5 Negara Musim Gugur yang Bebas Visa untuk Pemegang Paspor Indonesia

Pemegang paspor Indonesia dapat mengunjungi Kazakhstan, Turki, Serbia, Chile, dan Belarus tanpa visa untuk menikmati musim gugur dengan karakter musim dan suhu yang berbeda.
Kazakhstan menawarkan suhu 4–17 derajat Celcius, pendakian, perubahan warna daun, panen buah, serta akomodasi yang biasanya lebih murah dibanding musim panas.
Turki, Serbia, Chile, dan Belarus menyajikan perpaduan lanskap musim gugur, situs sejarah, taman nasional, aktivitas luar ruang, serta festival lokal pada periode kunjungan masing-masing.
Terbiasa hidup di negara tropis yang hanya memiliki dua musim, membuat kita penasaran ingin merasakan serunya hidup di negara empat musim. Sayangnya, kebanyakan negara-negara empat musim gak bisa dikunjungi dengan mudah karena kebanyakan masih menyertakan visa sebagai salah satu syarat kunjungan.
Meski begitu sebagai pemegang paspor Indonesia, kita memiliki akses ke 42 akses ke 42 negara tanpa perlu menggunakan visa. Beberapa di antaranya juga merupakan negara yang memiliki empat musim, termasuk musim gugur yang dimulai pada bulan Oktober. Berikut beberapa negara musim gugur yang bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia!
1. Kazakhstan

ilustrasi pemandangan di Taraz Kazakhstan saat musim gugur (unsplash.com/Andrey Olesko) Buat kamu yang mau menikmati musim gugur tanpa visa, Kazakhstan layak masuk dalam list tujuanmu. Terletak di Asia Timur, musim gugur merupakan salah satu waktu terbaik untuk berkunjung ke Kazakhstan. Di musim ini, suhu harian berkisar antara 4-17 derajat Celcius. Gak terlalu panas, tapi juga belum terlalu dingin. Mengingat suhunya belum terlalu dingin, area pegunungan masih dibuka sehingga pengunjung masih bisa melakukan pendakian.
Di sisi lain, pepohonan yang berada di ngarai, lembah, dan jalan-jalan kota justru mulai berubah warna dari hijau, kuning, lalu kemerahan. Musim gugur di Kazakhstan juga merupakan waktu panen berbagai jenis buah. Di pasar tradisional, buah apel, anggur, melon, hingga madu bisa dibeli dengan harga murah. Terakhir, biaya akomodasi juga biasanya lebih murah ketimbang musim panas. Cocok buat kamu yang mau liburan dengan budget terbatas.
2. Turki

ilustrasi balon udara di Cappadocia, Turki (unsplash.com/yyzvic) Di Turki, musim gugur berlangsung sejak September. Di bulan Oktober, dedaunan sudah berubah warna sepenuhnya dengan suhu rata-rata berkisar antara 15-22 derajat Celcius. Bagi orang Indonesia yang terbiasa menghadapi suhu 30 derajat Celcius, suhu 22 derajat sudah cukup dingin. Sebetulnya menjelajahi Istanbul dan beberapa kota lain sudah cukup menarik. Namun Turki kan bukan hanya punya Istanbul. Daripada hanya menghabiskan waktu di kota, kamu bisa mengunjungi sejumlah tempat seperti Cappadocia yang terkenal dengan wisata balon udaranya.
Area ini juga terkenal dengan gereja-gereja kuno, kota-kota bawah tanah berusia ribuan tahun, hingga berbagai formasi batuan yang dipahat. Kamu juga bisa mengunjungi situs arkeologi Termessos di Antalya atau Afrodisias di Aydin yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Dinamai berdasarkan dewi cinta orang-orang Romawi Kuno, Afrodisias dulunya merupakan kota seni dan tempat ibadah bangsa Romawi. Di sini, kamu masih bisa menyaksikan sisa bangunan, teater, serta patung-patung berusia ribuan tahun.
3. Serbia

ilustrasi Gereja St. Achillius di Arilje Serbia (unsplash.com/luka.jpg) Beralih ke Eropa, kamu bisa berlibur di Serbia selama 30 hari tanpa menggunakan visa. Negara ini sangat terkenal dengan kota-kota tua dan lanskap indah khas Eropa. Di Serbia, musim gugur berlangsung dari bulan September hingga November. Di bulan Oktober, hutan di Taman Nasional Tara tampak semarak dengan palet warna merah, orange, dan kuning.
Jangan lupa untuk mencoba pendakian ke Banjska Stena di mana kamu bisa menyaksikan pemandangan berupa ngarai Sungai Driana yang menakjubkan. Selain itu, Oktober juga merupakan bulan yang tepat untuk memetik anggur dan merayakan Festival Oplenac di Topola yang berlangsung dari tanggal 11-13 Oktober. Selama festival, kamu bukan hanya bisa memetik anggur, tetapi juga mempelajari tradisi, hingga belajar membuat wine bersama warga lokal.
4. Chile

ilustrasi pemandangan di Parque Nacional Torres del Paine (unsplash.com/Karla Robinson) Jika kebanyakan musim gugur berlangsung di akhir tahun, di Chile, musim gugur justru berlangsung dari bulan Maret hingga Mei. Berbeda dengan negara lain, suhu awal musim gugur di Chile terutama di ibukota Santiago cukup hangat yakni sekitar 24-12 derajat Celcius. Namun semakin ke selatan, suhunya bisa jadi lebih dingin. Nah karena suhunya belum terlalu dingin, kamu masih bisa mengunjungi banyak tempat. Mulai dari menikmati lanskap magis Gunung Berapi Llaima yang megah di Taman Nasional Conguillío, menunggang kuda di Cagar Alam Nasional Malalcahuello dan mengamati kehidupan satwa liar, hingga menikmati mata air panas alami.
5. Belarusia

ilustrasi pemandangan musim gugur di Klimavichy District Belarusia (unsplash.com/Andrey Kukharenko) Gemersik dedaunan warna-warni, kabut tipis di padang rumput, hingga aroma manis dari apel yang baru dipanen akan menyambut kamu jika berkunjung ke Belarus di musim gugur. Di negara ini, musim gugur hanya berlangsung selama dua bulan yakni di bulan September dan Oktober. Dengan suhu rata-rata 10-3 derajat Celcius, suhu di Belarus termasuk sangat dingin untuk ukuran musim gugur. Meski begitu, pemandangannya gak kalah indah dari negara Eropa lainnya.
Pertama kamu bisa mengunjungi Desa Ozertso yang berlokasi hanya beberapa kilometer dari ibukota Minsk. Bukan desa biasa, Ozertso merupakan desa Belarusia pada abad ke 19 dan 20. Di sana, kamu masih bisa melihat bangunan rumah, penggilingan, kedai, dan gereja kuno yang masih berdiri. Selain itu, musim gugur juga merupakan waktu di mana banyak festival diselenggarakan.
Mulai dari Pokrov Fair yang berlangsung di minggu kedua bulan Oktober dan diisi dengan lagu-lagu rakyat serta tarian, Shchuchyn Fair di minggu pertama yang menampilkan pameran kerajinan tangan dari seniman Belarusia, hingga Vales Night yang berlangsung pada tanggal 31 Oktober hingga 1 November. Berbeda dengan festival sebelumnya yang menampilkan kesenian, Veles Night merupakan festival mistik yang menampilkan ritual, pertunjukan kembang api, dan musik etnik.
Selama ini, musim gugur identik dengan negara-negara Eropa populer seperti Inggris, Prancis, Swiss, hingga Italia. Sayangnya untuk bisa menginjakkan kaki di sana, kamu memerlukan visa. Nah buat kamu yang mau menikmati musim gugur tanpa ribet urus ini-itu, lima negara ini bisa jadi destinasi kamu tahun ini. Pemandangannya gak kalah cantik, kok!





















