ilustrasi pengguna teknologi AI (vecteezy.com/Khoirul Arif)
Industri AI kerap menyampaikan dua gambaran yang terlihat bertolak belakang. Di satu sisi, sejumlah pemimpinnya memperingatkan bahwa AI dapat mengancam kelangsungan hidup manusia. Di sisi lain, mereka menjanjikan masa depan ketika teknologi ini mampu membantu menyelesaikan persoalan besar, mulai dari perubahan iklim hingga penemuan ilmiah. Gambaran tentang kehancuran dan utopia tersebut sama-sama menarik perhatian karena menawarkan cerita besar mengenai masa depan manusia.
Menurut Shannon Vallor, cara pandang yang terlalu ekstrem seperti itu bisa membuat masyarakat merasa hanya memiliki dua pilihan: menunggu AI menjadi ancaman besar atau berharap teknologi tersebut menyelamatkan peradaban. Padahal, AI merupakan produk yang dikembangkan oleh perusahaan dan digunakan dalam berbagai konteks kehidupan. Teknologi ini bisa memberikan manfaat, tapi juga membawa risiko yang harus dikelola. Karena itu, keputusan mengenai penggunaannya gak seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan yang membuatnya.
Kamu juga perlu mengingat bahwa berbagai prediksi besar mengenai teknologi gak selalu terwujud sesuai perkiraan. Metaverse, misalnya, pernah dipromosikan sebagai masa depan interaksi digital, sementara mata uang kripto sempat digambarkan memiliki potensi menggantikan sistem keuangan yang ada. Sebagian teknologi tersebut tetap berkembang, tapi hasil akhirnya gak selalu sesuai dengan gambaran awal yang sangat optimistis. Pengalaman ini mengingatkan kita bahwa klaim mengenai masa depan AI pun perlu dinilai secara kritis, tanpa langsung memercayai skenario terburuk maupun janji yang terlalu muluk.
Pertanyaan mengenai mengapa perusahaan AI seolah bikin kita takut pada ciptaannya gak memiliki satu jawaban sederhana. Sebagian kekhawatiran memang berangkat dari risiko teknologi yang nyata, sementara kepentingan bisnis, persaingan pasar, dan perebutan pengaruh juga perlu diperhitungkan.
Sebagai pengguna, kamu gak perlu langsung takut terhadap setiap perkembangan AI, tapi juga jangan mengabaikan dampak buruknya. Sikap paling masuk akal adalah meminta bukti, mendukung pengawasan independen, dan memastikan bahwa keputusan tentang AI tetap melibatkan kepentingan masyarakat luas.