Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Komposer Indonesia Padukan Angklung dalam Over the Horizon 2026
Over the Horizon 2026 (news.samsung.com)
  • Samsung merilis “Over the Horizon 2026” bertema “A Soundtrack of the Earth”, menonjolkan harmoni antara teknologi, manusia, dan alam melalui komposisi orkestra megah yang menggambarkan keindahan bumi.
  • Komposer Indonesia Eunike Tanzil dipercaya mengaransemen versi terbaru ini dengan sentuhan angklung yang berpadu halus dalam format orkestra modern, memperkuat identitas budaya Indonesia di kancah global.
  • Proses rekaman dilakukan di Abbey Road Studios, London, bersama Royal Philharmonic Orchestra dan teknologi Dolby Atmos untuk menghasilkan pengalaman audio imersif dengan kualitas suara sinematik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Samsung kembali mereimajinasikan identitas suara Galaxy melalui “Over the Horizon 2026”. Edisi terbaru ini mengusung tema “A Soundtrack of the Earth” yang merepresentasikan keindahan bumi lewat harmoni instrumen yang kaya. Melalui komposisi tersebut, Samsung menegaskan pesan tentang keseimbangan antara teknologi, manusia, dan alam dalam satu karya musikal.

Sejak pertama kali diperkenalkan, “Over the Horizon” selalu dihadirkan ulang setiap tahun dengan konsep berbeda untuk mencerminkan evolusi filosofi Galaxy. Setelah menampilkan orkestra tradisional Korea pada 2024 dan interpretasi big band jazz pada 2025, versi 2026 hadir dengan aransemen full orchestra yang lebih megah dan sinematik. Menariknya, aransemen kali ini juga mengintegrasikan instrumen tradisional Indonesia, yakni angklung, yang dipadukan secara harmonis dalam format orkestra modern.

Komposer dan pianis asal Indonesia, Eunike Tanzil, dipercaya menggarap aransemen “Over the Horizon 2026” untuk edisi terbaru nada dering Samsung. Lagu ini dirilis menjelang peluncuran seri Galaxy S terbaru pada ajang Galaxy Unpacked, 26 Februari 2026 pukul 01.00 WIB. Berikut sejumlah fakta menarik di balik proses kreatif dan produksi “Over the Horizon 2026”.

1. Sentuhan orkestra dan interpretasi alam dalam komposisi musik

Eunike Tanzil, komposer, pianis, dan produser musik asal Indonesia (youtube.com/삼성전자 뉴스룸 [Samsung Newsroom])

Aransemen “Over the Horizon 2026” dikerjakan oleh komposer Indonesia yang berbasis di Los Angeles, Eunike Tanzil, yang dikenal lewat karakter musiknya yang liris dan ekspresif. Namanya mulai dilirik Samsung setelah reinterpretasi tema tersebut yang ia bagikan di media sosial pada 2024 mendapat perhatian luas. Momentum tersebut kemudian berkembang menjadi kolaborasi resmi untuk edisi 2026. Dalam versi terbarunya, ia menerjemahkan inspirasi dari alam ke dalam komposisi orkestra yang dinamis dan bernuansa naratif.

Pembukaan komposisi disusun megah melalui dominasi brass dan horn yang merepresentasikan lanskap pegunungan yang kokoh dan luas. Memasuki bagian tengah, alunan string legato menghadirkan atmosfer yang lebih tenang menyerupai ketenangan laut. Transisi antarbagian dirancang secara halus agar perubahan emosi terasa natural dan berkesinambungan. Struktur musikal ini membentuk kesatuan suasana yang harmonis sepanjang lagu.

2. Integrasi musik angklung sebagai warna budaya dalam Over the Horizon 2026

Salah satu elemen paling menonjol dalam “Over the Horizon 2026” adalah penyatuan angklung ke dalam aransemen orkestra Barat. Instrumen tradisional Indonesia tersebut diolah secara subtil di antara lapisan string, brass, dan woodwind sehingga menghasilkan tekstur suara yang khas dan tetap menyatu. Nuansa angklung terdengar mulus di bagian tengah lagu tanpa terasa kontras dengan instrumen orkestra lainnya.

Menggabungkan instrumen dari latar budaya berbeda menjadi tantangan tersendiri dalam proses aransemen. Namun, perbedaan karakter bunyi justru melahirkan harmoni yang unik dan berkesan. Pendekatan lintas budaya ini mencerminkan eksplorasi musikal yang lebih terbuka sekaligus memperkuat identitas global dari komposisi tersebut.

3. Produksi orkestra dilakukan di Abbey Road Studios, London, Inggris

potret Abbey Road Studios, London, Inggris (commons.wikimedia.org/portum)

Proses rekaman “Over the Horizon 2026” dilakukan di Abbey Road Studios, Westminster, London, Inggris, yang dikenal sebagai studio rekaman legendaris dunia. Studio ini pernah digunakan oleh musisi besar seperti The Beatles, Pink Floyd, hingga Cliff Richard. Pada proyek ini, komposisi dibawakan oleh Royal Philharmonic Orchestra sehingga menghasilkan karakter suara yang unik.

Dari sisi teknis audio, produser sekaligus sound engineer Jonathan Allen memanfaatkan teknologi Dolby Atmos untuk menciptakan pengalaman mendengarkan yang imersif dan tiga dimensi. Penempatan mikrofon dilakukan secara presisi guna menangkap detail ruang akustik serta interaksi antar instrumen secara natural. Kombinasi studio bersejarah, orkestrasi megah, dan teknologi audio modern menghasilkan kualitas suara yang kaya dan emosional.

Keputusan menambahkan unsur angklung dalam “Over the Horizon 2026” menjadi salah satu elemen yang paling mencuri perhatian. Instrumen tradisional Indonesia tersebut dipadukan dengan orkestrasi Barat untuk menciptakan warna bunyi yang unik sekaligus berkarakter. Hasilnya, komposisi terdengar megah tanpa kehilangan sentuhan budaya Indonesia yang khas. Keren!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team