Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
21 Potret Menakjubkan Desa Kuno Besalu, Seperti Masuk Mesin Waktu
Jembatan Desa Besalu saat senja. (Foto: Catalunya Tourism Board)
  • Desa kuno Besalu di Catalonia, Spanyol, berdiri sejak abad ke-10 dan terkenal dengan jembatan batu abad ke-12 yang menjadi ikon serta benteng pertahanan masa lampau.
  • Besalu menyimpan warisan budaya Yahudi dan Katolik, termasuk Mikve—pemandian ritual Yahudi abad ke-12 yang langka di Eropa dan kini hanya dibuka sesekali untuk umum.
  • Meski luasnya hanya 4,9 km persegi, desa ini tetap terawat, dapat dikunjungi gratis, dan rutin menggelar festival pandai besi internasional setiap pekan perayaan Paskah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Abad ke-10 Masehi

Desa Besalu telah berdiri dan menjadi ibu kota wilayah independen yang membentang hingga Cerdanya.

Abad ke-12

Jembatan berbenteng di Besalu dibangun dan menjadi bagian penting dari struktur pertahanan desa.

Tahun 1111 Masehi

Wilayah Besalu berada di bawah kendali Barcelona setelah sebelumnya menjadi wilayah independen.

Tahun 1492

Komunitas Yahudi diusir dari Besalu, mengakhiri masa hidup berdampingan dengan komunitas Katolik.

Kini

Kondisi Desa Besalu masih sangat terawat. Ada festival tahunan pandai besi saat pekan Paskah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

SEWAKTU menjejakkan kaki di anak tangga pertama jembatan Desa Besalu yang tersembunyi di kawasan La Garrotxa, Provinsi Girona, Catalonia, Spanyol, memori masa kecil saya seketika bermunculan lagi. Saya seakan masuk ke dalam pusaran lorong waktu, dongeng-dongeng dalam buku cerita abad pertengahan tampak nyata di depan mata.

Saya langsung terpana saat melihat bangunan dan jembatan berbatu kokoh yang akan menghubungkan saya dengan sebuah desa dari masa lalu, dari abad ke-10 Masehi (Abad Pertengahan), desa yang sudah berdiri lebih dari 2000 tahun silam dan hingga kini masih dihuni para keturunan penduduk aslinya. Bayangkan!

Panjang jembatan yang dibangun pada abad ke-12 Masehi itu 44 meter. Tembok pembatasnya tebal, pintu gerbangnya tinggi menjulang dengan bagian atas yang membentuk lengkungan setengah lingkaran. Saya lalu membayangkan di masa silam, pintu itu tentu dijaga prajurit berbaju zirah rantai hauberk atau anyaman cincin logam, yang berdiri tegap di kedua sisinya. Tentu saja saya juga membayangkan mereka dilengkapi helm baja dengan pelindung wajah bercelah di bagian mata dan hidungnya, serta dipersenjatai pedang atau tombak panjang.

Imajinasi saya rasanya tidak terlalu berlebihan, karena selain untuk menahan aliran Sungai Fluvia, jembatan ini juga merupakan benteng pertahanan di masanya sehingga harus dijaga ketat. Dari informasi yang tertulis di pintu gerbang jembatan disebutkan asal usul jembatan ini sebetulnya tidak diketahui. Namun datanya disebutkan dalam dokumen pada tahun 1075 dan struktur dasarnya kemungkinan berasal dari masa itu.

Untuk melindungi desa dari banjir dan serangan musuh, jembatan tersebut harus sering dimodifikasi. Pertama pada tahun 1315, kemudian 1395 dengan penambahan menara pertahanan, lalu 1680, dan terakhir pada tahun 1960-an setelah sebagian hancur akibat ledakan pada tahun 1939, selama Perang Saudara Spanyol.

Meski sempat hancur beberapa kali akibat banjir dan perang saudara, kondisi jembatan dan desa Besalu kini masih sangat terawat. Terletak tidak jauh dari garis pantai Costa Brava, Besalu merupakan ibu kota pada abad ke-10 dan ke-11 dari sebuah wilayah independen yang membentang hingga ke barat sampai kota Cerdanya sebelum berada di bawah kendali Barcelona pada tahun 1111 Masehi. Cerdanya adalah lembah tinggi di Pegunungan Pyrenees, Eropa yang saat ini terbagi dua, wilayah utara yang berada di Prancis dan wilayah selatan yang berada di bawah kendali Spanyol.

Besalu meninggalkan warisan Yahudi dan Katolik, termasuk tiga gereja Romawi. Dua komunitas ini hidup bersama dalam damai hingga orang Yahudi diusir pada tahun 1492. Yang paling indah dari semuanya adalah pemandangan fantastis desa di seberang jembatan berbenteng abad ke-11 yang berkelok-kelok yang melintasi sungai.

Saat ini kondisi Besalu masih sangat terawat, bahkan pengunjung masih bisa melihat Mikve (pemandian ritual Yahudi) yang dibangun pada abad ke-12 . Pemandian ini merupakan salah satu dari sedikit pemandian ritual bergaya Yahudi yang tersisa di Eropa. Bagi penganut Yahudi di Besalu, setidaknya sekali dalam hidup mereka harus melakukan ritual di pemandian ini.

Menuju Mikve, pengunjung harus melewati sebuah pintu kecil dan menuruni anak-anak tangga. Ukuran pemandiannya tidak besar, sekitar 2 x 1 meter. Meski berada di bawah bangunan dekat sungai, sirkulasi udara di Mikve sangat baik. Alih-alih panas dan pengap, udaranya justru sejuk dengan hembusan angin dari jendela-jendela kecilnya. Namun saat ini lokasi pemandian tersebut ditutup untuk umum, hanya sesekali saja dibuka.

Besalu juga dikenal sebagai desa pandai besi yang terlihat dari simbol-simbol khusus di pintu rumah penghuninya. IDN Times mendapat kesempatan merangkum keindahan desa ini dalam berbagai potret akhir April 2026 lalu. Sudah siap masuk mesin waktu?

1. Jembatan Desa Besalu yang ikonik. Di pintu gerbang yang berada di tengah jembatan tertulis sejarah jembatan yang beberapa kali mengalami restorasi

Jembatan Desa Besalu. (Foto: Catalunya Tourism Board)

2. Besalu yang dibangun lebih dari 2000 tahun lalu bisa dikunjungi secara gratis. Namun untuk mengetahui detail desa ini, Anda bisa menggunakan guide

Suasana di Desa Besalu, Spanyol. (Foto: Jprdi Gallego)

3. Setiap tahun desa ini akan menggelar festival pandai besi berskala internasional yang biasanya dilaksanakan pada pekan perayaan Paskah

Festival di Besalu, Costa Brava, Catalonia. (dok. Catalunya Tourism Board)

4. Mikve, tempat ritual pemandian komunitas Yahudi di Besalu. Biasanya dilakukan saat akan melepas masa lajang

Milve, pemandian ritual Yahudi di Desa Besalu yang masih terawat hingga saat ini. (IDN Times/Umi Kalsum)

5. Desa Besalu tidak terlalu besar, luasnya hanya 4,9 km persegi. Jembatan dengan kolom-kolom yang mengangkangi Sungai Fluvia-nya sangat terkenal

Desa Abad Pertengahan Besalu di Catalonia, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

6. Potret lama jembatan ikonik Desa Besalu. Kapan asal usulnya tidak diketahui, tapi dokumen pertama yang mencatat sejarahnya ada di tahun 1075 Masehi

Potret lama jembatan di Desa Besalu, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

7. Rumah-rumah di Desa Besalu kebanyakan terdiri dari tiga lantai dengan ciri khas balkon di setiap lantainya

Rumah-rumah di desa Besalu. (IDN Times/Umi Kalsum)

8. Sebagian besar bangunan di desa ini beralih fungsi sebagai toko souvenir dengan pernak-pernik yang menarik

Toko souvenir di Desa Besalu. (IDN Times/Umi Kalsum)

9. Sebuah kafe didirikan di bangunan tua yang menjadi pusat komunitas Yahudi di desa ini

Beberapa bangunan di Desa Besalu, Spanyol beralih fungsi menjadi cafe. (IDN Times/Umi Kalsum)

10. Simbol yang menandakan komunitas Yahudi di Desa Besalu, di dekat simbol ini masih ada pemandian tua untuk ritual yang dikenal dengan sebutan Mikve

Simbol komunitas Yahudi di Desa Besalu, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

11. Papan ini menjelaskan tentang lokasi Escola jueva atau Sekolah Yahudi lama. Teks pada papan mencatat bahwa hanya sisa-sisa fasad yang bertahan, sementara sisa bangunan lainnya hancur karena banjir

Informasi sekolah Yahudi di Desa Besalu, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

12. Circusland, museum seni sirkus yang menampung koleksi seni sirkus, termasuk miniatur sirkus terbesar di dunia

Gedung sirkus yang sangat terkenal di Besalu, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

13. Bangunan berbatu yang jadi ciri khas Abad Pertengahan di tepi Sungai Fluvia, masih bertahan hingga saat ini

Bangunan bersejarah di Desa Besalu, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

14. Jalan setapak berbatu yang sempit dengan kontur naik turun menjadi salah satu ciri yang membedakan Besalu dengan desa lainnya

Desa Besalu, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

15. Besalu dikenal juga sebagai tempat tinggal para perajin besi, terlihat dari simbol-simbol khusus di pintu rumah penghuninya

Desa Besalu, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

16. Saat ini masih banyak keturunan asli dan Yahudi yang tinggal di desa ini

Desa Abad Pertengahan Besalu di Catalonia, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

17. Gereja Biara Sant Pere de Besalu. Bangunan ini merupakan contoh arsitektur Romanesque abad ke-12 dan masih beroperasional hingga hari ini

Gereja kuno di Desa Besalu, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

18. Muralles de Besalu atau Tembok Besalu yang terdaftar sebagai Aset Kepentingan Budaya. Kursi Penyihir yang menempel di tembok merupakan instalasi seni karya Ester Baulida

Desa Besalu, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

19. Struktur abad ke-12 ini di zaman Romawi memiliki ciri berbenteng dengan menara gerbang yang khas

Desa Abad Pertengahan Besalu di Catalonia, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

20. Menara pertahanan yang berdiri di atas jembatan ini tingginya 30 meter dan di tengahnya dahulu kala berfungsi sebagai titik pemungutan cukai

Desa Abad Pertengahan Besalu di Catalonia, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

21. Papan informasi yang menjelaskan sejarah jembatan yang sudah berulang kali direnovasi, terakhir sempat hancur karena perang saudara di Spanyol

Desa Abad Pertengahan Besalu di Catalonia, Spanyol. (IDN Times/Umi Kalsum)

Indah dan menakjubkan bukan? Kalau kamu tertarik, Singapore Airlines saat ini terbang ke Barcelona lima kali dalam seminggu, 2 kali penerbangan langsung dan 3 kali melalui Milan. Pada Juli dan Agustus, frekuensi penerbangan akan ditingkatkan menjadi 5 kali langsung setiap minggunya.

Editorial Team

Related Article