Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Air Terjun Abadi di Indonesia, Konon Tidak Kering saat Kemarau!

5 Air Terjun Abadi di Indonesia, Konon Tidak Kering saat Kemarau!
Air Terjun Tumpak Sewu, Lumajang, Jawa Timur (pexels.com/one second before sunset)
Share Article

Indonesia memiliki banyak sekali air terjun. Sebagian di antaranya dikatakan unik lantaran memiliki aliran abadi. Maksudnya, meski musim kemarau, aliran air terjun tersebut tidak pernah kering alias tetap menderu dengan indah, lho.

Penasaran air terjun apa saja yang dimaksud? Berikut daftarnya. Datanglah saat musim kemarau dan buktikan apakah benar aliran airnya masih muncul!

1. Air Terjun Tumpak Sewu

Air Terjun Tumpak Sewu
Air Terjun Tumpak Sewu (unsplash.com/Agto Nugroho)

Terletak di perbatasan antara dua wilayah Jawa Timur yakni Lumajang dan Malang, Air Terjun Tumpak Sewu termasuk air terjun yang memiliki aliran abadi alias tidak mengering meskipun musim kemarau panjang tiba.

Alasannya karena air terjun dengan ciri khas formasinya melebar bak tirai raksasa tersebut memiliki mata air alami yang bersumber dari resapan air Gunung Semeru yang sangat masif. Karena tidak pernah mengering, Air Terjun Tumpak Sewu jadi tujuan wisata yang populer saat musim kemarau tiba.

2. Air Terjun Ladenring

Air Terjun Ladenring, Bone, Sulawesi Selatan
Air Terjun Ladenring, Bone, Sulawesi Selatan (google.com/maps/Makmur Jaya)

Banyak air terjun di Sulawesi yang mengering saat musim kemarau tiba. Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan Air Terjun Ladenring di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Bukannya mengering, aliran air terjunnya tetap eksis dan membasahi area sekitarnya, lho.

Air terjun hidden gems ini memiliki aliran air abadi alias tidak mengering karena masyarakat setempat percaya bahwa hulu sungainya berada di kawasan hutan adat yang masih sangat terjaga kelestariannya. Pohon-pohon besar yang mendiami di hulu berfungsi sebagai spons raksasa yang menyerap sekaligus menyimpan cadangan air dalam jumlah melimpah, lho.

3. Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk, Gunung Kidul, Yogyakarta
Air Terjun Sri Gethuk, Gunung Kidul, Yogyakarta (google.com/maps/Bob Elenbass)

Gunung Kidul di Yogyakarta memiliki riwayat kabupaten yang gersang saat musim kemarau panjang melanda. Secara geologi, Gunung Kidul merupakan kawasan karst yang kering, sebab itu saat musim kemarau ekstrem menjadi kering atau gersang.

Kabar baik sekaligus ajaibnya, ada satu air terjun yang alirannya tak henti alias tidak mengering saat musim kemarau yaitu Air Terjun Sri Gethuk. Air terjun abadi ini bisa sombong karena aliran airnya tidak mengandalkan curah hujan melainkan bersumber dari tiga mata air alami sekaligus, lho.

Mata air tersebut antara lain yakni mata air Ngumbul, Ngandong, dan Dong Poh. Ketiganya konon merupakan mata air purba yang mengalir lewat tebing-tebing kapur Gunung Kidul yang bermuara pada Sungai Oyo.

4. Air Terjun Pelangi atau Curug Cimahi

Air Terjun Pelangi atau Curug Cimahi
Air Terjun Pelangi atau Curug Cimahi (google.com/maps/WH Aliyah)

Jawa Barat terkenal dengan penampakan alamnya yang asri dan disebut sebagai surganya pencinta wisata air terjun. Sebab, di mana pun kamu menginjakkan kaki ke daerah di Jawa Barat pasti akan menjumpai curug atau air terjun.

Ada satu curug atau air terjun yang mengundang perhatian terutama saat musim kemarau datang yaitu Curug Cimahi atau yang dikenal dengan nama barunya Air Terjun Pelangi. Sumber air Curug Cimahi berasal dari Situ Lembang yang konon debit airnya tidak mengering saat musim kemarau.

Menariknya, ada alasan air pada curug tersebut abadi alias tidak mengering karena namanya. Yups, nama adalah doa seperti yang sering disebutkan oleh kebanyakan orang. Sebab, nama Curug Cimahi diambil dari kata ci yang artinya air, dan mahi yang artinya cukup.

Nama tersebut seolah diamini Tuhan yang memberkahi Air Terjun Pelangi atau Curug Cimahi dengan air yang tidak pernah mengering bahkan sampai puncak musim kemarau pun.

5. Air Terjun Bissapu

Air Terjun Bissapu, Bantaeng, Sulawesi Selatan
Air Terjun Bissapu, Bantaeng, Sulawesi Selatan (google.com/maps/Liani)

Air Terjun Bissapu yang berlokasi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan juga masuk deretan air terjun abadi di Indonesia, lho. Pasalnya air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 50 meter ini aliran airnya juga tidak mengering saat musim kemarau.

Aliran air terjun yang stabil tersebut dipengaruhi oleh vegetasi hijau yang mengepung Air Terjun Bissapu. Di mana, akar pepohonan-pepohonan pada hutan tersebut menampung air yang menjadi sumber air. Hutan di sekitar Air Terjun Bissapu masih terjaga kelestariannya!

Kamu bisa melihat pada gambar, bagaimana hijaunya area di sekitar Air Terjun Bissapu. Sejuk, asri, tenang, dan jauh dari hiruk pikuk kota, air terjun ini bisa jadi pilihan healing kembali ke alam.

Eksistensi dari deretan air terjun dengan aliran abadi menjadi pengingat kita akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Hutan lebat, ekosistem karst yang terjaga, serta daerah resapan air yang tidak terganggu adalah rahasia air terjun di atas tetap mampu mengalirkan kesegaran di tengah teriknya musim kemarau.

Dari lima air terjun abadi tadi, air terjun mana yang ingin kamu kunjungi sebagai tujuan liburan saat musim kemarau nanti?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

5 Kesalahan Saat Transit Pesawat yang Sering Dilakukan Pemula

26 Jun 2026, 16:25 WIBTravel