Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Pilih Kursi Pesawat Sesuai Tujuan, Bukan Sekadar Dekat Jendela

5 Cara Pilih Kursi Pesawat Sesuai Tujuan, Bukan Sekadar Dekat Jendela
ilustrasi naik pesawat terbang (pexels.com/George Zografidis)
Intinya Sih
  • Pemilihan kursi pesawat sebaiknya disesuaikan dengan tujuan perjalanan, seperti mobilitas tinggi untuk bisnis atau kenyamanan ekstra untuk penerbangan panjang.
  • Kursi di lorong memudahkan pergerakan, area sayap lebih stabil dari turbulensi, dan bagian depan cocok bagi penumpang yang ingin cepat keluar.
  • Hindari baris belakang jika ingin suasana tenang, serta perhatikan ruang kaki dan posisi sandaran agar perjalanan lebih nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak orang langsung memilih kursi dekat jendela saat memesan tiket pesawat. Padahal, kursi terbaik sebenarnya bergantung pada tujuan perjalanan dan kebutuhan masing-masing penumpang. Perjalanan bisnis, liburan singkat, hingga penerbangan jarak jauh membutuhkan strategi yang berbeda agar perjalanan lebih nyaman.

Memilih kursi pesawat dengan tepat juga bisa membantu mengurangi rasa lelah, mempermudah mobilitas, bahkan membuat proses turun dari pesawat lebih cepat. Daripada hanya mengikuti kebiasaan memilih kursi favorit, simak beberapa tips berikut agar pengalaman terbangmu semakin maksimal.

1. Pilih kursi lorong jika mengejar mobilitas

ilustrasi kursi lorong
ilustrasi kursi lorong (pexels.com/Natã Romualdo)

Jika tujuan perjalananmu adalah perjalanan bisnis atau kamu memiliki jadwal yang padat setelah mendarat, kursi lorong atau aisle seat bisa menjadi pilihan yang paling tepat. Kursi ini memudahkanmu keluar-masuk tanpa mengganggu penumpang lain, terutama saat ingin ke toilet atau mengambil barang di kompartemen kabin.

Selain itu, duduk di kursi lorong biasanya lebih mudah keluar ketika pesawat sudah tiba di tujuan. Namun, kamu tetap harus duduk hingga tanda sabuk pengaman dimatikan demi keselamatan. Sehingga memilih posisi yang memudahkan mobilitas tetap perlu disesuaikan dengan prosedur keselamatan, ya!

2. Pilih kursi dekat sayap untuk penerbangan panjang

ilustrasi kursi dekat sayap
ilustrasi kursi dekat sayap (pexels.com/Kai-Chieh Chan)

Kalau kamu akan menempuh penerbangan panjang dengan durasi lebih dari 4 atau 5 jam, pertimbangkan untuk memilih kursi yang berada di sekitar sayap pesawat. Area ini merupakan titik gravitasi pesawat sehingga biasanya mengalami guncangan yang lebih ringan dibandingkan dengan bagian depan atau belakang ketika melewati turbulensi.

Posisi di sekitar pusat gravitasi pesawat umumnya terasa lebih stabil dibandingkan dengan bagian ekor. Area ini juga cocok bagi kamu yang sangat takut dengan guncangan saat turbulensi selama terbang.

3. Duduk di bagian depan jika ingin cepat keluar

ilustrasi kursi pesawat
ilustrasi kursi pesawat (pexels.com/Thomas Zimball)

Bagi kamu yang mengejar jadwal kereta, bus, atau penerbangan lanjutan, duduk di bagian depan kabin dapat membantu menghemat waktu saat proses turun dari pesawat. Meski selisih waktunya tidak terlalu besar, penumpang di barisan depan biasanya lebih dahulu keluar sehingga bisa lebih cepat menuju area imigrasi, pengambilan bagasi, atau transportasi lanjutan.

Strategi ini juga cukup membantu terutama ketika bandara sedang ramai. Namun, kamu tetap harus duduk hingga tanda sabuk pengaman dimatikan demi keselamatan dan tidak buru-buru ingin keluar dari pesawat, ya.

4. Hindari baris paling belakang jika ingin suasana lebih tenang

ilustrasi kursi bagian belakang
ilustrasi kursi bagian belakang (pexels.com/Jeffry Surianto)

Bagian belakang pesawat sering kali berada dekat galley atau dapur kabin dan toilet. Kondisi ini membuat area ini cenderung lebih ramai karena lalu lalang awak kabin maupun penumpang lainnya.

Jika tujuan perjalananmu adalah beristirahat selama penerbangan, sebaiknya pilih kursi yang berada di bagian tengah kabin dan gak terlalu dekat dengan toilet. Suasana yang lebih tenang bisa membuat kualitas istirahatmu selama penerbangan jadi lebih baik.

5. Perhatikan ruang kaki dan posisi sandaran kursi

ilustrasi dekat pintu darurat
ilustrasi dekat pintu darurat (pexels.com/Miguel Cuenca)

Duduk di pesawat selama berjam-jam tentu akan terasa melelahkan jika ruang untuk bergerak sangat terbatas. Karena itu, jangan ragu memilih kursi dengan ruang kaki yang lebih lega seperti di dekat pintu darurat, terutama jika kamu memiliki postur tubuh tinggi atau akan menempuh penerbangan jarak jauh. Sedikit ruang tambahan bisa membuatmu lebih nyaman saat meregangkan kaki atau mengubah posisi duduk.

Selain ruang kaki, perhatikan juga kenyamanan kursi yang akan dipilih. Ada beberapa kursi yang sandarannya gak bisa direbahkan sepenuhnya atau berada di area yang lebih ramai. Informasi ini biasanya bisa diketahui melalui peta kursi yang disediakan maskapai sebelum kamu menyelesaikan pemesanan.

Sebelum memilih kursi, luangkan waktu untuk melihat peta kursi yang disediakan maskapai. Dari sana, kamu bisa mengetahui letak toilet, galley, pintu darurat, hingga kursi yang menawarkan ruang kaki yang lebih lega. Sedikit riset sebelum check-in bisa membantu menemukan kursi yang paling sesuai kebutuhanmu, bukan sekadar yang berada di dekat jendela.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More