Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Destinasi Wisata NTT yang Ditutup Sementara akibat Cuaca Buruk

3 Destinasi Wisata NTT yang Ditutup Sementara akibat Cuaca Buruk
Potret kapal bersandar di Labuan Bajo, Flores, NTT (IDN Times/Dewi Suci R.)
Intinya Sih
  • Tiga destinasi wisata di NTT, yaitu Desa Adat Waerebo, Wisata Bahari Nuca Molas, dan pelayaran ke Taman Nasional Komodo ditutup sementara akibat cuaca ekstrem.
  • Penutupan dilakukan karena hujan lebat, angin kencang, serta risiko longsor dan gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan wisatawan dan warga sekitar.
  • Pihak pengelola dan pemerintah daerah akan membuka kembali destinasi tersebut setelah kondisi cuaca dinyatakan aman dan informasi resmi diumumkan melalui kanal masing-masing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Nusa Tenggara Timur (NTT) selalu menjadi primadona bagi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Wilayah ini memiliki bentang alam yang luar biasa indah, mulai dari gugusan pulau eksotis di Labuan Bajo hingga perbukitan sabana yang memukau di Sumba.

Bagi kamu yang sedang merencanakan liburan atau sudah berada di wilayah NTT dalam waktu dekat, ada baiknya untuk lebih waspada dan rutin memantau prakiraan cuaca terkini. Pasalnya, cuaca ekstrem berupa angin kencang, hujan lebat, serta gelombang tinggi dilaporkan tengah melanda sejumlah wilayah di sana. Hal ini tentu saja berpotensi berbahaya bagi aktivitas pariwisata.

Demi menjamin keselamatan wisatawan, pihak pengelola bersama pemerintah daerah setempat menutup sementara beberapa destinasi wisata populer di NTT. Di mana sajakah itu? Simak daftar destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur yang ditutup sementara akibat cuaca buruk berikut ini!

1. Desa Adat Waerebo

Potret Desa Waerebo di Nusa Tenggara Timur (unsplash.com/ashley_hayes)
Potret Desa Waerebo di Nusa Tenggara Timur (unsplash.com/ashley_hayes)

Desa Adat Waerebo Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, ditutup sementara sejak Selasa (21/7/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Lembaga Pelestari Budaya Waerebo (LPBW) sebagai pengelola Desa Wisata Waerebo menyampaikan kabar tersebut secara resmi melalui Instagram @waerebo.official.

"Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi demi keselamatan dan keamanan seluruh pengunjung, pemandu lokal, serta masyarakat, mengingat kondisi cuaca yang sedang buruk, curah hujan yang tinggi, serta meningkatnya risiko longsor dan gangguan pada jalur trekking menuju ke Waerebo," tulis Lembaga Pelestari Budaya Waerebo di Instagram resminya, @waerebo.official, Selasa (21/7/2026).

Sehari sebelum penutupan, pengelola juga mengunggah imbauan, sekaligus peringatan untuk para wisatawan dan semua pihak yang hendak pergi ke Waerebo agar menunda perjalanannya. Cuaca tak kunjung membaik membuat mereka melakukan penutupan sementara waktu.

Informasi terkait pembukaan kembali akan disampaikan pengelola melalui kanal resmi Desa Wisata Waerebo setelah kondisi cuaca dan jalur perjalanan dinyatakan aman.

2. Wisata Bahari Nuca Molas

Potret keindahan Nuca Molas di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (dok. Jadesta Kemenparekraf)
Potret keindahan Nuca Molas di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (dok. Jadesta Kemenpar)

Selain Desa Adat Waerebo, Wisata Bahari Nuca Molas juga ditutup sementara sejak kemarin, Rabu (22/7/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan. IDN Times mengonfirmasi hal ini kepada pihak pengelola Nuca Molas melalui pesan singkat.

"Sekarang Wisata Nuca Molas kami masih tutup dikarenakan cuaca belum membaik," tulis pengelola Nuca Molas, Hajazainuddin, pada Kamis (23/7/2026).

Tiga hari sebelum penutupan, pengelola juga mengunggah imbauan dan peringatan kepada wisatawan terkait curah hujan tinggi yang sedang terjadi di Nuca Molas melalui akun Instagram @nucamolas.official. Kondisi tersebut menyebabkan adanya gelombang tinggi, jalur licin, serta ombak dan arus laut bisa meningkat secara tiba-tiba. Apabila cuaca sudah membaik, pengelola akan memberikan pengumuman lanjutan terkait pembukaannya.

3. Pelayaran ke Taman Nasional Komodo

Potret Pulau Padar di Labuan Bajo, Indonesia (unsplash.com/fifani)
Potret Pulau Padar di Labuan Bajo, Indonesia (unsplash.com/fifani)

Pelayaran wisata ke sejumlah pulau di kawasan Taman Nasional Komodo juga ditutup sejak kemarin, Rabu (22/7/2026) hingga Jumat (24/7/2026). Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo mengumumkan penutupan tersebut melaluii akun Instagram resmi @djpl_ksoplabuanbajo.

Keputusan ini didasarkan pada prakiraan cuaca maritim BMKG Stasiun Meteorologi Maritim (Stamar) Tenau, Kupang, pada 19-22 Juli 2026. Dalam prakiraan tersebut, ada potensi kecepatan angin hingga 24 knot dari arah tenggara dan ketinggian gelombang kategori sedang di perairan Selat Sape bagian selatan.

Hanya speed boat dengan rute pelayaran ke Pulau Rinca yang mendapatkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Artinya, semua kapal phinisi, open deck, dan kapal wisata lainnya dilarang beroperasi ke pulau-pulau di kawasan Taman Nasional Komodo, seperti Pulau Komodo, Pulau Kanawa, Pulau Padar, dan sebagainya.

Demikian daftar destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur yang ditutup akibat cuaca buruk. Kamu bisa menyusun ulang rencana perjalanan atau mengunjungi destinasi lain yang tak kalah indah dari ketiga tempat di atas, ya! Stay safe everyone!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More