Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
musim gugur di Korea Selatan (commons.wikimedia.org/Robert)
  • Seoul Forest dan Olympic Park menawarkan jalur foliage di Seoul, dengan ginkgo, pepohonan berubah warna, ruang terbuka luas, serta akses ke area Sungai Han atau situs sejarah.
  • Seoraksan di Sokcho dan Naejangsan di Jeongeup menghadirkan panorama pegunungan; Seoraksan memiliki cable car, sementara Naejangsan dikenal lewat hutan maple dan jalur menuju Naejangsa.
  • Haneul Park di Mapo-gu menonjolkan hamparan silver grass seluas sekitar 94 ribu meter persegi; pengunjung disarankan mengecek perkiraan foliage terbaru sebelum berkunjung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musim gugur di Korea Selatan identik dengan pohon ginkgo yang menguning dan daun maple yang berubah merah. Pemandangan seperti ini bisa ditemukan di banyak tempat, termasuk taman-taman di tengah kota. Kamu bahkan tidak perlu pergi jauh dari Seoul untuk berjalan di antara pepohonan yang mulai berganti warna.

Pilihan tempatnya pun tidak melulu taman kota dengan deretan pohon. Ada kawasan pegunungan yang lebih dulu berubah warna, taman dengan jalur pepohonan yang panjang, sampai bukit yang justru dipenuhi silver grass. Kalau sedang menyusun perjalanan ke Korea Selatan pada musim gugur, lima taman ini bisa kamu pertimbangkan.

1. Seoul Forest

Seoul Forest (commons.wikimedia.org/Enigma7seven)

Seoul Forest berada di Seongdong-gu, Seoul, tidak jauh dari Seongsu. Taman ini dibuka pada 2005 setelah sebelumnya digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari tempat berburu pada zaman kerajaan hingga lapangan pacuan kuda dan lapangan golf. Sekarang, areanya terbagi menjadi beberapa bagian, termasuk taman budaya, Eco Forest, dan kawasan yang mengarah ke Sungai Han. Saat daun mulai berubah, salah satu bagian yang paling enak didatangi adalah area dengan pepohonan ginkgo. Daunnya berubah kuning dan perlahan memenuhi jalan ketika mulai berguguran, sehingga tidak perlu mencari satu titik khusus untuk menikmati suasana musim gugur.

Seoul Forest sendiri masuk dalam daftar jalur foliage yang direkomendasikan Pemerintah Kota Seoul. Setelah puas berjalan di antara ginkgo, kamu masih bisa mampir ke Eco Forest atau melihat rusa di area tersebut. Ada pula jembatan yang mengarah ke kawasan Sungai Han kalau masih ingin menikmati taman dengan jalan kaki. Letaknya yang berdekatan dengan Seongsu juga cukup menguntungkan untuk one day trip. Kamu bisa makan atau mampir ke kafe di Seongsu setelah dari taman tanpa harus kembali ke kawasan lain di Seoul.

2. Taman Nasional Seoraksan

Taman Nasional Seoraksan (commons.wikimedia.org/Christophe95)

Kalau ingin melihat daun berubah warna di kawasan pegunungan, Seoraksan punya point of view yang berbeda dari taman-taman di Seoul. Taman nasional ini berada di Sokcho, Gangwon-do dan biasanya mulai memasuki musim gugur lebih awal daripada Seoul. Perubahan warna juga tidak terjadi sekaligus di seluruh kawasan karena kondisi perubahan warna daun dipengaruhi ketinggian. Bagian pegunungan yang lebih tinggi dapat berubah lebih dulu, kemudian warna bergerak ke wilayah yang lebih rendah seperti wilayah Seoul. Di antara pepohonan tersebut terdapat formasi batu granit dan puncak Daecheongbong yang mencapai 1.708 meter.

Tidak semua orang yang datang ke Seoraksan harus melakukan pendakian panjang. Untuk melihat kawasan Oeseorak dari atas, ada cable car menuju Gwongeumseong yang bisa memangkas waktu perjalanan. Dari stasiun atas, perjalanan masih dilanjutkan dengan berjalan kaki sebelum sampai ke area benteng Gwongeumseong. Jalur ini membuat kamu tetap bisa melihat hutan yang berubah warna tanpa harus menyediakan waktu seharian untuk mendaki. Kalau punya waktu lebih banyak, tentu ada jalur lain yang dapat dipilih untuk menjelajahi bagian Seoraksan yang berbeda.

3. Taman Nasional Naejangsan

Taman Nasional Naejangsan (commons.wikimedia.org/Tung Thanh Dang)

Naejangsan di Jeongeup, Jeollabuk-do sering dicari ketika musim gugur tiba karena hutannya didominasi pepohonan maple. Salah satu bagian yang paling dikenal adalah jalan menuju Naejangsa Temple. Pepohonan di sepanjang jalan tumbuh rapat dan membentuk kanopi di atas kepala, terutama ketika warna daunnya sudah mencapai puncak. Dari bawah, warna merah dan kuning tersebut membuat jalur menuju kuil terasa berbeda dibandingkan saat musim lainnya. Ada pula Uhwajeong Pavilion yang berdiri di dekat danau dan kerap menjadi tempat orang berhenti ketika berkeliling kawasan taman.

Lalu yang menarik, warna daun di Naejangsan tidak selalu berubah pada waktu yang sama. Beberapa jenis maple dapat berubah lebih dulu, sementara bagian lain masih menyisakan warna hijau. Karena itu, tanggal peak foliage cukup penting kalau tujuan utamanya memang ingin melihat Naejangsan dalam kondisi paling berwarna. Setelah melewati jalur maple, perjalanan bisa dilanjutkan ke Naejangsa Temple untuk melihat bangunan kuil di tengah kawasan pegunungan. Uhwajeong juga bisa dimasukkan dalam itinerary karena letaknya tidak jauh dari jalur yang biasa dilewati pengunjung.

4. Seoul Olympic Park

Seoul Olympic Park (commons.wikimedia.org/by nagyman)

Seoul Olympic Park berada di Songpa-gu dan sejak awal memang punya area terbuka yang luas. Taman ini dibangun untuk Olimpiade Seoul 1988 dan sampai sekarang masih menyimpan berbagai peninggalan dari kawasan tersebut. Ketika musim gugur datang, salah satu jalur yang dapat dicari adalah Wiryeseong-gil yang termasuk dalam daftar jalur foliage Seoul. Pepohonan di sekitar jalur membuat kamu bisa melihat perubahan warna sambil berjalan tanpa harus masuk ke kawasan pegunungan. World Peace Gate juga mudah dijadikan patokan kalau ingin menentukan titik awal berkeliling.

Jalan kaki di Olympic Park tidak berhenti di deretan pohon. Dari area tersebut, kamu dapat melanjutkan perjalanan melewati berbagai patung luar ruangan dan menuju Mongchontoseong. Benteng tanah peninggalan periode Baekje itu berada di dalam kawasan taman, jadi tidak perlu berpindah tempat untuk melihat sisi sejarahnya. Saat daun mulai berubah warna, area di sekitar benteng juga ikut berubah sehingga jalurnya terasa berbeda dibandingkan taman kota biasa. Luas kawasan Olympic Park membuat rutenya bisa disesuaikan dengan waktu yang tersedia.

5. Haneul Park

Haneul Park (commons.wikimedia.org/Republic of Korea)

Haneul Park punya warna musim gugur yang agak berbeda dari empat tempat sebelumnya. Taman ini berada di Mapo-gu dan merupakan bagian dari World Cup Park, tepat di atas kawasan yang dulu dikenal sebagai tempat pembuangan sampah Nanji-do. Setelah direklamasi, area tersebut diubah menjadi ruang hijau dan Haneul Park dibuka pada 2002. Letaknya berada di bagian tertinggi World Cup Park sehingga dari atas bukit kamu dapat melihat kawasan Seoul dan Sungai Han. Namun, yang paling banyak dicari ketika musim gugur bukanlah pohon maple atau ginkgo.

Hamparan silver grass justru memenuhi sebagian besar area terbuka Haneul Park. Luas koloni tanaman ini mencapai sekitar 94 ribu meter persegi dan termasuk yang terbesar di kawasan pusat Seoul. Saat sudah tumbuh tinggi, silver grass memenuhi sisi jalur pejalan kaki dan bergerak mengikuti angin. Kamu bisa datang sore hari sambil menunggu matahari terbenam dari atas bukit. Kalau masih ingin melihat pepohonan setelah dari sini, kawasan World Cup Park memiliki area lain yang bisa didatangi sebelum kembali ke pusat Seoul.

Kelima tempat tersebut berada di wilayah yang berbeda dan tidak semuanya perlu didatangi dalam satu perjalanan. Sebelum berangkat, ada baiknya mengecek perkiraan foliage terbaru untuk lokasi yang memang ingin kamu datangi. Dengan begitu, kamu tidak sekadar datang pada musim gugur, tetapi juga punya peluang lebih besar menemukan daun musim gugur dalam kondisi terbaiknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article