5 Air Terjun di Bali yang Bisa Dijangkau Tanpa Trekking Panjang

- Lima air terjun di Bali—Kanto Lampo, Tegenungan, Suwat, Tibumana, dan Kroya—bisa dicapai dari area masuk dalam sekitar 5–10 menit tanpa trekking panjang.
- Kanto Lampo, Tegenungan, Suwat, dan Tibumana menawarkan kolam alami untuk bermain air, dengan lanskap batu, tebing, pepohonan, serta area hijau di Gianyar dan Bangli.
- Kroya di Buleleng memiliki kolam sekitar empat meter dan aktivitas sliding serta jumping; seluruh destinasi buka setiap hari dengan tiket mulai Rp15.000 hingga Rp25.000.
Pulau Bali tidak hanya punya pantai dan sunset yang cantik. Di balik kawasan hijau serta perbukitannya, ada banyak air terjun yang menawarkan suasana sejuk dengan segarnya air alami.
Menariknya, kamu gak harus selalu melewati jalur panjang untuk bisa menikmatinya. Beberapa air terjun di Bali bisa dijangkau dengan jalan kaki relatif singkat dari area parkir atau loket masuk. Jalurnya memang tetap memiliki tangga atau permukaan yang menurun, tetapi kamu gak perlu menyiapkan fisik seperti saat melakukan trekking panjang.
Bagi kamu yang tertarik untuk mengunjunginya, berikut lima air terjun di Bali yang bisa dijangkau tanpa trekking panjang.
1. Air Terjun Kanto Lampo

Air Terjun Kanto Lampo (dok.pribadi/Natalia Indah) Destinasi pertama yang bisa dikunjungi dengan akses jalan kaki singkat adalah Air Terjun Kanto Lampo di Kabupaten Gianyar. Dari area parkir kendaraan, kamu perlu menuruni jalur berpaving dan tangga selama sekitar 5 - 10 menit saja.
Air Terjun Kanto Lampo memiliki karakter yang cukup berbeda dari air terjun lainnya. Airnya mengalir melewati susunan batu bertingkat sebelum jatuh ke kolam alami di bagian bawah. Kamu bisa menikmati kesegaran airnya di antara bebatuan maupun di kolam tersebut.
Lokasi: Jalan Kanto Lampo Waterfall, Beng, Kecamatan Gianyar, Gianyar
Jam operasional: setiap hari, pukul 06.30—17.30 WITA
Harga tiket masuk: Rp25.000 per orang
2. Air Terjun Tegenungan

suasana di sekitar Air Terjun Tegenungan (dok.pribadi/Natalia Indah) Air Terjun Tegenungan termasuk salah satu destinasi air terjun yang aksesnya relatif mudah dan banyak dikunjungi oleh wisatawan. Jalur ke air terjun ini sudah tertata dengan ratusan anak tangga dan dikelilingi pepohonan hijau. Untuk mencapai air terjun, kamu cukup berjalan kaki menuruni tangga tersebut selama sekitar 5 - 10 menit.
Objek wisata alam populer ini berupa air terjun setinggi 15 meter dengan air mengalir sangat deras dikelilingi pemandangan hijau. Kamu bisa bermain air, menjelajahi sekeliling air terjun, atau berfoto di sekitar air terjun. Kalau kondisi fisikmu kurang memungkinkan untuk turun hingga dasar, panorama air terjun juga dapat dinikmati dari area atas, lho!
Lokasi: Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar
Jam operasional: setiap hari, pukul 06.30—18.30 WITA
Harga tiket masuk: mulai dari Rp15.000 per orang
3. Air Terjun Suwat

Air Terjun Suwat (dok.pribadi/Natalia Indah) Kalau ingin menikmati suasana air terjun yang lebih tenang tanpa perjalanan kaki yang terlalu panjang, Air Terjun Suwat bisa menjadi pilihan. Kamu dapat melewati jalan setapak dari area masuk menuju air terjun dengan pemandangan persawahan dan perkebunan selama sekitar 5 - 10 menit.
Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter dan berada di area seperti ceruk yang dikelilingi pepohonan. Di bawahnya pun terdapat kolam cukup luas untuk bermain air atau berenang. Selain itu, terdapat rakit bambu yang bisa dinaiki atau menjadi spot foto yang menarik.
Lokasi: Jalan Pura Dalem Desa Suwat, Kecamatan Gianyar, Gianyar
Jam operasional: setiap hari, pukul 07.00—18.00 WITA
Harga tiket masuk: mulai dari Rp20.000 per orang
4. Air Terjun Tibumana

Air Terjun Tibumana (dok.pribadi/Natalia Indah) Berada di Kabupaten Bangli, Air Terjun Tibumana menawarkan suasana yang lebih tenang dengan latar pepohonan hijau dan tebing alami. Akses menuju lokasinya tergolong singkat, dengan jalan kaki sekitar 10 menit melewati jalan setapak, jembatan bambu, serta tangga beton.
Sesampainya di lokasi, kamu akan melihat aliran air setinggi sekitar 15 meter yang jatuh dari tebing menuju kolam alami. Airnya yang jernih, membuat area sekitar air terjun cocok untuk menikmati suasana sekaligus bermain air dengan tetap memperhatikan kondisi maupun aturan setempat.
Lokasi: Jalan Setra Agung, Apuan, Kecamatan Susut, Bangli
Jam operasional: setiap hari, pukul 07.00—18.00 Wita
Harga tiket masuk: mulai dari Rp15.000 per orang
5. Air Terjun Kroya

Air Terjun Kroya (dok.pribadi/Natalia Indah) Air Terjun Kroya merupakan air terjun menawan yang berada di kawasan Buleleng. Jalan kaki menuju air terjun ini termasuk trekking singkat selama sekitar 10 menit. Dari pintu masuk, kamu akan dimanjakan dengan suasana desa yang damai dengan pemandangan alam menakjubkan melewati jalan setapak landai serta beberapa anak tangga.
Air terjun ini punya ketinggian sekitar 12 meter dengan kolam berkedalaman sekitar 4 meter di bawahnya. Suasananya pun masih alami dan bersih. Menariknya lagi, kamu bisa mencoba sliding dan jumping sekaligus di air terjun.
Lokasi: Desa Sambangan, Sukasada, Buleleng
Jam operasional: setiap hari, sekitar pukul 08.00—17.00 WITA
Harga tiket masuk: sekitar Rp20.000 per orang
Menikmati air terjun di Bali gak harus selalu diawali dengan trekking panjang dan melelahkan. Beberapa air terjun di atas bisa jadi pilihan buat kamu yang ingin menyegarkan diri sambil menikmati suasana alam. Meski aksesnya relatif singkat dan mudah dilewati, tetap siapkan alas kaki yang nyaman dan perhatikan kondisi cuaca agar perjalanan tetap aman, ya!



















