Laptop modern memang semakin mendekati kemampuan PC desktop, namun keduanya tetap memiliki perbedaan penting dalam hal upgrade komponen. PC konvensional memungkinkan pengguna mengganti GPU dengan mudah, sementara hampir setiap laptop saat ini termasuk yang terbaru, tidak menyediakan dukungan tersebut. Salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan itu adalah menggunakan eGPU alias GPU eksternal yang dihubungkan ke laptop untuk mendapatkan performa yang lebih tinggi dibanding GPU bawaan laptop itu sendiri. Meski terlihat menarik, eGPU tetap memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan. Untuk lebih jelasnya, langsung saja simak ulasan di bawah ini.
Mengenal Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangan eGPU untuk Laptop

Take a Deeper Read
1. Apa itu eGPU?
eGPU merupakan GPU untuk PC desktop yang digunakan di luar bodi laptop melalui perangkat tambahan. Teknologi ini memungkinkan laptop untuk memanfaatkan GPU dengan performa lebih tinggi dibandingkan GPU bawaan. Contohnya, sebuah laptop gaming hanya dibekali dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 2050 sehingga kesulitan menjalankan game-game berat seperti Cyberpunk 2077 atau Crimson Desert dengan lancar di pengaturan visual Medium atau High. Nah dengan eGPU, pengguna bisa memasang GPU kelas atas seperti NVIDIA GeForce RTX 5090 untuk menjalankan game-game berat atau aplikasi editing video yang membutuhkan kemampuan rendering besar. Intinya, eGPU bisa jadi solusi menarik bagi pengguna laptop tipis yang GPU bawaannya tidak bisa diganti.
2. Komponen yang dibutuhkan
Untuk menggunakan eGPU, tidak cukup hanya dengan membeli GPU saja. Pengguna memerlukan beberapa komponen lain yaitu dock/enclosure eGPU, kabel penghubung dan monitor eksternal. Pertama, GPU dipasang terlebih dahulu ke dalam dock/enclosure sebelum dihubungkan ke laptop, melalui port Thunderbolt. Setelahnya, monitor eksternal disambungkan ke port output video pada eGPU agar GPU dapat menampilkan gambar secara langsung. Setelah laptop mendeteksi GPU eksternal yang terpasang, pengguna bisa memilih monitor eksternal sebagai monitor utama.
3. eGPU bisa meningkatkan performa ketika bermain game
Keuntungan utama eGPU adalah peningkatan performa GPU, terutama pada laptop tipis atau laptop dengan GPU bawaan yang performanya terbatas. GPU untuk PC desktop dibekali daya dan sistem pendinginan yang lebih besar sehingga mampu menjalankan game dengan resolusi, kualitas visual dan frame-rate yang lebih tinggi. Perbedaannya akan semakin terasa pada game AAA modern, aplikasi animasi 3D dan aplikasi editing video yang membutuhkan proses rendering berat. Bagi pengguna yang sudah memiliki laptop dengan prosesor dan layar yang mumpuni, eGPU bisa menjadi cara untuk memperpanjang usia laptop tanpa harus membeli laptop baru.
4. Harga eGPU sangat mahal
Meski terlihat sebagai solusi praktis, eGPU membutuhkan biaya yang cukup besar karena pengguna harus membeli banyak komponen lain di luar GPU itu sendiri. Belum lagi, seperti halnya RAM dan SSD, harga GPU saat ini sedang melonjak drastis karena kelangkaan komponen yang diakibatkan oleh AI. Untuk mendapat GPU kelas mid-range saja, pengguna setidaknya harus merogoh kocek sekitar Rp5-7 juta. Selain itu, dock/enclosure eGPU juga bukan komponen sederhana karena harus mendukung jenis koneksi, daya listrik, ukuran GPU dan sistem pendingin yang sesuai. Akibatnya, biaya menggunakan eGPU bisa mendekati atau bahkan melampaui harga sebuah PC gaming rakitan dengan performa yang setara.
5. Koneksi Thunderbolt menyebabkan penurunan performa
Salah satu keterbatasan eGPU adalah data antara laptop dan GPU harus dikirim melalui kabel eksternal yang terhubung ke port Thunderbolt. Thunderbolt sendiri memang memiliki bandwidth tinggi, namun tetap tidak secepat slot PCI Express yang ada di motherboard. Nah, proses transfer data semacam itu bisa menyebabkan penurunan performa, terutama ketika GPU harus mengirimkan hasil pemrosesan kembali ke layar bawaan laptop. Oleh karena itu, eGPU bekerja lebih optimal jika dihubungkan ke monitor eksternal. Kendati demikian, performa yang diperoleh tetap berada di bawah performa GPU yang sama ketika dipasang langsung di dalam motherboard PC.
6. eGPU tidak cocok untuk semua pengguna
eGPU paling masuk akal digunakan oleh pengguna yang sudah memiliki laptop premium, namun membutuhkan performa GPU yang lebih mumpuni. Contohnya adalah pengguna ultrabook dengan prosesor kelas atas, layar memanjakan mata dan port Thunderbolt yang mendukung koneksi berkecepatan tinggi, namun memiliki GPU bawaan dengan performa terbatas. Sebaliknya, eGPU kurang menarik bagi “kaum mendang mending” karena harus membeli seluruh komponen-komponennya dari awal. Dalam situasi seperti itu, menjual laptop yang sudah dimiliki dan mengalokasikan dananya untuk merakit PC gaming lebih disarankan karena menawarkan rasio harga dan performa yang lebih baik, sekaligus memberikan kemudahan untuk melakukan upgrade di masa depan.
Demikian tadi ulasan mengenai cara kerja eGPU dan kelebihan sekaligus kekurangannya. Tertarik menggunakan eGPU setelah membaca ulasan di atas?
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- 7 Cara Menurunkan Suhu GPU Tanpa Ganti Thermal Paste02 Sep 2026, 14:25 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
- Apakah GPU di Laptop dan PC Sama? Ini Penjelasan Lengkapnya!27 Aug 2026, 15:52 WIB