Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alasan Kawagoe Bisa Jadi Secondary Destination Liburan di Jepang
Kawagoe (commons.wikimedia.org/At by At)
  • Kawagoe di Prefektur Saitama mudah dijadikan tujuan tambahan dari Tokyo, dengan waktu perjalanan sekitar 26–50 menit dari Ikebukuro, Shinjuku, Shibuya, atau Seibu Shinjuku.
  • Kota berjuluk Koedo ini mempertahankan nuansa Jepang lama melalui kawasan Kurazukuri, Osawa Residence yang dibangun 1792, serta menara lonceng Toki no Kane.
  • Kawagoe menawarkan sekitar 30 toko jajanan tradisional di Kashiya Yokocho, kuliner ubi jalar, matcha, unagi, serta situs seperti Hikawa Shrine, Kita-in Temple, dan Koedo Kurari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tokyo memang punya banyak tempat yang rasanya gak akan habis didatangi dalam sekali liburan. Namun, kalau kamu punya waktu lebih dan ingin melihat suasana Jepang yang berbeda tanpa harus pergi terlalu jauh dari Tokyo, coba lirik Kawagoe di Prefektur Saitama.

Kota ini dikenal sebagai Koedo atau “Little Edo” karena masih punya kawasan dengan bangunan bergaya Jepang lama yang cukup terawat. Nah, kenapa Kawagoe menarik dimasukkan sebagai secondary destination saat liburan ke Jepang? Yuk, cari tahu ulasannya di bawah ini.

1. Dari Tokyo bisa ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam

Kawagoe Limited Express (commons.wikimedia.org/MaedaAkihiko)

Kawagoe berada di Prefektur Saitama, sebelah utara Tokyo. Dari Ikebukuro, kamu bisa naik Tobu Tojo Line dan tiba di Kawagoe paling cepat sekitar 26 menit dengan Kawagoe Limited Express. Kalau berangkat dari Shinjuku, perjalanan dengan JR Saikyo Line sekitar 50 menit, sedangkan dari Shibuya sekitar 45 menit menggunakan Tokyo Metro Fukutoshin Line.

Pilihan keretanya juga cukup beragam sehingga kamu gak harus terpaku pada satu stasiun keberangkatan. Dari Seibu Shinjuku, misalnya, kamu bisa menuju Hon-Kawagoe dengan kereta Koedo dalam waktu sekitar 44 menit. Jarak dan pilihan akses seperti ini membuat Kawagoe lebih mudah diselipkan di antara agenda liburan yang berpusat di Tokyo.

2. Kawasan Kurazukuri masih mempertahankan bangunan zaman dulu

Kurazukuri (commons.wikimedia.org/At by At)

Salah satu bagian paling khas dari Kawagoe adalah Ichibangai atau kawasan Kurazukuri. Jalan ini dipenuhi bangunan bergaya gudang dengan dinding plester hitam, pintu kayu tebal, serta bentuk atap yang berbeda dari bangunan modern di pusat Tokyo. Bangunan seperti ini dulunya dibuat untuk menyimpan barang sekaligus mengurangi risiko kebakaran, sehingga bentuknya memang bukan sekadar dibuat untuk mempercantik jalan.

Salah satu bangunan tertua di kawasan tersebut adalah Osawa Residence yang dibangun pada 1792. Bangunan ini masih bertahan hingga sekarang dan telah ditetapkan sebagai properti budaya penting nasional Jepang. Di sekitar kawasan Kurazukuri juga terdapat Toki no Kane atau Bell of Time, menara lonceng yang menjadi salah satu penanda terkenal Kawagoe.

3. Kashiya Yokocho punya sekitar 30 toko jajanan tradisional

Kashiya Yokocho (commons.wikimedia.org/Wei-Te Wong)

Kalau sudah sampai Kawagoe, jangan hanya berkeliling di jalan utama karena ada kawasan khusus untuk berburu makanan manis. Kashiya Yokocho atau Candy Alley merupakan jalan berbatu yang dipenuhi sekitar 30 toko yang menjual permen, camilan, dan makanan manis bergaya tradisional Jepang. Beberapa produknya dibuat dengan tampilan dan rasa yang mengingatkan pada jajanan Jepang zaman dulu.

Menariknya, ada toko permen yang masih membuat produknya secara langsung di tempat. Salah satunya Tamariki Seika, toko permen yang sudah lama berdiri di kawasan tersebut dan memiliki area pembuatan yang dapat dilihat pengunjung melalui kaca. Jadi, selain membeli jajanan untuk dimakan selama jalan-jalan, kamu juga bisa melihat bagaimana permen tradisional itu dibuat.

4. Ubi jalar jadi salah satu bahan yang mudah ditemukan di Kawagoe

ilustrasi satsumaimo (commons.wikimedia.org/Bobak Ha'Eri)

Kawagoe punya kaitan yang cukup kuat dengan ubi jalar atau satsumaimo. Bahan ini dapat ditemukan dalam berbagai makanan yang dijual di kawasan wisata, mulai dari kue, makanan manis, sampai es krim. Produk berbahan ubi jalar juga cukup mudah ditemui ketika kamu berjalan dari satu toko ke toko lainnya.

Selain ubi jalar, Kawagoe juga punya produk matcha dan kuliner unagi atau belut yang sudah lama dikenal sebagai bagian dari makanan khas kota. Artinya, pilihan makanan di Kawagoe gak berhenti pada jajanan di Kashiya Yokocho. Setelah berburu camilan, kamu masih bisa mencari makanan berat atau minuman berbahan lokal untuk mengisi waktu makan siang.

5. Ada Kawagoe Hikawa Shrine dan Kita-in Temple

Hikawa Shrine (commons.wikimedia.org/wongwt)

Kawagoe juga punya sejumlah tempat ibadah dan situs bersejarah yang bisa didatangi setelah mengunjungi kawasan kota tua. Kawagoe Hikawa Shrine merupakan salah satu kuil yang terkenal di kota ini, sedangkan Kita-in Temple punya kaitan dengan sejarah Tokugawa dan menyimpan bagian bangunan yang berasal dari kompleks Kastel Edo. Dua tempat tersebut memberi gambaran berbeda tentang sejarah Kawagoe dibandingkan bangunan pertokoan di kawasan Kurazukuri.

Selain itu, ada Koedo Kurari yang memanfaatkan tiga bangunan bekas tempat pembuatan sake dari era Meiji. Kompleks ini sekarang berisi toko oleh-oleh, restoran yang menggunakan bahan makanan lokal, serta area untuk mencicipi sake dari sejumlah produsen di Saitama. Dengan pilihan tempat seperti ini, kunjungan ke Kawagoe gak hanya berputar di satu kawasan saja dan kamu punya beberapa tujuan yang bisa disusun dalam sekali one day trip.

Kalau selama ini bayangan liburanmu ke Jepang cuma Tokyo, Kyoto, atau Osaka; Kawagoe punya sisi lain yang menarik untuk dilihat. Kamu bisa menemukan berbagai hal menark dalam satu kota. Tinggal sesuaikan rutenya dengan waktu yang tersedia supaya kunjungan ke Kawagoe berkesan tanpa bikin itinerary berantakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article