Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Pesawat Mengudara Lebih Lama saat Mendekati Bandara?

Kenapa Pesawat Mengudara Lebih Lama saat Mendekati Bandara?
ilustrasi pesawat mengudara (pexels.com/Maxwell Pels)
Intinya Sih

  • Antrean pendaratan di bandara terpantau sibuk, pesawat harus menyesuaikan urutan dengan pesawat lain dan berkomunikasi intens dengan air traffic controller.

  • Kondisi cuaca ekstrem bisa menunda pendaratan, pilot menggunakan data weather radar untuk menentukan kapan aman menurunkan pesawat.

  • Penyesuaian jalur dan ketinggian pendaratan serta manuver pengurangan kecepatan penting untuk memastikan pendaratan aman dan nyaman bagi penumpang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pengalaman naik pesawat terkadang membingungkan, terutama ketika sudah terlihat bandara dari jendela, tapi pesawat masih berputar di udara. Fenomena ini ternyata bukan karena pilot lalai, melainkan bagian dari prosedur keselamatan yang kompleks. Banyak faktor yang menentukan kapan pesawat bisa turun, termasuk kondisi cuaca, jadwal pendaratan, dan kepadatan lalu lintas udara di sekitar bandara.

Durasi penerbangan yang terasa lebih lama saat mendekati bandara bisa jadi bikin penumpang penasaran atau sedikit gelisah. Padahal, tahap akhir penerbangan justru adalah fase yang paling kritis untuk memastikan pendaratan aman dan nyaman. Mengetahui alasannya bisa menambah wawasan sekaligus rasa tenang selama terbang, lho.

Kira-kira, kenapa pesawat mengudara lebih lama saat sudah mendekati bandara, ya? Yuk, simak beberapa faktor utama yang bikin pesawat mengudara lebih lama menjelang mendarat berikut ini!

1. Antrean pendaratan di bandara terpantau sibuk

ilustrasi pesawat mengudara
ilustrasi pesawat mengudara (pexels.com/Ramaz Bluashvili)

Bandara besar, seperti Tokyo Haneda atau Soekarno-Hatta, selalu punya jadwal pendaratan yang padat. Pesawat gak bisa langsung mendarat begitu memasuki area udara bandara, karena harus menyesuaikan urutan dengan pesawat lain. Sistem air traffic control memastikan jarak aman antar pesawat agar risiko tabrakan atau gangguan minimal.

Antrean pendaratan ini kadang membuat pesawat harus berputar atau menunggu di holding pattern. Pilot dan air traffic controller berkomunikasi secara intens untuk menentukan kapan giliran mendarat tepat. Meskipun terasa lama bagi penumpang, prosedur ini menjaga keselamatan semua yang ada di udara.

2. Kondisi cuaca yang mempengaruhi pendaratan

ilustrasi pesawat mengudara
ilustrasi pesawat mengudara (pexels.com/정규송 Nui MALAMA)

Cuaca ekstrem, seperti hujan deras, angin kencang, atau kabut tebal, bisa menunda proses pendaratan. Pesawat membutuhkan jarak pandang yang cukup dan kestabilan angin untuk menurunkan roda ke landasan dengan aman. Keputusan untuk menunggu di udara sering kali merupakan tindakan pencegahan untuk keselamatan.

Pilot menggunakan data weather radar dan instruksi control tower untuk menentukan kapan aman menurunkan pesawat. Kadang delay beberapa menit ini bisa membuat pesawat terlihat “mengudara lebih lama” dari yang diperkirakan. Menyadari faktor cuaca membuat pengalaman terbang lebih tenang dan memahami pentingnya prosedur keselamatan.

3. Penyesuaian jalur dan ketinggian pendaratan

ilustrasi pesawat mengudara
ilustrasi pesawat mengudara (pexels.com/Lucas Allmann)

Tidak semua landasan bisa ditempuh dari jalur lurus, karena kondisi medan, posisi angin, dan posisi pesawat lain di udara. Pilot kadang harus mengikuti jalur zig-zag atau menurunkan ketinggian secara bertahap. Pola ini terlihat seperti pesawat “berputar” di udara sebelum menyentuh landasan.

Penyesuaian jalur ini juga melibatkan koordinasi dengan sistem air traffic control. Tujuannya memastikan kecepatan, ketinggian, dan sudut pendaratan sesuai standar keamanan. Perubahan kecil dalam jalur dan ketinggian membantu pendaratan tetap mulus meski kondisi di bandara padat atau rumit.

4. Manuver untuk mengurangi kecepatan sebelum mendarat

ilustrasi pesawat mengudara
ilustrasi pesawat mengudara (pexels.com/William Lopez)

Pesawat gak bisa langsung turun dari ketinggian tinggi dengan kecepatan maksimum. Kecepatan harus dikurangi secara bertahap agar pendaratan lebih aman. Proses ini melibatkan manuver tertentu, seperti flaps deployment dan thrust adjustment, yang kadang terlihat seperti pesawat melayang lama di udara.

Manuver pengurangan kecepatan ini juga membuat pilot bisa menyesuaikan posisi pesawat dengan jalur landasan. Pendaratan yang terlalu cepat atau tiba-tiba berisiko menimbulkan guncangan keras atau kerusakan pada roda. Oleh karena itu, tahap ini adalah bagian penting dari prosedur akhir sebelum menyentuh landasan dengan aman.

5. Koordinasi dengan sistem keselamatan dan darurat

ilustrasi pilot
ilustrasi pilot (pexels.com/Leah Newhouse)

Bandara modern dilengkapi sistem keselamatan yang kompleks, termasuk sensor landasan, radar angin, dan koordinasi darurat. Pilot harus menyesuaikan kecepatan, jalur, dan ketinggian dengan instruksi real-time untuk menjaga jarak aman dari pesawat lain. Kadang, penundaan di udara adalah tindakan antisipatif terhadap potensi gangguan darurat.

Selain itu, beberapa bandara menerapkan protokol khusus saat banyak pesawat tiba secara bersamaan. Pilot dan air traffic controller harus memantau dan menyesuaikan semua variabel agar setiap pendaratan tetap aman. Langkah-langkah ini membuat proses terlihat lebih lama bagi penumpang, tapi sebenarnya adalah bagian dari keselamatan yang terencana.

Meski terlihat lama, fase akhir penerbangan adalah momen paling penting untuk memastikan semua penumpang sampai dengan selamat. Faktor antrean, cuaca, jalur, kecepatan, dan koordinasi keselamatan menjadi alasan pesawat mengudara lebih lama saat mendekati bandara. Memahami hal ini bisa menambah ketenangan sekaligus rasa kagum terhadap kompleksitas operasi penerbangan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sehingga sedikit delay selalu sepadan dengan keamanan maksimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More