Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Rute Road Trip Musim Panas Terbaik di Eropa, Cocok bagi Pencinta Alam

5 Rute Road Trip Musim Panas Terbaik di Eropa, Cocok bagi Pencinta Alam
ilustrasi road trip di Eropa (unsplash.com/Young Shih)
Share Article

Eropa di musim panas bukan cuma tentang kota-kota tua yang padat atau bersantai di pinggir pantai berbayar. Bagi para pencinta alam, benua ini menyimpan jalur-jalur jalan raya legendaris yang membelah kemegahan bumi, mulai dari dinding tebing fjord yang dramatis di utara hingga puncak-puncak tajam Pegunungan Alpen yang diselimuti padang rumput hijau. Melakukan road trip saat matahari bersinar lebih lama memberikan kebebasan untuk berhenti kapan saja, baik untuk menghirup udara pinus yang segar, mendaki jalur-jalur tersembunyi, maupun berkemah di tepi danau yang sebening kristal.

Yuk, simak lima rute road trip musim panas terbaik di Eropa bagi pencinta alam!

1. Ring Road, Islandia, penjelajahan negeri es dan api

ilustrasi Ring Road, Islandia
ilustrasi Ring Road, Islandia (unsplash.com/ Cody McLain)

Berkendara menyusuri Ring Road sepanjang musim panas menawarkan petualangan terbaik untuk menjelajahi keajaiban alam Islandia yang kontras. Dalam kurun waktu 7 hingga 10 hari, wisatawan akan disuguhi panorama spektakuler yang terus berubah, mulai dari kemegahan air terjun raksasa seperti Seljalandsfoss dan Skógafoss, eksotisme pantai pasir hitam di Vik, hingga hamparan luas gletser Vatnajökull dan ladang lava yang dramatis. Waktu tempuh ini sangat ideal untuk menikmati setiap keindahan alam tersebut tanpa perlu teburu-buru.

Musim panas menjadi momen paling sempurna untuk melakukan perjalanan ini karena adanya fenomena midnight sun, di mana matahari bersinar hampir 24 jam penuh. Durasi siang yang panjang ini memberikan fleksibilitas dan waktu eksplorasi yang jauh lebih maksimal. Selain itu, seluruh akses jalan utama sepenuhnya terbuka dan aman dari badai salju ekstrem, sehingga pengalaman menyetir menjadi jauh lebih nyaman, aman, dan menyenangkan bagi wisatawan.

2. Grossglockner High Alpine Road, Austria, menembus jantung Pegunungan Alpen

ilustrasi Grossglockner High Alpine Road, Austria
ilustrasi Grossglockner High Alpine Road, Austria (unsplash.com/Lukas Marek)

Grossglockner High Alpine Road merupakan rute berkendara paling indah dan ikonik di Eropa yang membelah jantung Pegunungan Alpen, Austria. Melalui rute melingkar utama yang dikenal sebagai Grossglockner King’s Tour, perjalanan sepanjang kurang lebih 320 kilometer ini menyuguhkan pengalaman berkendara yang luar biasa di atas jalanan yang terawat dengan baik. Jalur legendaris ini sangat ideal bagi pengendara mobil maupun sepeda motor yang ingin merasakan sensasi menaklukkan puluhan kelokan tajam di tengah lanskap alam yang spektakuler.

Sepanjang  perjalanan, wisatawan akan disuguhkan berbagai titik pemberhentian wisata (highlight) yang memukau. Beberapa di antaranya yang paling terkenal adalah Edelweiss Peak, titik tertinggi rute yang menawarkan pemandangan panorama 360 derajat ke puluhan puncak gunung, serta Kaiser Franz Josefs Höhe, sebuah area pengamatan di mana pengunjung bisa melihat langsung Gunung Grossglockner (puncak tertinggi Austria) sekaligus Gletser Pasterze yang megah dari jarak dekat. Selain itu, rute ini juga melintasi desa-desa pegunungan yang indah, area pameran edukasi, hingga akses menuju Air Terjun Krimml yang merupakan salah satu air terjun tertinggi di Eropa.

3. The Wild Atlantic Way, Irlandia, menantang tebing dan samudra

ilustrasi The Wild Atlantic Way, Irlandia
ilustrasi The Wild Atlantic Way, Irlandia (unsplash.com/Magdalena Smolnicka)

Wild Atlantic Way menawarkan perjalanan menyusuri pesisir barat Irlandia sepanjang hampir 1.600 mil atau sekitar 2.560 km yang kaya akan kebudayaan autentik dan kehangatan lokal. Di sepanjang rute ini, wisatawan dapat menjumpai kota-kota kecil yang hidup seperti Ardara yang terkenal dengan kerajinan kain tweed tradisionalnya, serta Clifden yang menjadi gerbang arkeologi sekaligus rumah bagi pemandangan laut yang spektakuler. Setiap kota menyambut pengunjung dengan keramahan khas pedesaan, festival bulanan, dan alunan musik tradisional Irlandia yang bergema setiap malam di pub-pub lokal.

Lanskap alam di sepanjang rute ini sangat dramatis, memadukan tebing-tebing tinggi, pulau-pulau terpencil, dan pemandangan samudra yang luas. Wisatawan dapat menikmati keindahan mercusuar bersejarah di Fanad Head, berkendara di rute ikonik Atlantic Drive di Achill Island, hingga mengunjungi Skellig Michael yaitu sebuah pulau batu terjal bekas biara kuno abad ke-6 yang juga menjadi lokasi syuting film Star Wars. Kombinasi tebing megah yang dihantam ombak dan padang hijau yang dipenuhi domba menciptakan salah satu pemandangan berkendara paling indah di dunia.

4. Route des Grandes Alpes, Prancis, dari danau menuju laut

ilustrasi Route des Grandes Alpes, Prancis
ilustrasi Route des Grandes Alpes, Prancis (unsplash.com/Luke Howells)

Route des Grandes Alpes adalah salah satu rute bersepeda paling legendaris di Eropa yang membentang sepanjang 720 kilometer, dimulai dari Danau Jenewa hingga berakhir di pesisir Laut Mediterania. Jalur ini menawarkan petualangan visual yang luar biasa, di mana pengendara akan disuguhi pemandangan lembah hijau yang subur, desa-desa abad pertengahan yang bersejarah, hingga keindahan tiga taman nasional yang megah (Vanoise, Écrins, dan Mercantour). Perjalanan ini umumnya dibagi menjadi 14 tahapan fleksibel yang dapat diselesaikan dalam waktu 1 hingga 2 minggu.

Meskipun seluruh jalurnya sudah berlapis aspal halus, rute ini tergolong sangat menantang karena harus menaklukkan belasan lintasan gunung dengan tanjakan yang panjang dan curam. Beberapa tantangan terbesar di antaranya adalah Col de l'Iseran dan Col du Galibier yang memiliki elevasi sangat tinggi. Namun, rute ini sekarang jauh lebih inklusif dan ramah bagi berbagai kalangan berkat tersedianya titik pengisian daya di sepanjang jalan, sehingga sangat cocok dan aman untuk dilewati menggunakan sepeda listrik.

5. Trollstigen and Atlantic Ocean Road, Norwegia, mahakarya arsitektur dan fjord

ilustrasi Trollstigen and Atlantic Ocean Road, Norwegia
ilustrasi Trollstigen and Atlantic Ocean Road, Norwegia (unsplash.com/Melina Kiefer)

Atlantic Ocean Road salah satu jalur berkendara paling menakjubkan di dunia yang membentang sepanjang 8,3 kilometer di pesisir barat Norwegia. Jalan ini dinilai sebagai mahakarya teknik sipil karena berhasil menghubungkan pulau-pulau kecil melalui delapan jembatan unik yang melengkung indah di atas Samudra Atlantik. Salah satu ikon paling terkenalnya adalah Jembatan Storseisundet, yang dari sudut tertentu tampak seperti jembatan menuju antah berantah, karena ujungnya seolah-olah menghilang di udara, memberikan sensasi berkendara yang dramatis antara laut dan langit.

Musim panas di bulan Juni hingga Agustus adalah waktu terbaik untuk mengunjungi rute ini karena cuacanya cenderung lebih bersahabat dengan siang hari yang lebih panjang. Pada musim ini, laut biasanya tenang sehingga wisatawan dapat menikmati pemandangan perairan jernih, mengamati burung-burung laut, atau bahkan melihat paus dan anjing laut dari kejauhan. Pemerintah Norwegia juga telah membangun berbagai fasilitas ramah wisatawan di sepanjang rute, seperti jalur pejalan kaki Eldhusøya yang mengitari pulau kecil dan gardu pandang kaca Askevågen yang menawarkan pemandangan panorama laut lepas secara aman.

Menjelajahi alam Eropa di balik kemudi bukan sekadar tentang berpindah dari satu titik ke titik lain, melainkan tentang kebebasan untuk berhenti kapan pun hingga terpikat oleh keindahan lanskapnya. Musim panas memberikan waktu siang yang lebih panjang, memberi banyak kesempatan untuk menikmati puncak Alpen yang megah, lembah hijau yang tenang, hingga pesisir pantai yang dramatis. Setiap rute menawarkan rute karakter uniknya masing-masing, memastikan bahwa setiap pecinta alam akan menemukan sepotong surga yang wisatawan cari di benua biru ini.

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More