Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perbedaan Google Maps dan Google Earth yang Perlu Diketahui
ilustrasi Google Maps dan Google Earth (Unsplash/Rubiatul Azad)
  • Google Maps, diluncurkan pada 2005, berfokus pada navigasi harian dengan pencarian lokasi, petunjuk arah, informasi lalu lintas, transportasi umum, Street View, dan augmented reality.

  • Google Earth, juga dirilis pada 2005 setelah dikembangkan Keyhole, dirancang untuk menjelajahi Bumi secara 3D dengan tampilan medan, bangunan, dan landmark secara visual.

  • Selain eksplorasi, Google Earth mendukung overlay data dan peta kustom untuk riset, dokumentasi wilayah, konten berbasis data, serta perencanaan proyek oleh desainer dan insinyur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Google tampaknya menyukai layanan atau aplikasi yang berkaitan dengan peta dan itulah mengapa mereka memiliki Google Maps dan Google Earth. Keduanya sama-sama menampilkan peta dan citra satelit sehingga banyak yang bingung dengan perbedaan diantara keduanya, namun ternyata, Google Maps dan Google Earth dirancang untuk kebutuhan yang berbeda. Google Maps lebih fokus pada kebutuhan navigasi sehari-hari, sementara Google Earth menawarkan penjelajahan dunia secara 3D dengan fitur analisis yang lebih mendalam. Berikut ulasan lebih lengkap mengenai perbedaan diantara keduanya.

1. Apa itu Google Maps?

Google Maps (dok. Google)

Google Maps diluncurkan pada 8 Februari 2005 dan dirancang sebagai layanan atau aplikasi peta interaktif yang mudah digunakan. Aplikasi ini memungkinkan pengguna menelusuri lokasi, mencari tempat-tempat favorit, melihat landmark dan mendapatkan petunjuk arah dari satu titik ke titik lainnya. Seiring berjalannya waktu, Google Maps kemudian berkembang menjadi aplikasi peta dan navigasi yang lebih lengkap. Lewatnya, pengguna bisa mengakses informasi lalu lintas, tol, rute transportasi umum, Street View hingga navigasi berbasis augmented reality. Fitur-fitur ini menjadikan Google Maps sebagai pilihan utama untuk kebutuhan perjalanan sehari-hari, baik ketika mengendarai kendaraan pribadi, berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan umum.

2. Apa itu Google Earth?

Google Earth resmi dirilis pada 28 Juni 2005, namun awalnya dikembangkan oleh perusahaan bernama Keyhole pada tahun 1990-an sebelum akhirnya diakuisisi Google. Berbeda dengan Google Maps, Google Earth lebih berfungsi sebagai layanan untuk menjelajahi Bumi secara 3D. Melalui Google Earth, pengguna bisa menggerakkan kamera secara bebas untuk melihat permukaan Bumi, di mana medan-medannya digambarkan secara akurat, lengkap dengan detail bangunan atau landmark di sejumlah kota tertentu. Pendekatan yang berbeda ini membuat Google Earth lebih ke arah alat eksplorasi Bumi secara visual, alih-alih aplikasi navigasi atau pencarian rute seperti Google Maps.

3. Tujuan penggunaan yang berbeda

Google Earth (dok. Google)

Google Maps ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan arahan cepat dan praktis, misalnya mencari restoran terdekat, mengecek kepadatan lalu lintas di jalan tertentu atau menentukan rute perjalanan ketika ingin pergi keluar kota. Sementara itu, Google Earth lebih cocok untuk pengguna yang ingin memahami suatu wilayah secara lebih luas dan mendetail. Selain itu, Google Earth juga dilengkapi berbagai overlay dan fitur tambahan yang memungkinkan pengguna melihat data geografis secara lebih lengkap. Karenanya, Google Earth sering dimanfaatkan untuk keperluan riset, dokumentasi wilayah maupun eksplorasi tempat menarik di berbagai belahan dunia.

4. Google Earth sering dimanfaatkan oleh content creator dan profesional

Salah satu keunggulan Google Earth adalah kemampuannya dalam membuat peta kustom dan menempatkan objek buatan pengguna ke dalam peta global. Fitur ini telah digunakan oleh banyak content creator, salah satunya channel YouTube bernama Secret Base, untuk menyusun cerita berbasis data, menggabungkan potongan berita, grafik statistik dan visualisasi lokasi. Di sisi profesional, Google Earth juga sering digunakan untuk membantu desainer dan insinyur dalam merencanakan lokasi bangunan, proyek pembangunan hingga pemasangan panel surya. Berbagai kemampuan yang dimilikinya menunjukkan bahwa Google Earth bukan hanya alat hiburan untuk menjelajahi wilayah secara virtual, tapi juga bisa menjadi media analisis, baik oleh content creator maupun profesional.

Demikian tadi ulasan mengenai apa perbedaan antara Google Maps dan Google Earth yang perlu diketahui. Semoga ulasan di atas bermanfaat ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article