Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Malware RatHat Incar HP Android untuk Curi PIN M-Banking, Waspada!

4 min read
Malware RatHat Incar HP Android untuk Curi PIN M-Banking, Waspada!
ilustrasi seseorang sedang menghapus malware di smartphone (magnific.com/magnific)
  • RatHat, Trojan Android berbasis AI, menyasar kredensial perbankan, PIN, dan OTP dengan menganalisis layar serta pola sentuhan pengguna.
  • Malware ini menyebar lewat smishing, iklan berbahaya, dan APK palsu, lalu menyalahgunakan izin Aksesibilitas, Debugging Nirkabel, serta ADB untuk mengendalikan perangkat.
  • RatHat dapat memasang overlay aplikasi keuangan, mencegat SMS dan notifikasi, serta sulit dihapus; pengguna dianjurkan mengunduh aplikasi dari sumber resmi dan membatasi izin Aksesibilitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ancaman malware pada HP Android terus menjadi perhatian, terutama karena dapat menyasar data pribadi hingga informasi keuangan pengguna. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah RatHat, Trojan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mencuri kredensial login perbankan, PIN, hingga kode OTP.

Peneliti zLabs dari perusahaan keamanan siber Zimperium mengungkap RatHat juga dapat menganalisis pola sentuhan di layar untuk memperkirakan PIN yang dimasukkan pengguna. Malware ini turut menyalahgunakan fitur bawaan Android untuk mendapatkan kendali lebih luas atas perangkat korban, sekaligus mempersulit upaya penghapusannya.

  1. 1. RatHat menyebar lewat APK palsu

    ilustrasi mengunduh aplikasi di Google Play Store
    ilustrasi mengunduh aplikasi di Google Play Store (unsplash.com/Mika Baumeister)

    RatHat menyebar melalui pesan phishing SMS (smishing), iklan berbahaya, dan situs unduhan pihak ketiga. Malware ini menyamar sebagai aplikasi populer, seperti layanan streaming atau browser Google Chrome, untuk mengelabui pengguna agar mengunduh dan memasang APK berbahaya. Setelah terpasang, RatHat berusaha mengelabui korban agar mengaktifkan layanan Aksesibilitas Android. Pelaku dapat mengatasnamakan perbaikan masalah jaringan atau menawarkan keuntungan finansial untuk meyakinkan pengguna memberikan izin tersebut.

    Aksesibilitas merupakan fitur resmi Android yang membantu pengguna berinteraksi dengan perangkat. Namun, jika disalahgunakan oleh malware, fitur ini dapat dimanfaatkan untuk membaca informasi di layar dan menjalankan tindakan tertentu atas nama pengguna. Karena itu, hindari memberikan izin Aksesibilitas kepada aplikasi yang tidak jelas asal-usul atau kebutuhannya, terutama jika aplikasi tersebut diunduh dari situs pihak ketiga yang tidak tepercaya.

  2. 2. RatHat manfaatkan AI dan ADB untuk mengakses perangkat korban

    ilustrasi teknologi kecerdasan buatan (AI)
    ilustrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) (pixabay.com/BrianPenny)

    Setelah memperoleh akses Aksesibilitas, RatHat berusaha mengaktifkan Opsi Pengembang dan fitur Debugging Nirkabel di Android. Fitur ini sebenarnya digunakan pengembang untuk menguji dan mengelola perangkat melalui koneksi nirkabel. Namun, RatHat menyalahgunakannya untuk terhubung melalui Android Debug Bridge (ADB), mekanisme yang memungkinkan perangkat menerima perintah dari komputer atau perangkat lain yang terhubung.

    Dalam serangan yang dianalisis, RatHat dapat membaca kode pemasangan ADB yang muncul di layar untuk membantu menghubungkan perangkat secara otomatis. Setelah terhubung, malware ini dapat menjalankan perintah melalui komponen tambahan, termasuk agen berbasis bahasa pemrograman Go. RatHat juga menggunakan klien proksi terbalik untuk mempertahankan koneksi dengan server penyerang.

    Selain memanfaatkan ADB, RatHat menggunakan AI untuk mengenali elemen pada layar melalui struktur Aksesibilitas Android dan menentukan tindakan yang perlu dilakukan, seperti mengetuk atau menggulir layar. Kemampuan ini memungkinkan malware menyesuaikan tindakannya dengan tampilan perangkat korban, bukan hanya mengikuti urutan perintah yang tetap.

  3. 3. Curi PIN M-Banking hingga kode OTP

    ilustrasi seseorang sedang mengakses M-Banking di smartphone
    ilustrasi seseorang sedang mengakses M-Banking di smartphone (maginific.com/rawpixel.com)

    RatHat dapat menampilkan lapisan layar palsu atau overlay di atas aplikasi keuangan untuk mengelabui korban agar memasukkan informasi login. Data yang diincar mencakup nama pengguna dan kata sandi perbankan. Malware ini juga mampu mencegat pesan SMS dan konten notifikasi yang berpotensi memuat kode OTP atau informasi autentikasi lainnya. Jika berhasil memperoleh informasi itu, pelaku berpotensi memanfaatkannya untuk mencoba mengakses akun korban.

    Tak hanya mencuri kredensial login, RatHat juga dapat merekam koordinat sentuhan pada layar, lalu mencocokkannya dengan tata letak papan angka untuk memperkirakan PIN yang dimasukkan pengguna. Teknik serupa dapat dimanfaatkan untuk mencoba merekonstruksi pola kunci layar Android. Melalui cara ini, malware tidak harus membaca PIN dalam bentuk teks karena gerakan jari pengguna di layar juga dapat menjadi sumber informasi.

  4. 4. RatHat sulit dihapus dari HP Android

    ilustrasi seseorang sedang memegang smartphone Android
    ilustrasi seseorang sedang memegang smartphone Android (unsplash.com/Jonas Leupe)

    RatHat dapat mengganggu proses penghapusan aplikasi dan menampilkan pesan kesalahan palsu yang menyerupai notifikasi Google Play Store. Malware ini juga dapat menjalankan komponen tambahan agar tetap bertahan di perangkat serta meminta hak Administrator Perangkat untuk memperoleh kendali lebih besar. Menghapus aplikasi utamanya belum tentu menghilangkan seluruh komponen RatHat. Jika HP menunjukkan perilaku mencurigakan setelah memasang APK dari sumber tidak tepercaya, periksa keamanan perangkat dan hindari mengakses layanan perbankan hingga masalah teratasi.

    Untuk mengurangi risiko infeksi RatHat, unduh aplikasi melalui Google Play Store atau situs resmi pengembang. Hindari tautan mencurigakan yang dikirim melalui SMS, jangan sembarangan memberikan izin Aksesibilitas, dan pastikan Google Play Protect aktif. Perbarui sistem operasi serta aplikasi secara berkala untuk membantu menjaga keamanan HP.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More