Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kelebihan Layar Super AMOLED dari AMOLED Biasa, Lebih Terang

3 min read
Kelebihan Layar Super AMOLED dari AMOLED Biasa, Lebih Terang
ilustrasi layar HP (unsplash.com/Amanz)
  • Super AMOLED menawarkan kecerahan hingga 20 persen lebih tinggi dari AMOLED, sehingga layar lebih jelas di bawah matahari serta detail dan warna konten HDR lebih menonjol.
  • Dibanding AMOLED, Super AMOLED menghadirkan kontras, reproduksi warna, dan responsivitas lebih baik untuk video, game, foto, maupun aktivitas scrolling.
  • Super AMOLED diklaim hingga 20 persen lebih hemat daya, tetapi penggunaannya lebih terbatas dan umumnya ditemukan pada ponsel Samsung; AMOLED tetap dipakai luas berbagai merek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pencinta HP Android pasti sudah tak asing dengan layar AMOLED. Layar tersebut kerap dipakai oleh berbagai merek, entah itu vivo, Xiaomi, OPPO, bahkan Infinix. Namun, layar AMOLED juga memiliki "adik" atau turunan, yaitu Super AMOLED. Layar tersebut lebih umum dipakai oleh HP Samsung, khususnya Samsung Galaxy A dan M series.

Dari namanya, layar AMOLED dan Super AMOLED terlihat serupa. Perbedaan keduanya hanya nampak pada kata "Super." Padahal, perbedaan layar Super AMOLED dan AMOLED mencakup banyak hal lain mulai dari responsivitas, kecerahan, hingga efisiensi daya. Yuk, kupas tuntas semua perbedaan serta kelebihan layar Super AMOLED!

  1. 1. Layar Super AMOLED punya kecerahan lebih tinggi

    ilustrasi layar HP
    ilustrasi layar HP (unsplash.com/Matam Jaswanth)

    Laman resmi Samsung menjelaskan bahwa Super AMOLED memiliki kecerahan 20 persen lebih tinggi daripada AMOLED. Kecerahan tinggi tersebut tak hanya membuat layar lebih terang, tetapi juga membuat penggunaan harian menjadi semakin lancar. Layar terang membuat HP terlihat jelas di bawah sinar matahari. Kecerahan tinggi (khususnya peak brightness) juga membuat konten makin detail dan warna di konten HDR semakin keluar, bikin pengalaman visual jadi semakin imersif. Meski kecerahannya tinggi, kamu tetap bisa mengatur kecerahan tersebut secara manual. Color grading atau warna di layar Super AMOLED juga bisa diatur sesuai dengan preferensi pengguna.

  2. 2. Layar Super AMOLED punya kontras lebih tinggi

    ilustrasi layar HP
    ilustrasi layar HP (unsplash.com/Georgiy Lyamin)

    Dilansir Hicenda dan Eureka, Super AMOLED mampu memberikan kontras warna yang lebih tinggi daripada AMOLED. Kontras tersebut mampu meningkatkan visual layar, entah itu saat menonton video, bermain game, membuka foto, atau sebatas scrolling. Kontras tinggi juga secara langsung bisa meningkatkan kualitas gambar, membuat warna lebih cerah, dan kemudian membuat visual di layar jadi makin realistis serta lebih hidup. Jika membahas warna, Super AMOLED mampu memberikan reproduksi warna yang kaya. Ditambah dengan responsivitas yang lebih ngebut, layar Super AMOLED jauh lebih unggul daripada AMOLED untuk berbagai kegiatan.

  3. 3. Layar Super AMOLED lebih hemat daya dari AMOLED

    ilustrasi layar HP
    ilustrasi layar HP (unsplash.com/Yasin Hasan)

    Meski kecerahan, reproduksi warna, dan kontrasnya lebih baik, itu tidak berarti Super AMOLED mengesampingkan konsumsi daya. Laman vivo Global menjelaskan bahwa Super AMOLED mampu memberikan konsumsi daya hingga 20 persen lebih hemat daripada AMOLED, membuat perangkat bisa bertahan lebih lama tanpa harus dicas. Super AMOLED juga dikembangkan lagi menjadi beberapa varian, salah satunya Super AMOLED Plus. Laman OCMC menerangkan bahwa Super AMOLED Plus lebih efisien dalam penggunaan daya hingga 18 persen dibandingkan dengan Super AMOLED. Jika dibandingkan dengan AMOLED biasa, Super AMOLED Plus bisa memberikan efisiensi daya berkali-kali lipat lebih tinggi.

  4. 4. Tak semua HP menggunakan layar Super AMOLED

    ilustrasi layar HP
    ilustrasi layar HP (unsplash.com/Gavin Phillips)

    Untuk saat ini, penggunaan layar Super AMOLED cenderung lebih minim daripada AMOLED. Berdasarkan laman GSMArena, Super AMOLED umumnya dipakai di HP Samsung, khususnya kelas mid-range seperti Samsung Galaxy A18 dan Galaxy A57. Galaxy M series seperti M53 juga pakai Super AMOLED, tepatnya Super AMOLED Plus. Untuk HP flagship, biasanya hanya flagship keluaran lama yang menggunakannya, seperti Galaxy S20 FE dan Galaxy S9.

    Meski begitu, terkadang ada merek HP di luar Samsung yang pakai Super AMOLED. Salah satunya adalah Xiaomi di REDMI Note 10. Penggunaan AMOLED lebih luas karena dipakai oleh banyak merek seperti TECNO, Infinix, OPPO, vivo, iQOO, hingga Xiaomi. Tak terbatas pada mid-range, layar AMOLED dipakai lebih luas, entah itu oleh HP entry-level, mid-range, bahkan flagship yang harganya belasan hingga puluhan juta.

    Secara struktur dan jenis, panel layar AMOLED dan Super AMOLED memang sangat mirip. Namun, pada penggunaan dan implementasinya, keduanya memiliki beberapa perbedaan yang cukup mencolok. Kelebihan layar Super AMOLED umumnya lebih optimal daripada AMOLED biasa, tapi bukan berarti AMOLED adalah layar yang jelek. Dalam penggunaannya, AMOLED tetaplah layar berkualitas yang bisa memberikan pengalaman penggunaan terbaik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More