Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Jalur Gunung Api Dunia untuk Pencinta Petualangan, Pemandangannya Menakjubkan!
ilustrasi Monitor Ridge Trail (pexels.com/William Jacobs)
  • Enam jalur gunung api dunia menawarkan lanskap unik, dari kaldera, kawah, kubah riolit, aliran lava, hingga aktivitas hidrotermal yang memperlihatkan jejak proses vulkanik.
  • Cerro La Jara di New Mexico dan Kīlauea Iki di Hawai‘i menghadirkan trek relatif ramah, sementara Newberry di Oregon menyediakan rute panjang maupun jalur pendek menuju obsidian dan tabung lava.
  • Valley of Ten Thousand Smokes di Alaska, Monitor Ridge di Washington, serta Bumpass Hell di California menampilkan dampak letusan, kawah aktif, fumarol, lumpur mendidih, dan kebutuhan persiapan keselamatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jalur gunung api menawarkan pengalaman mendaki yang sedikit berbeda dari trek pegunungan pada umumnya. Selain menikmati pemandangan alam, mereka bisa melihat langsung jejak letusan, kawah, aliran lava, hingga bentang alam yang terbentuk dari aktivitas vulkanik selama ribuan tahun. Beberapa jalur bahkan membawa pendaki melewati kawasan yang terlihat seperti berada di planet lain.

Menariknya, tidak semua jalur gunung api harus ditaklukkan dengan pendakian ekstrem. Ada trek yang relatif santai dengan pemandangan kaldera, sementara jalur lainnya membutuhkan stamina dan persiapan lebih serius. Kalau menyukai petualangan sekaligus ingin melihat sisi lain dari kekuatan alam, enam jalur gunung api berikut bisa menjadi pilihan yang menarik.

1. Cerro La Jara Loop — Valles Caldera National Preserve, New Mexico

ilustrasi Cerro La Jara Loop (pexels.com/Santiago López)

Cerro La Jara Loop terasa seperti membawa pendaki masuk ke planet lain. Jalur ini mengelilingi sebuah kubah riolit di tengah Valles Caldera, kaldera raksasa yang terbentuk akibat letusan besar sekitar 1,2 juta tahun lalu. Ukurannya pun luar biasa dengan cekungan yang membentang sekitar 12 mil. Bahkan, kawasan ini pernah digunakan untuk membantu melatih astronaut Apollo karena memiliki kemiripan dengan lingkungan tandus di Bulan.

Meski sejarah geologinya sangat spektakuler, jalur ini justru relatif ramah untuk dinikmati. Cerro La Jara Loop memiliki panjang sekitar 1,5 mil dan melewati padang rumput serta kawasan tempat koloni prairie dog dapat ditemukan. Dari jalur tersebut, pendaki juga bisa menikmati pemandangan berbagai kubah vulkanik lain di sekitar kaldera.

2. Kīlauea Iki dan Crater Rim Trail — Hawai‘i Volcanoes National Park, Hawai‘i

Kīlauea Iki dan Crater Rim Trail (pexels.com/Tim & Martin Klement)

Bayangkan bisa berjalan di atas dasar danau lava yang pernah dipenuhi material cair bersuhu sangat tinggi. Pengalaman tersebut bisa ditemukan di Kīlauea Iki Trail, jalur sepanjang sekitar empat mil yang membawa pendaki melintasi dasar kawah. Kawasan ini menjadi saksi letusan dahsyat pada 1959 ketika lava menyembur hingga hampir 2.000 kaki ke udara.

Kini, permukaan yang sudah mendingin berubah menjadi hamparan batu hitam dengan retakan dan beberapa lubang uap yang mengingatkan bahwa aktivitas vulkanik belum benar-benar hilang. Jalur Kīlauea Iki juga dapat terhubung dengan Crater Rim Trail yang mengitari kaldera puncak Kīlauea.

Kawasan ini terkenal karena Kīlauea merupakan salah satu gunung api paling aktif di dunia, sehingga kondisi jalurnya dapat berubah dan beberapa bagian mungkin ditutup demi keselamatan.

3. Trails in the Valley of Ten Thousand Smokes — Katmai National Park, Alaska

ilustrasi Trails in the Valley of Ten Thousand Smokes (pexels.com/AG)

Valley of Ten Thousand Smokes menawarkan pemandangan yang terasa seperti dunia pasca-apokaliptik. Kawasan ini terbentuk setelah letusan Novarupta pada 1912, yang menjadi salah satu letusan gunung api terbesar dalam sejarah modern. Letusan tersebut menyelimuti wilayah sekitar dengan abu dan batu apung dalam jumlah luar biasa besar.

Nama "Valley of Ten Thousand Smokes" sendiri muncul karena banyaknya fumarol yang mengepulkan uap dari endapan vulkanik tersebut ketika kawasan ini pertama kali dieksplorasi. Kini, perjalanan menuju jalur pendakian di lembah tersebut sendiri sudah menjadi bagian dari petualangan.

4. Crater Rim Trail — Newberry National Volcanic Monument, Oregon

ilustrasi Newberry National Volcanic Monument (pexels.com/Stephen Leonardi)

Kalau ingin melihat berbagai bentuk lanskap vulkanik dalam satu kawasan, Crater Rim Trail di Newberry National Volcanic Monument bisa menjadi pilihan menarik. Jalur ini membentang sekitar 20 mil mengelilingi tepian kaldera Newberry Volcano, salah satu gunung api besar di kawasan Cascade yang secara geologis masih tergolong muda.

Letusan terakhirnya terjadi sekitar 1.300 tahun lalu dan menghasilkan berbagai fitur vulkanik, termasuk Big Obsidian Flow yang kini dapat dijelajahi pengunjung. Di dalam kalderanya juga terdapat Danau Paulina dan East Lake yang memberikan kontras cantik dengan lanskap vulkanik di sekitarnya.

Trek panjang tersebut tentu membutuhkan stamina, tetapi mereka tidak harus menyelesaikan seluruh rutenya untuk menikmati kawasan Newberry. Ada beberapa jalur yang lebih pendek untuk melihat fitur geologi tertentu, termasuk aliran obsidian dan tabung lava.

5. Monitor Ridge Trail — Mount St. Helens, Washington

ilustrasi Monitor Ridge Trail (pexels.com/Hayg Balis)

Monitor Ridge Trail menawarkan pengalaman yang lebih menantang bagi yang ingin melihat langsung dampak letusan gunung api besar. Jalur ini membawa pendaki mendaki sekitar 4.500 kaki dalam jarak kurang lebih lima mil menuju area puncak Mount St. Helens. Gunung ini terkenal karena letusan dahsyat pada 1980 yang mengubah lanskap di sekitarnya secara drastis.

Sepanjang perjalanan, pendaki akan melewati hamparan batu apung dan aliran lava sebelum mencapai bagian atas gunung. Dari sana, mereka bisa melihat langsung ke dalam kawah serta kubah lava yang terbentuk setelah letusan. Pemandangannya menjadi pengingat bahwa Mount St. Helens bukan sekadar peninggalan dari bencana masa lalu. Gunung ini masih tergolong aktif, sehingga petualangan di jalurnya membutuhkan persiapan.

6. Bumpass Hell Trail — Lassen Volcanic National Park, California

ilustrasi Lassen Volcanic National Park (pexels.com/Alex Moliski)

Tidak perlu menunggu melihat lava mengalir untuk merasakan bahwa sebuah gunung api masih memiliki energi besar. Bumpass Hell Trail di Lassen Volcanic National Park justru memperlihatkan aktivitas vulkanik melalui kolam lumpur mendidih, fumarol, dan tanah yang mengeluarkan uap. Lassen Peak sendiri terakhir kali meletus pada 1915, tetapi kawasan di sekitarnya masih memiliki aktivitas hidrotermal yang cukup kuat.

Pengalaman berjalan di Bumpass Hell juga melibatkan lebih dari sekadar pemandangan. Bau belerang yang khas, suara desisan uap, serta warna tanah yang berubah akibat aktivitas mineral membuat suasananya terasa unik dan sedikit menyeramkan. Jalurnya dilengkapi boardwalk di area tertentu agar pengunjung tetap berada di bagian yang aman.

Apa pun pilihannya, pengalaman menjelajahi lanskap vulkanik bisa memberikan perspektif baru tentang betapa kuatnya proses alam yang membentuk bumi selama jutaan tahun. Dari enam jalur gunung api tersebut, mana yang paling ingin kamu masukkan ke dalam bucket list petualangan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article