5 Pesona Musim Gugur di Kurobe Gorge Railway Jepang

Kurobe Gorge Railway kembali melayani rute penuh Unazuki-Keyakidaira sejak 1 Oktober 2026, setelah hampir 2,5 tahun terdampak kerusakan jembatan akibat gempa Semenanjung Noto 2024.
Perjalanan 20,1 kilometer menampilkan gradasi dedaunan oranye, kuning, dan merah, Danau Unazuki, Sungai Kurobe, serta jembatan baja merah dan Atobiki setinggi 60 meter.
Puncak warna gugur diperkirakan berlangsung dari akhir Oktober di Keyakidaira hingga pertengahan November dekat Unazuki; akses wisata Keyakidaira masih terbatas selama rekonstruksi.
Setelah ditutup hampir 2,5 tahun Kurobe Gorge Railway di Prefektur Toyama, Jepang, kini kembali dibuka untuk melayani rute penuh antara Stasiun Unazuki dan Keyakidaira sejak 1 Oktober 2026. Sebelumnya, kereta wisata ini hanya beroperasi sampai Stasiun Nekomata akibat jembatan rusak yang dipicu gempa Semenanjung Noto tahun 2024. Pembukaan kembali ini bertepatan dengan musim gugur, saat dedaunan di ngarai berubah warna.
Kurobe Gorge merupakan ngarai terdalam dan menjadi salah satu dari tiga ngarai terbesar di Jepang. Jalur kereta sepanjang 20,1 km ini dibangun pada 1920-an hingga 1930-an untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga air dan Bendungan Kurobe. Kini dikenal sebagai kereta wisata yang disebut Kurotetsu.
Lantas, apa saja yang bisa kamu nikmati di sepanjang jalurnya? Berikut pesona musim gugur yang dapat kamu jumpai di rute Kurobe Gorge-Keyakidaira.
Table of Content
1. Gradasi warna daun yang berubah dari hulu ke hilir
Sepanjang perjalanan, kamu akan disuguhi gradasi warna daun saat musim gugur yang berubah dari hulu ke hilir sesuai ketinggiannya. Berdasarkan perkiraan yang beredar, puncak musim gugur di sekitar Keyakidaira terjadi pada akhir Oktober, sedangkan Kanetsuri dan Nekomata menyusul pada awal November. Setelah itu, Kanetsuri hingga Unazuki diperkirakan mencapai puncak sekitar pertengahan November.
Lereng ngarai akan dipenuhi warna oranye, kuning, hingga kemerahan di kedua sisi sungai. Pada pertengahan Oktober, warna daun baru mulai terlihat di sepanjang jalur. Jadwal tersebut tergantung pada cuaca, sehingga puncaknya bisa bergeser dari tahun ke tahun.
2. Danau Unazuki berpadu dengan pegunungan

Danau Unazuki saat musim gugur (instagram.com/kurotetsu_official_en) Pegunungan berwarna musim gugur terlihat kontras dengan permukaan Danau Unazuki yang kebiruan. Kamu akan menjumpai pemandangan yang memanjakan mata ini di awal perjalanan. Kombinasi antara air yang tenang dan lereng berwarna menjadi pembuka sebelum kereta masuk lebih dalam ke ngarai.
Gerbong kereta yang terbuka membuat menumpang dapat merasakan angin, suara sungai, dan aroma hutan sepanjang perjalanan. Suasana ini membuat warna musim gugur terasa lebih dekat daripada hanya melihat dari balik kaca. Udara di ngarai juga terasa lebih dingin dibandingkan dataran rendah.
3. Jembatan baja merah di atas Sungai Kurobe
Jembatan baja berwarna merah membentang di atas Sungai Kurobe yang hijau kebiruan. Kontras warna ini kerap diabadikan pada musim gugur, terutama saat lereng di sekitarnya berubah menjadi oranye dan kuning. Yamabiko Tenbodai menjadi salah satu titik pandang yang populer, karena kamu bisa melihat jembatan, sungai, dan lereng sekaligus.
Di sekitar Stasiun Kuronagi, kereta melintasi Jembatan Atobiki setinggi 60 meter yang disebut sebagai jembatan tertinggi di ngarai. Posisi jembatan ini dapat memberikan sudut pandang berbeda untuk melihat lembah dan hutan di sekelilingnya. Jembatan ini juga menjadi bagian dari jalur yang dulu dibuat untuk kebutuhan pembangunan bendungan.
4. Hamparan warna musim gugur di dekat Stasiun Kanetsuri

Warna musim gugur di dekat Stasiun Kanetsuri (instagram.com/kurotetsu_official_en) Titik perhentian berikutnya adalah Stasiun Kanetsuri yang cocok untuk menikmati daun musim gugur dari dekat. Di sini ada mata air panas dan menjadi area pemandian terbuka di tepi sungai, tapi setelah pukul 16.00 penggunaannya terbatas hanya untuk tamu yang menginap. Kamu dapat berjalan turun sekitar 500 meter dari stasiun untuk mendekati sungai dan menikmati airnya yang jernih.
Selain itu, hamparan daun musim gugur mewarnai sepanjang lembah dan aliran sungai. Puncak warna musim gugur di Kanetsuri diperkirakan pada awal hingga pertengahan November. Waktunya lebih akhir dibandingkan Keyakidaira yang lebih dulu mencapai puncak pada akhir Oktober.
5. Keyakidaira dan panorama Pegunungan Alpen Utara
Di ujung jalur, kamu akan disuguhi peron Stasiun Keyakidaira yang dibingkai dedaunan berwarna cerah. Pengunjung bisa melihat Pegunungan Alpen Utara dari atap stasiun. Area ini lebih dahulu berubah warna dibanding bagian lain di Jalur Kurobe Gorge-Keyakidaira, puncaknya diperkirakan pada akhir Oktober.
Perlu diingat bahwa area wisata di sekitar Keyakidaira masih dibatasi, karena pekerjaan rekonstruksi. Saat ini kamu hanya dapat mengakses bangunan stasiun dan pusat informasi pengunjung. Sebagai gantinya, kamu bisa menikmati pemandangan dari stasiun hingga area lain dibuka kembali.
Kamu bisa menikmati keindahan musim gugur dengan naik Kereta Kurobe Gorge-Keyakidaira yang dibuka hingga 30 November 2026. Selain menikmati panorama dari dalam gerbong, kamu juga bisa mengeksplorasi beberapa tempat yang diizinkan di sekitar titik perhentian. Sudah siap menyambut puncak musim gugur?
















![[QUIZ] Jika Tidak Ada Karhutla, Kamu Cocoknya Wisata Alam ke Sini!](https://image.idntimes.com/post/20250207/pexels-media-26926257-5fdf8c0a2d20835dc70223f8e137a156.jpeg)



![[QUIZ] Dari Lagu Syahrini Favoritmu, Kamu Cocoknya Kulineran Mewah di Negara Ini](https://image.idntimes.com/post/20260928/snapinsta_7e38a931-dac1-495e-b547-800df1614c9d.jpg)


