ilustrasi membuang sampah (unsplash.com/Gary Chan)
Ada beberapa mekanisme yang membuat informasi dapat bertahan kendati pengguna sudah menghapusnya. Salah satunya adalah sistem backup yang digunakan website dan aplikasi untuk melindungi data dari kerusakan, gangguan layanan, atau serangan siber. Mesin pencari juga dapat meninggalkan jejak dari halaman yang sebelumnya sudah mereka indeks. Selain itu, layanan arsip web, seperti Wayback Machine dapat menyimpan versi lama sebuah halaman untuk keperluan dokumentasi, penelitian, atau arsip sejarah internet.
Masalah lainnya muncul ketika informasi sudah dikumpulkan oleh pihak ketiga. Layanan analitik, scraper, dan situs pencarian orang dapat menyimpan informasi publik yang mereka temukan di internet. Meskipun sumber aslinya kemudian dihapus, salinan yang sudah telanjur dikumpulkan pihak lain tidak otomatis ikut terhapus.
Jangan lupa, informasi juga bisa sudah berpindah ke perangkat orang lain. Screenshot, unduhan, repost, atau riwayat percakapan di grup dapat membuat sebuah foto, video, maupun pesan tetap tersedia. Meskipun pemilik aslinya sudah menghapus konten tersebut, informasi tersebut tetap bisa disebarluaskan.