Samsung Garap Galaxy Aero, Smartwatch Murah Tanpa Wear OS

- Referensi “Samsung Galaxy Aero” dan “galaxy_rtos_watch” ditemukan dalam kode aplikasi Galaxy Wearable, mengindikasikan Samsung menyiapkan smartwatch baru di luar lini Galaxy Watch.
- Galaxy Aero diduga memakai RTOS, bukan Wear OS, sehingga berpotensi lebih hemat sumber daya namun dengan fungsi dan ekosistem aplikasi lebih terbatas.
- Perangkat ini berpotensi mengisi segmen smartwatch Samsung yang lebih terjangkau, dengan perkiraan harga Rp2 juta-Rp3 jutaan; spesifikasi, jadwal rilis, dan keberadaannya belum dikonfirmasi Samsung.
Samsung dikabarkan sedang menyiapkan smartwatch baru di luar lini Galaxy Watch. Perangkat yang disebut Galaxy Aero tersebut menarik perhatian karena diduga tidak akan menggunakan Wear OS seperti lini Galaxy Watch pada umumnya. Informasi mengenai perangkat ini mencuat setelah referensi Galaxy Aero ditemukan di dalam kode aplikasi Galaxy Wearable.
Salah satu kode yang ditemukan mengarah pada penggunaan RTOS (Real-Time Operating System). Sistem operasi tersebut dikenal lebih ringan dan banyak digunakan pada perangkat wearable dengan fungsi yang lebih spesifik. Jika benar diluncurkan, Galaxy Aero berpotensi menjadi pilihan baru Samsung di segmen smartwatch terjangkau.
Berikut sejumlah bocoran mengenai Galaxy Aero yang sejauh ini terungkap.
1. Galaxy Aero muncul di kode Galaxy Wearable

Laporan SamMobile mengungkap adanya baris kode “galaxy_rtos_watch” di dalam aplikasi Galaxy Wearable. Kode tersebut dikaitkan dengan perangkat bernama “Samsung Galaxy Aero”. Kemunculan istilah “watch” dan “RTOS” menjadi indikasi bahwa Samsung kemungkinan sedang menyiapkan perangkat wearable baru berbentuk jam tangan.
Informasi tersebut muncul di tengah kabar mengenai pengembangan Galaxy Fit 4. Namun, Galaxy Fit selama ini lebih dikenal sebagai lini gelang kebugaran, sehingga Galaxy Aero kemungkinan merupakan perangkat berbeda jika nantinya benar-benar diluncurkan. Sejauh ini belum ada informasi mengenai desain, ukuran layar, spesifikasi, maupun fitur Galaxy Aero. Samsung juga belum mengumumkan perangkat tersebut secara resmi.
2. Galaxy Aero diduga gunakan RTOS

Hal yang menarik dari Galaxy Aero adalah sistem operasi yang kemungkinan akan digunakan. Berdasarkan kode “galaxy_rtos_watch”, perangkat ini diduga akan menggunakan RTOS sebagai pengganti Wear OS. RTOS merupakan sistem operasi yang dirancang untuk menjalankan fungsi tertentu secara efisien. Penggunaan sistem operasi semacam ini dapat membantu perangkat bekerja dengan sumber daya yang lebih terbatas dan berpotensi membuat konsumsi dayanya lebih efisien.
Namun, perangkat berbasis RTOS biasanya tidak menawarkan kemampuan dan ekosistem aplikasi seluas smartwatch yang menggunakan sistem operasi seperti Wear OS. Karena itu, apabila Galaxy Aero benar hadir dengan RTOS, perangkat ini kemungkinan akan lebih mengutamakan fungsi dasar smartwatch dan kebugaran. Fitur seperti pemantauan aktivitas, kesehatan, tidur, serta notifikasi menjadi fitur yang masuk akal, tetapi belum bisa dianggap sebagai spesifikasi Galaxy Aero sebelum Samsung memberikan informasi resmi.
3. Berpotensi jadi smartwatch Samsung yang lebih terjangkau

Kemunculan Galaxy Aero menarik karena Samsung sudah memiliki Galaxy Fit di kategori gelang kebugaran dan Galaxy Watch di segmen smartwatch. Apabila resmi diluncurkan, Galaxy Aero berpotensi mengisi celah di antara kedua lini tersebut dengan menawarkan desain jam tangan dan sistem yang lebih sederhana. Menurut Tech Advisor, perangkat ini diperkirakan dibanderol sekitar 100 hingga 150 euro atau setara Rp2 juta-Rp3 jutaan.
Harga tersebut masih berupa perkiraan dan belum dikonfirmasi Samsung sehingga belum bisa dijadikan patokan. Jika berada di kisaran tersebut, Galaxy Aero kemungkinan akan menyasar pengguna yang menginginkan smartwatch Samsung dengan harga lebih terjangkau dibandingkan Galaxy Watch reguler. Meski begitu, belum diketahui apakah perangkat ini akan menjadi penerus Galaxy Watch FE atau justru menempati posisi baru dalam lini smartwatch Samsung.
Untuk saat ini, Galaxy Aero masih sebatas perangkat yang terindikasi dari kode aplikasi. Belum diketahui kapan Samsung akan memperkenalkannya, termasuk spesifikasi, fitur, harga, dan pasar yang akan dituju. Samsung pun belum mengonfirmasi keberadaan Galaxy Aero secara resmi sehingga cukup menarik untuk mengikuti perkembangan berikutnya.






















