Perkembangan akal imitasi (artificial intelligence/AI) perlu diimbangi dengan landasan etika yang kuat agar kemajuan teknologi tetap menghadirkan keadilan, melindungi martabat manusia dan memberi manfaat yang merata bagi masyarakat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyatakan nilai-nilai syariah dapat menjadi salah satu kerangka etika yang relevan untuk menjawab tantangan tersebut.
