakni:
Titik panas (hotspot).
Sebaran karhutla.
Informasi kejadian kebakaran.
Ruang Kita Interaktif adalah platform geoportal open source yang menyediakan akses ke berbagai data spasial Indonesia. Penggunaannya bisa dengan pergi ke https://ruangkita.net/.
Situs ini akan membantu menganalisis kondisi suatu wilayah dengan melihat hotspot karhutla, batas administrasi, harga pangan, pertanian dan lahan sawah, data kebencanaan, cuaca dan prediksi maritim, geologi dan sumber daya alam, hingga CCTV dan pemantauan secara real time.
Nusantara Atlas menyediakan data dan peta guna memantau kebakaran, perubahan hutan, dan kondisi lanskap Indonesia, dari skala nasional hingga konsesi, kawasan lindung serta wilayah administratif.
Masyarakat bisa pergi ke https://map.nusantara-atlas.org/ untuk mendapatkan informasi:
Titik panas (fire hotspots).
Area yang terbakar (burn scars).
Perubahan dan kehilangan hutan.
Lokasi konsesi, kawasan lindung dan wilayah administratif.
NASA FIRMS (Fire Information for Resource Management System) menyediakan data deteksi kebakaran dari satelit. Bisa digunakan untuk melihat aktivitas api terkini dan terbaru di berbagai wilayah.
Kamu bisa memantau:
Anomali panas.
Lokasi titik api.
Sebaran aktivitas kebakaran.
Data deteksi terbaru.
Akses platform melalui https://firms.modaps.eosdis.nasa.gov/map/.
Mandum Rimba dapat digunakan untuk memantau informasi kebakaran hutan dan lahan melalui data berbasis lokasi.
Kamu bisa mendapatkan akses melalui alamat website https://www.mandumrimba.org/id/peta. Di sini masyarakat bisa memantau:
Lokasi kejadian kebakaran.
Sebaran titik api.
Peta sebaran satwa, area konsesi, mangrove, gambut, kawasan lindung dan moratorium.
Tutupan pohon hilang.
Informasi dan data kebakaran terbaru.
Karhutla menghasilkan asap sehingga api bukan satu-satunya yang perlu dipantau. Arah dan kecepatan angin juga penting untuk memahami potensi pergerakan asap.
Masyarakat bisa pergi ke situs https://www.windy.com/id/. Pemantauan meliputi:
Arah angin.
Kecepatan angin.
Kondisi udara.
Pergerakan kondisi atmosfer.
Pemantauan karhutla kini menjadi lebih mudah, transparan, dan akurat berkat kehadiran berbagai platform digital berbasis teknologi satelit dan spasial. Melalui pemanfaatan alat, masyarakat dan pihak berwenang dapat mengambil langkah mitigasi yang lebih cepat dan tepat.
Kolaborasi informasi dari berbagai sumber ini sangat krusial, tidak hanya untuk mengendalikan titik api, tetapi juga dalam melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk polusi udara akibat Karhutla.