Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Hal yang Perlu Dipersiapkan saat Solo Traveling ke Maroko

4 Hal yang Perlu Dipersiapkan saat Solo Traveling ke Maroko
Marrakesh, Maroko (unsplash.com/Annie Spratt)
Intinya Sih
  • Maroko menjadi sorotan dunia setelah lolos ke perempat final dan ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Portugal serta Spanyol.
  • Solo traveler disarankan membawa euro atau dolar Amerika untuk ditukar di Maroko, mengunduh offline maps, dan menyiapkan sepatu nyaman karena kondisi jalan berbatu.
  • Pelancong juga dianjurkan mempelajari bahasa Arab dasar agar mudah berinteraksi dengan warga lokal dan berbelanja di pasar tradisional tanpa kesulitan komunikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Maroko belakangan tengah menjadi sorotan dunia. Selain berhasil lolos ke babak perempat final, Federation Internationale de Football Association (FIFA) baru-baru ini mengumumkan negara yang dibela oleh Brahim Diaz tersebut juga akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Portugal dan Spanyol, lho.

Karena itu, Maroko diprediksi akan mengalami lonjakan wisatawan dari seluruh dunia seusai Piala Dunia 2026 dan menjelang gelaran kompetisi sepak bola bergengsi itu pada 2030. Bagi yang ingin menghemat bujet dengan melakukan solo traveling ke Maroko, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dari sebelum berangkat.

1. Bawa uang tunai Euro atau Dolar Amerika

ilustrasi uang tunai
ilustrasi uang tunai (unsplash.com/Alexander Mils)

Tahukah kamu kalau mata uang Maroko, dirham Maroko, tidak bisa ditukar di luar negeri? Sebagai gantinya, bawalah mata uang euro atau dolar Amerika untuk ditukarkan langsung saat tiba di bandara atau pusat kota Maroko. Meski era sudah canggih, dirham Maroko sangat diperlukan saat akan berbelanja di toko kecil hingga souk atau pasar tradisional.

Namun, sebaiknya jangan menukarkan seluruh bujet ke dirham Maroko. Selain untuk menghemat pengeluaran, mata uang ini bersifat tertutup. Dirham Maroko dilarang keras untuk dibawa keluar dari Maroko dalam jumlah besar dan sangat sulit ditukarkan kembali ke rupiah atau mata uang asing lainnya di luar negara tersebut, lho.

2. Unduh offline maps

ilustrasi seseorang yang mengunduh offline maps di smartphone
ilustrasi seseorang yang mengunduh offline maps di smartphone (pexels.com/Keira Burton)

Jika kamu akan mengeksplor Medina atau kota tua, seperti Marrakesh atau Fes, mengunduh offline maps sangat penting untuk berjaga-jaga, lho. Pasalnya, area tersebut merupakan labirin dengan gang-gang sempit yang sering kali membuat sinyal GPS melemah atau hilang.

Sinyal GPS yang tidak dapat terdeteksi tersebut kerap disalahgunakan oleh para calo lokal yang menawarkan jasa penunjuk arah dan meminta imbalan uang. Selain mengunduh offline maps, kamu juga bisa menulis di catatan beberapa titik yang dapat menjadi patokan dari tempat yang akan dituju.

3. Bawa sepatu yang nyaman

ilustrasi koper yang terbuka
ilustrasi koper yang terbuka (unsplash.com/Surface)

Siapkan sepatu yang nyaman dan kokoh saat solo traveling ke Maroko, terutama saat akan mengeksplor Medina atau kota tua. Area tersebut merupakan destinasi yang sangat populer di kalangan wisatawan mancanegara. Namun, jalanan di Medina sebagian besar berbatu, tidak rata, dan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.

Selain itu, jika kamu pelesir ke Maroko saat musim panas sekitar Juni hingga September, kacamata hitam dan sunscreen juga tidak boleh ketinggalan di koper karena matahari bisa sangat terik. Bahkan, pada periode tersebut, suhu rata-rata di wilayah pedalaman maupun gurun bisa mencapai lebih dari 38 derajat Celsius, lho.

4. Pelajari bahasa Arab sederhana

ilustrasi berbelanja di pasar Maroko
ilustrasi berbelanja di pasar Maroko (unsplash.com/Annie Spratt)

Tentunya, solo traveling ke Maroko akan kurang lengkap jika tidak berbaur dengan penduduk lokal. Sebaiknya, persiapkan kamus bahasa Arab ukuran kecil atau pelajari kata-kata dasar yang sering digunakan sehari-hari, seperti sapaan, menanyakan arah, meminta menu, naik transportasi umum, hingga berterima kasih.

Apalagi, jika kamu akan berbelanja di pasar tradisional atau souk, mayoritas pedagang tidak fasih berbahasa Inggris. Selain itu, keterampilan tawar-menawar dalam bahasa Arab pun sangat dihargai di sana, yang juga akan membantumu terhindar dari harga tinggi yang biasanya dikenakan kepada wisatawan mancanegara. Jadi, kapan solo traveling ke Maroko, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More