Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Fakta Cape Verde, Negara Kepulauan Eksotis yang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
ilustrasi Cape Verde (unsplash.com/Felix Brüning)

Jauh di tengah Samudra Atlantik, sekitar 500 kilometer dari pesisir Afrika Barat, terdapat sebuah negara kepulauan yang menawarkan perpaduan pantai eksotis, gunung berapi, budaya kreol, hingga musik yang mendunia. Namanya Cape Verde atau Cabo Verde.

Meski belum sepopuler Maladewa, Mauritius, atau Seychelles; Cape Verde perlahan mulai menarik perhatian wisatawan internasional berkat keindahan alamnya yang masih alami serta performa mengejutkannya di gelaran Piala Dunia 2026. Negara ini beribukota Praia di Pulau Santiago dan memiliki masyarakat yang ramah, cuaca hangat hampir sepanjang tahun, serta lanskap yang berbeda di setiap pulaunya.

Lantas, apa yang membuat Cape Verde begitu istimewa? Berikut tujuh fakta menarik tentang Cape Verde yang patut diketahui sebelum merencanakan perjalanan ke sana.

1. Terdiri dari 10 pulau dengan keindahan berbeda

ilustrasi salah satu pulau di Cape Verde (unsplash.com/Bruno Martins)

Cape Verde terdiri atas 10 pulau utama serta sejumlah pulau kecil yang terbentuk dari aktivitas vulkanik jutaan tahun lalu. Luas negara ini sekitar 4.033 kilometer persegi, yang mana lebih kecil dari Pulau Bali yang memiliki total luas sekitar 5.780 kilometer persegi. Menariknya, masing-masing pulau Cape Verde menawarkan pengalaman wisata yang berbeda.

Pulau Sal terkenal sebagai destinasi pantai dan olahraga air seperti selancar angin dan kitesurfing. Lalu, ada Boa Vista yang menawarkan hamparan bukit pasir luas dan pantai berpasir putih. Sedangkan Santo Antão menjadi surga bagi pencinta trekking berkat lembah hijau serta jalur pendakiannya. Bagi yang ingin menikmati suasana perkotaan sekaligus sejarah, Pulau Santiago menjadi pilihan tepat karena pusat pemerintahan sekaligus ibu kota Praia.

2. Memiliki gunung berapi aktif

ilustrasi trekking di Cape Verde (pexels.com/Diogo Miranda)

Berbeda dengan banyak negara kepulauan tropis lainnya, Cape Verde memiliki gunung berapi aktif bernama Pico do Fogo yang berada di Pulau Fogo. Dengan ketinggian sekitar 2.829 meter, gunung ini merupakan titik tertinggi di Cape Verde dan masih menunjukkan aktivitas vulkanik.

Meski demikian, kawasan di sekitarnya tetap menjadi destinasi favorit wisatawan. Pendaki dapat menikmati panorama kawah vulkanik yang dramatis, sementara masyarakat setempat memanfaatkan tanah vulkanik yang subur untuk membudidayakan berbagai tanaman.

3. Memiliki kota tua yang diakui UNESCO

ilustrasi suasana kota di Cape Verde (unsplash.com/Andreea Munteanu)

Cape Verde menyimpan sejarah panjang yang masih dapat disaksikan hingga sekarang melalui Cidade Velha, kota kolonial pertama yang dibangun masa Portugis di kawasan tropis. Berada di Pulau Santiago, kota ini pernah menjadi pusat perdagangan penting di Samudra Atlantik pada abad ke-15 hingga ke-16.

Karena nilai sejarahnya yang tinggi, UNESCO menetapkan Cidade Velha sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 2009. Saat berkunjung kemari, kamu dapat melihat benteng tua, gereja bersejarah, hingga jalan berbatu yang menjadi saksi perkembangan perdagangan lintas samudra pada masa lampau.

4. Rumah bagi musik morna yang mendunia

ilustrasi penduduk Cape Verde (unsplash.com/Belinda Fewings)

Budaya Cape Verde tidak bisa dilepaskan dari musik morna, genre musik tradisional yang dikenal dengan irama lembut serta lirik yang penuh emosi. Musik ini dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Cesária Évora, yang dijuluki Barefoot Diva. Namanya membawa musik Cape Verde dikenal hingga berbagai belahan dunia.

Pada tahun 2019, UNESCO memasukkan morna ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia karena dianggap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Cape Verde. Lagu-lagunya sering kali menceritakan tentang kerinduan, kesedihan, nostalgia, dan cinta akan tanah air. Biasanya, morna dimainkan menggunakan instrumen seperti gitar, cavaquinho, biola, klarinet, dan akordeon.

5. Pantainya menjadi habitat penyu laut

ilustrasi penyu laut (unsplash.com/Tanguy Sauvin)

Selain menawarkan panorama laut yang indah, sejumlah pantai di Cape Verde menjadi lokasi penting bagi penyu laut untuk bertelur. Pulau Boa Vista dan Sal termasuk kawasan konservasi bagi beberapa spesies penyu, termasuk loggerhead turtle yang setiap tahun datang ke pantai untuk berkembang biak.

Musim bertelur biasanya berlangsung antara bulan Juni hingga Oktober. Jika kamu datang saat bulan-bulan tersebut, dapat mengikuti program wisata konservasi yang dikelola secara bertanggung jawab sehingga tetap menjaga kelestarian satwa liar.

6. Salah satu negara paling stabil di Afrika

ilustrasi salah satu pantai di Cape Verde (pexels.com/Rob Mowe)

Meski memiliki wilayah kecil dan sumber daya alam yang terbatas, Cape Verde dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat stabilitas politik dan demokrasi terbaik di Afrika. Hal ini berkat komitmen kuat terhadap transisi kekuasaan secara damai, sistem pemilu multi-partai yang transparan, dan tidak adanya konfilk etnis internal.

Perekonomiannya banyak ditopang oleh sektor jasa dan pariwisata. Infrastruktur wisata yang terus berkembang membuat negara ini semakin diminati wisatawan dari Eropa. Kombinasi keamanan, keramahan masyarakat, serta kualitas pelayanan menjadi alasan mengapa Cape Verde sering dipilih sebagai destinasi liburan keluarga maupun pasangan.

7. Negara kecil yang mampu bersaing di panggung sepak bola

ilustrasi Cape Verde (unsplash.com/Secret Travel Guide)

Tidak hanya dikenal karena pantai dan lanskap vulkaniknya, Cape Verde juga mulai menjadi sorotan di dunia sepak bola. Tim nasional berjuluk Blue Sharks menunjukkan perkembangan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Negara ini baru pertama ikut dalam Piala Dunia 2026, namun berhasil lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up grup. Keberhasilannya ini pun banyak disebut sebagai salah satu kisah paling inspiratif dalam sepak bola modern. Terlepas dari hasil akhirnya, kiprah mereka di Piala Dunia 2026 telah membuat Cape Verde semakin dikenal. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai negara yang patut diperhitungkan dalam dunia sepak bola.

Cape Verde mungkin belum sepopuler destinasi wisata tropis lainnya. Namun, justru di situlah daya tariknya. Perpaduan pesona alam, budaya kreol yang kaya, dan semangat olahraga, menjadikan Cape Verde destinasi yang menyimpan lebih banyak kejutan daripada yang dibayangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article