Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Steve Jobs Memilih Nama Apple untuk Perusahaannya

laurenz-heymann-wAygsCk20h8-unsplash.jpg
ilustrasi perusahaan Apple (Unsplash/Laurenz Heymann)
Intinya sih...
  • Apple Computer, Inc. berdiri pada 1 April 1976 oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak.
  • Jobs menjalani diet frutarian saat ide nama "Apple" muncul setelah kunjungan ke kebun apel.
  • Wozniak awalnya tidak setuju dengan nama "Apple" karena risiko pelanggaran merek dagang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah nama-nama perusahaan teknologi lain yang terdengar teknis atau sekadar singkatan seperti Microsoft, NVIDIA, IBM, AMD hingga Atari, nama “Apple” jelas terdengar paling menarik dan gampang diingat. Karenanya, tak mengherankan jika banyak yang bertanya-tanya apakah ada filosofi besar di balik nama tersebut atau memang nama buah itu hanya sekadar pilihan sederhana yang kebetulan terlintas di kepala Steve Jobs ketika mendirikan perusahaannya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, langsung saja simak ulasan di bawah ini.

1. Semuanya bermula di garasi keluarga Steve Jobs

Apple Computer, Inc. berdiri pada 1 April 1976, ketika dua sahabat sekaligus drop-out kampus yaitu Steve Jobs dan Steve Wozniak, memulai perusahaan itu. Berdasarkan buku Steve Jobs: Thinks Different karya Ann Brashares, keduanya memiliki visi membuat komputer yang cukup kecil dan sederhana agar bisa digunakan orang biasa di rumah maupun kantor.

Mereka mulai merakit dan bekerja dari garasi rumah keluarga Jobs, berbekal semangat dan sumber daya seadanya, sampai akhirnya lahir komputer pertama mereka yang diberi nama “Apple I”, yang sekaligus menguatkan identitas merek tersebut. Meski begitu, penamaan “Apple” tidak otomatis berarti ada makna mendalam atau ikatan emosional khusus di baliknya.

2. Jobs sedang menjalani diet frutarian

Hero_-_Norman_Seeff_nkfeho.jpg
Steve Jobs (dok. The Steve Jobs Archive)

Menurut biografi Steve Jobs karya Walter Isaacson, ketika ide nama “Apple” muncul, Jobs sedang menjalani diet fruitarian dan baru pulang dari kunjungan ke sebuah kebun apel. Cerita ini berkaitan dengan pengakuan Steve Wozniak di autobiografinya, iWoz: Computer Geek to Cult Icon: Wozniak di mana ia menjemput Jobs dari bandara dan mengatakan nama “Apple” lahir di perjalanan setelah trip tersebut.

Menariknya, lokasi yang disebut Jobs sebagai “kebun apel” konon sebenarnya semacam komunitas atau komune. Dari situ, Jobs mengusulkan nama “Apple Computer” karena menurutnya terdengar menyenangkan, bersemangat dan tidak mengintimidasi, citra yang pas untuk perusahaan yang ingin membuat komputer yang lebih ramah pengguna awam.

3. Wozniak sempat tidak setuju dan usulan nama lain

Wozniak awalnya tidak langsung setuju, karena nama “Apple” sudah lebih dulu digunakan oleh The Beatles lewat label mereka, Apple Records, sehingga memakai nama yang mirip akan berisiko. Kekhawatiran itu terbukti benar di mana Apple Computer memang sempat digugat Apple Records soal pelanggaran merek dagang, lalu kasusnya berakhir damai dengan Apple Computer membayar kompensasi ke Apple Corps, perusahaan yang menaungi Apple Records.

Buku berjudul Apple Confidential 2.0 juga mengungkap bahwa keduanya sempat mencari nama lain yang terasa lebih pas sebelum akhirnya memakai Apple. Mereka bahkan sempat mempertimbangkan opsi seperti Executex atau Matrix Electronics, yang notabene lebih cocok dengan gaya perusahaan teknologi pada masa itu. Namun setelah bolak-balik mencoba berbagai alternatif, tidak ada yang terasa seklik “Apple Computer” dan dari situlah mereka akhirnya mantap memilih nama Apple sebagai identitas perusahaan.

4. Buku telepon juga berperan dalam pemilihan nama “Apple”

Downpic.cc-28247214.jpg
ilustrasi buku telepon (Alamy/Studio51)

Selama bertahun-tahun, banyak spekulasi soal alasan Steve Wozniak dan Steve Jobs memilih nama “Apple” untuk perusahaan mereka. Namun, salah satu yang paling sering terdengar adalah agar namanya muncul lebih dulu di buku telepon yang pada masa itu jadi semacam “iklan gratis”. Jobs juga pernah mengatakan dalam presentasi di 1980 bahwa nama “Apple” dipilih karena posisinya berada di atas “Atari” (tempat ia pernah bekerja) di buku telepon.

Meski faktor buku telepon mungkin ikut berperan, jika dilihat dari berbagai cerita yang ada, alasan paling masuk akal justru sederhana yaitu mereka berdua memang menyukai nama “Apple” dan kemungkinan besar ketika membangun bisnis dari garasi dengan modal pas-pasan, mereka lebih fokus membuat perusahaannya jalan daripada memikirkan branding yang rumit.

Itulah tadi ulasan mengenai cerita menarik dibalik mengapa Steve Jobs memilih nama Apple untuk perusahaannya. Hingga kini, tidak ada yang menyangka jika pemilihan nama yang sederhana itu berakhir tepat hingga Apple menjelma menjadi raksasa teknologi yang produknya terus mendominasi penjualan dari tahun ke tahun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More

Apakah Refresh Rate 144Hz dan 165Hz di HP Cuma Gimik? Ini Faktanya!

26 Jan 2026, 08:22 WIBTech