Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Agen Prancis Layak Dikunjungi, Kota Kelahiran Aymeric Laporte
Agen, Prancis (commons.wikimedia.org/Didier Descouens)
  • Agen, kota kelahiran Aymeric Laporte, menawarkan suasana santai dengan jalanan tua, pasar tradisional, dan kawasan tepi sungai yang cocok untuk wisata berbeda di Prancis.
  • Prune d’Agen menjadi ikon kuliner utama kota ini, disajikan dalam berbagai olahan seperti selai, cokelat isi prune, hingga hidangan khas restoran lokal.
  • Katedral Saint-Caprais dan Marché Couvert d’Agen memperlihatkan kekayaan sejarah serta budaya kuliner warga setempat yang masih terjaga hingga kini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Agen (dibaca: ah-zhahn) mungkin belum sepopuler Paris, Bordeaux, atau Toulouse di kalangan wisatawan internasional yang mengunjungi Prancis. Padahal Agen merupakan kota kelahiran Aymeric Laporte, bek tengah yang lahir di Prancis tetapi memilih membela tim nasional Spanyol.

Agen memiliki banyak daya tarik yang sering luput dari perhatian wisatawan. Kota ini menawarkan pengalaman liburan yang lebih santai dengan jalanan tua, pasar tradisional, hingga kawasan tepi sungai yang nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Jika sedang mencari destinasi berbeda saat berkunjung ke Prancis, berikut beberapa alasan mengapa Agen layak masuk ke dalam itinerary liburanmu ke Prancis.

1. Menjelajahi pusat kota tua yang penuh bangunan bersejarah

Agen, Prancis (commons.wikimedia.org/Benjamin Smith)

Pusat kota Agen menjadi tempat terbaik untuk mengenal karakter kota yang telah berdiri sejak zaman Romawi. Kawasan ini dipenuhi jalan berbatu, alun-alun kecil, serta bangunan tua yang masih mempertahankan fasad klasik khas Prancis. Saat berjalan kaki, kamu akan menemukan deretan rumah dengan balkon besi tempa, jendela kayu berwarna pastel, hingga bangunan berarsitektur abad pertengahan yang masih digunakan sebagai toko maupun kafe. Suasananya jauh lebih tenang dibandingkan kota-kota besar seperti Paris atau Bordeaux sehingga cocok untuk menikmati perjalanan tanpa terburu-buru.

Banyak sudut kota yang menarik dijadikan lokasi berfoto karena setiap gang memiliki karakter yang berbeda. Di sepanjang jalan juga terdapat butik independen, toko suvenir, toko roti tradisional, hingga teras-teras kafe yang dipenuhi warga lokal. Duduk sejenak sambil menikmati kopi atau pastry menjadi cara sederhana untuk merasakan ritme kehidupan masyarakat Agen. Jika datang pada pagi hari, suasana kota terasa semakin nyaman karena aktivitas warga baru mulai berjalan dan jalanan belum terlalu ramai.

2. Mencicipi prune d'Agen yang menjadi ikon kuliner kota

ilustrasi prune d'Agen (commons.wikimedia.org/Jean-Marie Bidaux)

Nama Agen hampir selalu dikaitkan dengan prune d'Agen, yaitu buah prem yang dikeringkan menggunakan teknik tradisional hingga menghasilkan rasa manis alami dan tekstur yang lembut. Produk ini telah menjadi identitas kuliner kota selama berabad-abad bahkan diekspor ke berbagai negara. Tidak heran jika hampir setiap toko oleh-oleh maupun pasar tradisional menjual prune dalam berbagai ukuran dan kemasan.

Selain dinikmati sebagai camilan, prune d'Agen juga diolah menjadi beragam makanan dan minuman. Kamu bisa menemukan selai prune, cokelat isi prune, kue tart, es krim, hingga foie gras yang dipadukan dengan buah prem kering tersebut. Beberapa restoran lokal juga menghadirkan menu berbahan prune sebagai bagian dari hidangan khas wilayah Lot-et-Garonne. Jika menyukai wisata kuliner, mencicipi berbagai olahan prune menjadi pengalaman yang sayang dilewatkan karena sulit ditemukan di daerah lain.

3. Berjalan santai di sepanjang Canal de Garonne

Canal de Garonne (commons.wikimedia.org/Benjamin Smith)

Canal de Garonne menjadi salah satu ruang terbuka favorit warga Agen untuk menikmati waktu senggang. Kanal yang dibangun pada abad ke-19 ini membentang melewati kawasan kota dengan jalur pejalan kaki dan lintasan sepeda yang dinaungi pepohonan rindang. Suasananya terasa tenang karena jauh dari lalu lintas kendaraan, membuat kawasan ini cocok untuk berjalan santai sambil menikmati udara segar.

Pada musim semi dan musim panas, kanal terlihat semakin indah dengan pepohonan hijau yang memantul di permukaan air. Sesekali perahu wisata maupun kapal kecil melintas sehingga menambah daya tarik pemandangan. Banyak warga datang untuk jogging, bersepeda, atau sekadar duduk di bangku taman menikmati suasana sore. Jika beruntung, kamu juga dapat menyaksikan matahari terbenam yang memantulkan warna keemasan di permukaan kanal, menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik.

4. Mengunjungi Katedral Saint-Caprais

Katedral Saint-Caprais (commons.wikimedia.org/Benjamin Smith)

Agen Cathedral menjadi salah satu bangunan bersejarah paling penting di Agen sekaligus masuk dalam jalur ziarah menuju Santiago de Compostela. Katedral ini memadukan arsitektur Romanesque dan Gothic yang terlihat dari bentuk kubah, menara, serta detail pahatan pada bagian fasadnya. Dari luar bangunan sudah tampak megah, tetapi interiornya tidak kalah menarik berkat kaca patri berwarna-warni dan langit-langit tinggi yang menciptakan kesan megah sekaligus tenang.

Selain menjadi tempat ibadah, katedral sering dikunjungi wisatawan yang tertarik pada sejarah dan arsitektur Prancis. Banyak pengunjung meluangkan waktu untuk mengamati detail ukiran batu, altar, hingga karya seni religius yang menghiasi bagian dalam bangunan. Karena berada di pusat kota, katedral mudah dijangkau dengan berjalan kaki setelah menjelajahi kawasan kota tua. Lokasinya yang berdekatan dengan berbagai kafe dan toko lokal juga membuat kunjungan ke sini mudah dipadukan dengan agenda wisata lainnya.

5. Berbelanja produk lokal di Marché Couvert d'Agen

Marché Couvert d'Agen (destination-agen.com)

Untuk merasakan kehidupan masyarakat Agen dari dekat, sempatkan mengunjungi Marché Couvert d'Agen. Pasar tertutup ini menjadi pusat perdagangan berbagai hasil bumi dari wilayah Lot-et-Garonne, mulai dari sayuran segar, buah musiman, keju artisan, roti tradisional, daging, hingga aneka produk olahan lokal. Suasananya selalu ramai pada pagi hari ketika warga datang berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Berjalan dari satu kios ke kios lain menjadi pengalaman yang menyenangkan karena banyak pedagang menawarkan produk khas daerah yang sulit ditemukan di supermarket. Kamu juga bisa mencicipi keju lokal, charcuterie, madu, atau membeli prune d'Agen langsung dari produsennya. Selain berburu oleh-oleh, pasar ini menjadi tempat yang tepat untuk melihat bagaimana budaya kuliner masyarakat setempat masih bertahan hingga sekarang. Suasana yang hangat dan interaksi antara pedagang dengan pelanggan membuat kunjungan ke Marché Couvert d'Agen terasa lebih autentik dibandingkan sekadar berbelanja di pusat perbelanjaan modern.

Meski ukurannya tidak sebesar kota-kota wisata lain di Prancis, Agen menawarkan pengalaman yang berbeda lewat suasana kota tua, kuliner khas, dan ruang publik yang nyaman untuk dijelajahi. Statusnya sebagai kota kelahiran Aymeric Laporte menjadi nilai tambah bagi pencinta sepak bola, tetapi pesona Agen tidak berhenti di sana. Kota ini membuktikan bahwa destinasi yang lebih kecil pun dapat memberikan pengalaman liburan yang berkesan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article