Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Fakta Unik Masjid Muslim Kobe, Masjid Tertua di Jepang
pemandangan fasad depan Masjid Kobe (commons.wikimedia.org/Zairon)
  • Masjid Kobe, dibangun pada 1935 di Nakayamate Dori, dikenal sebagai masjid pertama Jepang dan telah melayani komunitas Muslim selama sekitar 90 tahun.
  • Dirancang arsitek Ceko Jan Josef Švagr bergaya Turki, masjid tiga lantai ini memiliki aula salat terpisah, galeri azan, dinding marmer putih, dan ornamen emas.
  • Masjid Kobe bertahan dari serangan udara 1945 serta Gempa Hanshin 1995, tetap terbuka bagi non-Muslim melalui ceramah dan kuliah umum tentang Islam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kobe telah menjadi pusat pertukaran budaya sejak abad ke-19, saat para pedagang dari berbagai negara menetap di kota pelabuhan ini. Kehadiran mereka memengaruhi kuliner, bangunan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Kawasan Kitano terkenal dengan rumah-rumah tua bergaya Barat. Tak jauh dari sana, berdiri sebuah bangunan dengan desain yang sangat berbeda, yang telah menjadi tempat ibadah bagi umat Muslim di Jepang selama sekitar 90 tahun.

Masjid Kobe dibangun pada tahun 1935 dan dikenal sebagai masjid pertama di Jepang. Masjid ini terletak di Nakayamate Dori, Chuo-ku, Kobe, dan berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Motomachi. Yuk, simak fakta unik tentang Masjid Kobe berikut ini, guys!

1. Arsitektur Masjid Kobe

Pemandangan mihrab dan mimbar di dalam Masjid Kobe. (commons.wikimedia.org/Zairon)

Masjid Kobe dibangun dengan gaya Turki oleh seorang arsitek asal Ceko, Jan Josef Švagr. Ia juga merancang beberapa bangunan keagamaan lainnya di Jepang. Desain bagian luar masjid menampilkan menara yang terinspirasi oleh bentuk-bentuk khas Turki kuno, lapor JapanTravel. Di bagian dalam, dinding marmer putih dan lukisan bernuansa emas menambah keindahan Masjid Kobe.

Masjid Kobe merupakan bangunan tiga lantai dengan desain yang khas. Strukturnya terdiri atas bagian dasar, badan bangunan, dan galeri. Lantai pertama berfungsi sebagai aula salat bagi laki-laki, sedangkan lantai kedua digunakan oleh perempuan. Adapun galeri tersebut digunakan untuk mengumandangkan azan.

2. Berhasil bertahan melewati perang dan bencana alam

Pemandangan Masjid Kobe yang selamat dari serangan udara pada tahun 1945. (commons.wikimedia.org/Celebrating 130 Years of Islam in Japan)

Angkatan Laut Jepang mengambil alih Masjid Kobe pada tahun 1943 selama Perang Dunia II. Upaya untuk memulihkan masjid tersebut mencerminkan kuatnya iman dan tekad komunitas Muslim. Bangunannya sebagian besar tidak mengalami kerusakan selama serangan udara tahun 1945, kata Islamic Heritage. Kelestarian bangunan ini menjadikannya simbol harapan serta bagian penting dari sejarah Kobe.

Masjid Kobe mengalami kerusakan akibat Gempa Besar Hanshin pada tahun 1995 namun tetap berdiri kokoh. Masjid ini terus berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Muslim setempat dan menjadi pusat penting bagi komunitas Muslim selama masa pemulihan. Ketahanannya menghadapi perang dan bencana alam membuatnya dijuluki sebagai "Masjid Mukjizat".

3. Terbuka bagi non-Muslim

Upacara pembukaan Masjid Kobe pada tahun 1935. (commons.wikimedia.org/NPO法人千葉イスラーム文化センター)

Minat terhadap Islam di Jepang terus meningkat dari tahun ke tahun. Masjid Kobe menyambut baik umat Muslim maupun non-Muslim yang ingin mempelajari agama ini. Para syekh dan ustaz secara berkala memberikan ceramah dan kuliah umum, dilansir Food Diversity Today. Kegiatan-kegiatan ini membantu menyebarluaskan pengetahuan tentang Islam serta mempererat hubungan antara umat Muslim dan masyarakat Jepang.

Selain desain dan sejarahnya, Masjid Kobe memegang peranan penting bagi komunitas Muslim Jepang. Masjid ini berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus pusat untuk mempererat tali silaturahmi. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak masjid dibangun di berbagai penjuru negeri. Kini, Masjid Kobe merupakan salah satu dari lebih dari 113 masjid yang ada di Jepang.

Masjid Kobe telah melayani komunitas Muslim Jepang selama bertahun-tahun. Desain yang bergaya Turki serta ketahanan menghadapi perang dan bencana alam menjadikannya sebuah situs yang istimewa. Hingga kini, masjid ini tetap menjadi tempat ibadah, pusat pembelajaran tentang Islam, dan bagian penting dari warisan budaya Kobe.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article