Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Software Open-Source Gratis Alternatif Photoshop hingga Microsoft
ilustrasi seorang kreator konten sedang mengedit video di laptop (magnific.com/film frimu)
  • Lima software open-source gratis menawarkan alternatif aplikasi berbayar untuk editor foto, grafis vektor, video, dokumen, dan desain 3D, sehingga pengguna dapat mengurangi biaya langganan.
  • PhotoCraft, Inkscape, Kdenlive, LibreOffice, dan Blender menyediakan fungsi utama yang mirip Photoshop, Illustrator, Premiere Pro, Microsoft Office, serta Autodesk 3ds Max.
  • Pengguna perlu mempertimbangkan keterbatasan fitur, kompatibilitas file, penggunaan memori, dan waktu adaptasi karena beberapa aplikasi belum sematang atau semudah software komersial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Biaya langganan software bisa menambah pengeluaran, apalagi kalau kamu menggunakan beberapa aplikasi sekaligus. Padahal, tidak semua fitur yang ditawarkan dibutuhkan untuk pekerjaan sehari-hari. Nah, kalau ingin lebih hemat, kamu bisa mencoba software open-source gratis sebagai alternatif software desktop berbayar.

Pilihannya beragam, mulai dari editor foto dan video hingga aplikasi pengolah dokumen dan desain 3D. Fiturnya memang tidak selalu selengkap software berbayar, tetapi beberapa di antaranya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berikut lima software open-source gratis yang bisa kamu coba.

1. PhotoCraft alternatif Adobe Photoshop

ilustrasi logo PhotoCraft (getartcraft.com)

Jika terbiasa menggunakan Adobe Photoshop, kamu bisa mencoba PhotoCraft sebagai alternatif gratis. Software ini merupakan bagian dari proyek ArtCraft yang menghadirkan sejumlah aplikasi alternatif untuk software komersial. Tampilannya dirancang menyerupai Photoshop agar pengguna lebih mudah beradaptasi. PhotoCraft juga mendukung layer, mask, file PSD, dan berbagai alat menggambar.

PhotoCraft masih dalam tahap pengembangan awal sehingga kemampuannya belum sebanding dengan Photoshop. Penggunaan memorinya juga cenderung tinggi, sementara sejumlah fitur penting belum tersedia. Jika membutuhkan editor foto gratis dengan fitur yang lebih matang, kamu bisa mencoba GIMP. PhotoCraft sendiri menarik untuk dicoba jika ingin menjajal alternatif Photoshop yang masih terus dikembangkan.

2. Inkscape alternatif Adobe Illustrator

ilustrasi logo Inkscape (inkscape.id)

Inkscape bisa digunakan untuk membuat logo, ilustrasi, ikon, hingga grafis web. Software gratis ini berfokus pada pengolahan grafis vektor, yaitu gambar yang bisa diperbesar tanpa kehilangan ketajaman. Fungsinya mirip dengan Adobe Illustrator, terutama untuk membuat dan mengedit objek vektor. Inkscape juga mendukung format SVG (Scalable Vector Graphics) yang banyak digunakan dalam ilustrasi digital dan desain web.

Bagi pengguna Adobe Illustrator, kompatibilitas file menjadi hal yang perlu diperhatikan. Beberapa file AI mungkin tidak tampil sempurna saat dibuka di Inkscape, terutama jika menggunakan elemen atau efek tertentu. Untuk mengurangi masalah tersebut, kamu bisa mengekspor desain ke format SVG terlebih dahulu sebelum membukanya di Inkscape.

3. Kdenlive alternatif Adobe Premiere Pro

ilustrasi logo Kdenlive (kdenlive.org)

Buat kamu yang sering mengedit video, Kdenlive bisa menjadi alternatif Adobe Premiere Pro tanpa biaya langganan. Software open-source ini menyediakan timeline untuk menyusun klip video, lengkap dengan fitur pemotongan klip, efek, dan transisi. Alur kerjanya memiliki beberapa kemiripan dengan Premiere Pro, meski tampilan dan cara penggunaannya berbeda.

Kdenlive telah dikembangkan selama bertahun-tahun dan menawarkan beragam fitur penyuntingan video. Pengguna baru mungkin perlu waktu untuk membiasakan diri dengan antarmukanya, terutama jika sebelumnya menggunakan Premiere Pro. Sebagai alternatif lain, ada DaVinci Resolve yang menyediakan versi gratis. Namun, software ini bukan open-source sehingga kode sumbernya tidak tersedia secara terbuka seperti Kdenlive.

4. LibreOffice alternatif Microsoft Office

ilustrasi logo LibreOffice (libreoffice.org)

LibreOffice bisa menjadi pilihan jika kamu membutuhkan software untuk mengolah dokumen, spreadsheet, dan presentasi tanpa biaya langganan. Paket ini terdiri dari Writer untuk mengolah dokumen, Calc untuk membuat spreadsheet, dan Impress untuk menyusun presentasi. Ketiganya bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari menulis laporan hingga mengolah data. Tampilan LibreOffice berbeda dari Microsoft Office sehingga pengguna yang baru beralih mungkin perlu waktu untuk beradaptasi.

Dokumen DOCX dan presentasi PPTX juga terkadang mengalami perubahan tata letak saat dibuka di LibreOffice. Selain itu, sejumlah fitur lanjutan Excel, seperti Power Query dan Power Pivot, tidak tersedia secara langsung di Calc. Untuk kebutuhan sehari-hari, LibreOffice tetap bisa diandalkan untuk membuat dokumen, mengolah angka, dan menyiapkan presentasi. Kamu bisa menggunakannya tanpa perlu berlangganan Microsoft Office.

5. Blender alternatif Autodesk 3ds Max

ilustrasi logo Blender (blender.org)

Blender bisa menjadi pilihan jika ingin membuat desain 3D tanpa membayar lisensi software. Aplikasi ini menyediakan berbagai fitur untuk membuat model 3D, memahat objek, menganimasikan karakter, hingga merender hasil akhir. Blender juga memiliki editor video untuk penyuntingan sederhana. Kemampuannya bahkan sudah dimanfaatkan dalam produksi film animasi profesional.

Salah satunya adalah Flow, yang memenangkan kategori Film Animasi Terbaik di Academy Awards 2025 dan dibuat menggunakan Blender. Blender menawarkan banyak fitur, tetapi alur kerjanya mungkin terasa rumit bagi pengguna baru. Kamu perlu waktu untuk mempelajarinya, terutama jika belum pernah membuat desain 3D. Jika ingin belajar pemodelan 3D atau mengerjakan proyek animasi tanpa biaya lisensi, Blender layak dipertimbangkan.

Kelima software open-source di atas bisa menjadi alternatif untuk mengurangi biaya penggunaan aplikasi desktop. Pilih aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan dan perangkat yang kamu gunakan. Siapa tahu, salah satunya bisa menggantikan software berbayar yang selama ini kamu gunakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article