ilustrasi pemandangan musim gugur di Klimavichy District Belarusia (unsplash.com/Andrey Kukharenko)
Gemersik dedaunan warna-warni, kabut tipis di padang rumput, hingga aroma manis dari apel yang baru dipanen akan menyambut kamu jika berkunjung ke Belarus di musim gugur. Di negara ini, musim gugur hanya berlangsung selama dua bulan yakni di bulan September dan Oktober. Dengan suhu rata-rata 10-3 derajat Celcius, suhu di Belarus termasuk sangat dingin untuk ukuran musim gugur. Meski begitu, pemandangannya gak kalah indah dari negara Eropa lainnya.
Pertama kamu bisa mengunjungi Desa Ozertso yang berlokasi hanya beberapa kilometer dari ibukota Minsk. Bukan desa biasa, Ozertso merupakan desa Belarusia pada abad ke 19 dan 20. Di sana, kamu masih bisa melihat bangunan rumah, penggilingan, kedai, dan gereja kuno yang masih berdiri. Selain itu, musim gugur juga merupakan waktu di mana banyak festival diselenggarakan.
Mulai dari Pokrov Fair yang berlangsung di minggu kedua bulan Oktober dan diisi dengan lagu-lagu rakyat serta tarian, Shchuchyn Fair di minggu pertama yang menampilkan pameran kerajinan tangan dari seniman Belarusia, hingga Vales Night yang berlangsung pada tanggal 31 Oktober hingga 1 November. Berbeda dengan festival sebelumnya yang menampilkan kesenian, Veles Night merupakan festival mistik yang menampilkan ritual, pertunjukan kembang api, dan musik etnik.
Selama ini, musim gugur identik dengan negara-negara Eropa populer seperti Inggris, Prancis, Swiss, hingga Italia. Sayangnya untuk bisa menginjakkan kaki di sana, kamu memerlukan visa. Nah buat kamu yang mau menikmati musim gugur tanpa ribet urus ini-itu, lima negara ini bisa jadi destinasi kamu tahun ini. Pemandangannya gak kalah cantik, kok!