5 Spot Tersembunyi di Hakuba yang Tetap Tenang saat Peak Season

Wisata Jepang identik dengan destinasi populer yang selalu ramai, terutama saat musim dingin ketika area pegunungan dipadati wisatawan internasional. Namun, Hakuba sebagai salah satu kawasan ski terkenal di Prefektur Nagano ternyata menyimpan sisi lain yang jarang disorot, bahkan saat peak season berlangsung.
Tidak semua sudut Hakuba dipenuhi antrean lift, rombongan tur, atau kafe yang penuh sejak pagi. Beberapa lokasi justru menawarkan suasana lebih tenang dengan pemandangan yang sama menariknya. Keberadaan spot-spot ini sering terlewat karena tidak masuk rekomendasi paket wisata standar. Berikut beberapa spot di Hakuba yang relatif sepi meski musim liburan sedang berada di puncaknya.
1. Area Sungai Matsukawa menyajikan lanskap musim dingin yang lebih sunyi

Area sepanjang Sungai Matsukawa menawarkan pemandangan khas pegunungan Hakuba tanpa hiruk-pikuk pengunjung. Lokasi ini berada tidak jauh dari pusat desa, tetapi jarang dijadikan tujuan utama wisatawan. Jalur pejalan kaki di tepi sungai sering dimanfaatkan warga lokal untuk berjalan santai atau sekadar menikmati udara dingin. Pada pagi hari, kabut tipis kerap menyelimuti aliran sungai sehingga suasana terasa lebih tenang. Pepohonan yang tertutup salju menciptakan pemandangan alami tanpa perlu aktivitas tambahan.
Akses menuju area ini cukup mudah karena bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari penginapan sekitar Echoland. Tidak ada tiket masuk atau jam kunjung khusus sehingga pengunjung bisa datang kapan saja. Spot ini cocok untuk wisatawan yang ingin mengambil foto tanpa harus bersaing dengan banyak orang. Suasana heningnya membuat waktu berjalan terasa lebih lambat. Pengalaman sederhana seperti ini sering luput dari perhatian wisata Jepang yang terlalu fokus pada destinasi utama.
2. Desa Iwatake lama menawarkan nuansa lokal yang masih terjaga

Bagian lama Desa Iwatake menyimpan suasana pedesaan yang jarang disentuh wisatawan. Kawasan ini berada di luar jalur utama ski resort sehingga tidak ramai meskipun musim dingin sedang ramai pengunjung. Rumah kayu tradisional berdiri berdampingan dengan ladang yang tertutup salju. Aktivitas warga berjalan normal tanpa terganggu lalu lintas wisata. Lingkungan sekitar terasa lebih autentik dibanding area komersial.
Pengunjung bisa menjelajahi desa ini dengan berjalan kaki sambil melihat kehidupan sehari-hari warga setempat. Tidak banyak toko suvenir atau kafe modern di area ini. Justru kesederhanaan inilah yang membuat pengalaman terasa berbeda. Beberapa sudut desa menawarkan pemandangan Pegunungan Alpen Jepang dari kejauhan. Desa ini cocok untuk wisatawan yang ingin melihat sisi lain Hakuba di luar resort.
3. Jalur Hutan Tsugaike menghadirkan alternatif selain lereng ski

Jalur hutan di sekitar Tsugaike sering terlewat karena perhatian wisatawan terpusat pada area ski. Padahal, jalur ini tetap bisa diakses saat musim dingin dengan sepatu khusus atau snowshoe. Pepohonan pinus yang tinggi menciptakan suasana hutan yang tenang dan tertutup. Suara yang terdengar hanya langkah kaki di atas salju. Kondisi ini jauh berbeda dari area lift yang penuh antrean.
Rute jalur ini relatif datar sehingga ramah bagi pemula yang ingin berjalan santai. Papan penunjuk arah tersedia meski tidak sebanyak di area wisata utama. Pemandangan hutan bersalju memberikan pengalaman visual yang lebih alami. Aktivitas ini cocok bagi wisatawan yang ingin variasi selain bermain ski. Jalur hutan Tsugaike menawarkan wisata Jepang dengan pendekatan yang lebih sederhana.
4. Area persawahan Hakuba menampilkan wajah berbeda saat musim dingin

Persawahan di Hakuba biasanya dikunjungi saat musim panas atau gugur. Namun, saat musim dingin, area ini justru menjadi spot sepi yang jarang dilirik. Hamparan salju di atas sawah menciptakan bidang putih luas dengan latar pegunungan. Tidak ada aktivitas pertanian sehingga kawasan terasa lengang. Pemandangan ini memberi perspektif berbeda tentang desa pegunungan Jepang.
Lokasinya tersebar di beberapa titik pinggiran Hakuba dan bisa dicapai dengan sepeda atau mobil. Tidak ada fasilitas wisata khusus di area ini. Justru karena itu suasananya terasa lebih alami. Spot ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan tanpa gangguan.
5. Onsen lokal di luar resort memberi pengalaman lebih privat

Hakuba memiliki banyak onsen kecil yang tidak terhubung langsung dengan hotel besar. Onsen jenis ini biasanya digunakan warga lokal dan hanya dikenal oleh pengunjung yang menginap lebih lama. Jumlah pengunjung cenderung lebih sedikit, bahkan saat musim liburan. Fasilitasnya sederhana tetapi tetap terawat. Air panas alami membantu menghangatkan tubuh setelah aktivitas luar ruangan.
Lokasinya sering berada di jalan kecil atau area perumahan. Beberapa onsen tidak menyediakan penjelasan berbahasa Inggris, tetapi prosedur penggunaannya cukup mudah. Pengalaman berendam terasa lebih tenang tanpa suasana ramai. Harga tiket masuk juga relatif lebih terjangkau.
Hakuba tidak selalu identik dengan keramaian meskipun berada di puncak musim liburan. Dengan sedikit eksplorasi, wisata Jepang di kawasan ini bisa dinikmati dalam suasana yang lebih tenang dan beragam. Pilihan spot yang jarang masuk itinerary justru membuka pengalaman berbeda dari sekadar bermain ski, jadi apakah kamu semakin tertarik menjelajahi Hakuba?



















