Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

DeepSeek Mulai Berbayar untuk Search dan Fetch API, Kena Berapa?

6 min read
DeepSeek Mulai Berbayar untuk Search dan Fetch API, Kena Berapa?
ilustrasi DeepSeek (unsplash.com/Solen Feyissa)
  • DeepSeek mengenakan tarif 0,75 dolar AS per 1.000 permintaan berhasil untuk Search API dan Fetch API, dengan penagihan terpisah; permintaan gagal, tanpa hasil, atau timeout tidak dikenai biaya.
  • Dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS, 100.000 permintaan Search dan 100.000 Fetch per bulan diperkirakan berbiaya Rp2.475.000; total dipengaruhi frekuensi permintaan tiap interaksi.
  • DeepSeek juga merilis V4.1-Flash-1017 dengan skor DeepSWE v1.1 sebesar 77,0; masa gratis lewat alat tertentu berakhir 31 Oktober 2026, sementara biaya model tetap dihitung berdasarkan token.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

DeepSeek mulai membuka layanan pencarian web dan pengambilan konten halaman melalui Search API dan Fetch API untuk pengembang. Namun, akses ke kedua layanan tersebut tidak sepenuhnya gratis karena DeepSeek menetapkan tarif 0,75 dolar AS (sekitar Rp12.375) untuk setiap 1.000 permintaan berhasil pada masing-masing API. Kebijakan ini diumumkan pada 17 Oktober 2026 bersamaan dengan pembaruan model DeepSeek V4.1-Flash-1017.

Tarifnya memang terlihat kecil untuk pemakaian terbatas, tetapi pengeluaran bisa meningkat ketika aplikasi mengirim puluhan ribu hingga jutaan permintaan setiap bulan. Karena itu, memahami sistem penagihannya penting sebelum mengintegrasikan layanan ini ke aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Kira-kira, berapa biaya yang perlu disiapkan developer di Indonesia jika ingin menggunakan layanan ini?

  1. 1. DeepSeek patok tarif 0,75 dolar AS per 1.000 permintaan

    Seorang programmer mengetik di laptop dengan layar menampilkan kode untuk proses validasi input data.
    ilustrasi seorang melakukan coding untuk validasi input (unsplash.com/Mohammad Rahmani)

    DeepSeek menetapkan tarif Search API dan Fetch API sebesar 0,75 dolar AS untuk setiap 1.000 permintaan berhasil. Keduanya memiliki sistem penagihan terpisah sehingga biaya bergantung pada jumlah permintaan yang berhasil diproses oleh masing-masing layanan. Search API berfungsi mencari halaman web berdasarkan kueri dan mengembalikan hasil pencarian terstruktur. Sementara itu, Fetch API digunakan untuk mengambil isi sebuah halaman web dan mengembalikannya dalam format Markdown agar lebih mudah diproses oleh aplikasi atau model AI. Kedua layanan ini dapat dimanfaatkan untuk membangun AI agent dan aplikasi yang membutuhkan informasi dari internet.

    Mengutip dokumentasi resmi DeepSeek, permintaan yang gagal, pencarian tanpa hasil, dan permintaan yang mengalami timeout tidak dikenai biaya. Untuk Search API, permintaan ditagih jika menghasilkan respons HTTP 200 dengan daftar hasil yang tidak kosong. Sementara itu, Fetch API dikenai biaya jika permintaan berhasil mengembalikan konten halaman. Artinya, biaya tidak dihitung berdasarkan jumlah hasil pencarian yang dikembalikan dalam satu permintaan, melainkan berdasarkan jumlah permintaan berhasil. Pengembang tetap perlu memperhatikan cara aplikasi melakukan pencarian dan pengambilan konten agar biaya operasional tidak membengkak.

  2. 2. Simulasi biaya DeepSeek Search dan Fetch API dalam rupiah

    Ilustrasi pekerja teknologi menulis kode pemrograman di laptop sebagai gambaran aktivitas coding sehari-hari.
    ilustrasi pekerja tech sedang menggarap coding (unsplash.com/charlesdeluvio)

    Tarif 0,75 dolar AS per 1.000 permintaan mungkin terlihat murah. Namun, bagaimana jika aplikasi AI digunakan banyak orang dan harus melakukan pencarian web berkali-kali setiap hari? Untuk memberikan gambaran bagi pengembang di Indonesia, simulasi berikut menggunakan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS.

    Simulasi biaya DeepSeek Search dan Fetch API dalam rupiah

    Perhitungan hanya mencakup satu jenis API

    Permintaan berhasil per bulan

    Biaya per API

    Estimasi dalam rupiah

    1.000

    0,75 dolar AS

    Rp12.375

    10.000

    7,50 dolar AS

    Rp123.750

    100.000

    75 dolar AS

    Rp1.237.500

    500.000

    375 dolar AS

    Rp6.187.500

    1.000.000

    750 dolar AS

    Rp12.375.000

    Jika sebuah aplikasi menggunakan Search API sebanyak 100.000 kali dan Fetch API sebanyak 100.000 kali dalam sebulan, total biaya kedua layanan tersebut diperkirakan mencapai Rp2.475.000. Angka ini dua kali lipat biaya satu API karena Search dan Fetch ditagih secara terpisah. Biaya juga dapat meningkat ketika aplikasi menjalankan beberapa tahap pencarian untuk menjawab satu pertanyaan.

    Misalnya, aplikasi melakukan dua pencarian web dan mengambil tiga halaman untuk setiap pertanyaan pengguna. Jika pola tersebut diterapkan pada 10.000 pertanyaan, aplikasi akan menghasilkan 20.000 permintaan Search dan 30.000 permintaan Fetch. Apabila ditotal biaya yang dikenakan sekitar Rp618.750 berdasarkan asumsi kurs di atas.

    Simulasi ini menunjukkan bahwa pengeluaran tidak hanya bergantung pada jumlah pengguna, tetapi juga pada banyaknya permintaan yang dijalankan untuk setiap interaksi. Aplikasi yang menggunakan pencarian secara berulang perlu mengatur alur kerja agar biaya tetap terkendali.

  3. 3. DeepSeek V4.1-Flash-1017 raih skor 77 pada benchmark coding

    kumpulan aplikasi berbasis AI
    ilustrasi kumpulan aplikasi berbasis AI (unsplash.com/Solen Feyissa)

    Selain membuka akses Search dan Fetch API, DeepSeek juga memperbarui model V4.1-Flash menjadi V4.1-Flash-1017. Perusahaan tersebut melaporkan peningkatan performa benchmark, penyelesaian tugas yang lebih cepat, dan keluaran yang lebih ringkas dibandingkan versi sebelumnya. DeepSeek V4.1-Flash-1017 meraih skor 77,0 pada benchmark DeepSWE v1.1. Raihan skor ini meningkat dari 74,2 pada versi sebelumnya.

    Meski menunjukkan peningkatan dalam pengujian tersebut, angka ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa DeepSeek lebih unggul dalam semua tugas pemrograman. Hasil benchmark tetap perlu diuji lebih lanjut berdasarkan jenis tugas, metode pengujian, dan evaluasi independen. Pembaruan ini juga relevan bagi pengembang yang membangun AI agent untuk menyelesaikan tugas pemrograman atau mengakses informasi web. Namun, peningkatan kemampuan model dan tarif Search serta Fetch merupakan dua hal berbeda. Biaya penggunaan model dihitung berdasarkan token sesuai tarif yang berlaku, sedangkan Search dan Fetch ditagih berdasarkan jumlah permintaan berhasil.

  4. 4. Kapan tarif baru DeepSeek mulai berlaku?

    DeepSWE v.1.1
    DeepSWE v.1.1 (api-docs.deepseek.com)

    DeepSeek mengumumkan bahwa pemanggilan Search dan Fetch melalui alat server-side di DeepSeek Harness, Claude Code, dan Codex masih gratis bagi pengguna DeepSeek API selama masa awal peluncuran. Penagihan untuk penggunaan melalui jalur tersebut dijadwalkan mulai 31 Oktober 2026 pukul 16.00 UTC, atau pukul 23:00 WIB pada tanggal yang sama. Sementara itu, dokumentasi harga DeepSeek menyebut waktu yang sama sebagai pukul 00.00 pada 1 November 2026 di Beijing. Perbedaan tanggal tersebut terjadi karena perbedaan zona waktu.

    Perlu diperhatikan bahwa periode gratis yang diumumkan secara khusus berlaku untuk pemanggilan layanan melalui alat-alat tersebut. Pengembang yang menggunakan Search dan Fetch API secara langsung perlu merujuk ketentuan penagihan dalam dokumentasi resmi DeepSeek. Karena itu, pengembang yang memanfaatkan layanan tersebut sebaiknya memeriksa metode integrasi dan ketentuan akun sebelum tanggal penagihan dimulai. Langkah ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman ketika biaya mulai dibebankan.

  5. 5. Apa dampaknya bagi pengembang AI di Indonesia?

    Layar komputer menampilkan baris kode pemrograman dalam suasana kerja gelap untuk ilustrasi pengembangan website.
    ilustrasi web developer sedang merancang coding untuk website (unsplash.com/Mohammad Rahmani)

    Bagi pengembang Indonesia, tarif baru ini tidak serta-merta menjadi alasan untuk meninggalkan DeepSeek. Pada skala kecil, biaya pencarian web masih bisa relatif terjangkau. Namun, pengeluaran perlu diperhitungkan sebagai bagian dari biaya operasional ketika aplikasi mulai menangani banyak permintaan atau menjalankan alur kerja AI agent yang kompleks.

    Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum menggunakan layanan ini secara luas. Pertama, hitung perkiraan jumlah permintaan berdasarkan pola penggunaan aplikasi. Pengembang sebaiknya mengukur berapa kali Search dan Fetch dipanggil untuk menyelesaikan satu tugas, kemudian mengalikannya dengan perkiraan jumlah tugas bulanan.

    Kedua, hindari pencarian berulang yang tidak diperlukan. Hasil yang masih relevan dapat disimpan sementara melalui mekanisme caching, sehingga aplikasi tidak perlu mengirim permintaan yang sama berkali-kali. Pengembang juga bisa membatasi jumlah halaman yang diambil sesuai kebutuhan tugas.

    Ketiga, pisahkan anggaran pencarian web dari biaya penggunaan model AI. Search dan Fetch ditagih berdasarkan permintaan berhasil, sedangkan penggunaan model DeepSeek dihitung berdasarkan token sesuai tarif model yang digunakan. Dengan memantau keduanya secara terpisah, pengembang dapat mengetahui komponen mana yang paling banyak menyerap anggaran. Lalu, pertimbangkan fluktuasi kurs karena tagihan dalam dolar AS dapat berubah nilainya ketika dikonversi ke rupiah. Jika aplikasi ditujukan untuk pengguna Indonesia dengan pendapatan dalam rupiah, perubahan kurs perlu diperhitungkan dalam penetapan harga layanan.

    Pengumuman tarif Search dan Fetch API terutama relevan bagi pengembang yang membangun aplikasi, layanan pencarian, dan AI agent menggunakan infrastruktur DeepSeek. Kebijakan ini tidak dengan sendirinya berarti pengguna aplikasi chatbot DeepSeek biasa harus membayar setiap kali mengetik pertanyaan. Meski begitu, pengembang yang mengintegrasikan layanan tersebut ke dalam produk mereka perlu mengevaluasi biaya sebelum penagihan dimulai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More