Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Experiential Travel? Tren Liburan yang Lebih Bermakna

4 min read
Apa Itu Experiential Travel? Tren Liburan yang Lebih Bermakna
ilustrasi experiential travel (unsplash.com/Roméo A.)
  • Experiential travel menempatkan pengalaman langsung sebagai inti liburan, dengan wisatawan terlibat dalam budaya, kuliner, alam, sejarah, serta kehidupan masyarakat setempat.
  • Melalui interaksi dengan warga lokal, wisatawan dapat memahami kebiasaan dan nilai budaya, mencoba keterampilan baru, serta berpotensi mendukung usaha kecil, pelestarian budaya, dan lingkungan.
  • Aktivitasnya dapat disesuaikan dengan minat dan anggaran, seperti kelas memasak, membatik, lokakarya kerajinan, pengamatan satwa, hingga mengenal kehidupan petani di berbagai destinasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cara orang menikmati liburan terus berkembang seiring munculnya keinginan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih berkesan saat mengunjungi suatu tempat. Destinasi viral memang menarik untuk disambangi, tetapi traveling gak harus selalu diisi dengan berfoto di tempat ikonik, berburu oleh-oleh khas, atau berpindah dari satu objek wisata ke objek lainnya.

Ada banyak pengalaman lain yang bisa didapatkan ketika wisatawan . Perjalanan wisata semacam ini dikenal sebagai experiential travel, yakni gaya berwisata yang menempatkan pengalaman langsung sebagai poin utama dari liburan. Yuk, cari tahu sama-sama apa itu experiential travel.

  1. 1. Mengenal experiential travel dan ciri khasnya

    ilustrasi experiential travel
    ilustrasi experiential travel (pexels.com/Jeffry Surianto)

    Experiential travel ialah konsep perjalanan wisata yang menempatkan pengalaman langsung sebagai fokus utama dari kegiatan liburan. Wisatawan gak cuma datang ke objek terkenal, tetapi juga diajak terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan budaya, kuliner, alam, sejarah, atau kehidupan masyarakat di destinasi tujuan. Melalui pendekatan tersebut, sebuah perjalanan bisa memberikan pemahaman yang lebih luas karena pengalaman yang diperoleh tidak berhenti pada apa yang terlihat, tetapi juga mencakup cerita, proses, dan interaksi selama berada di suatu tempat.

    Ciri khas experiential travel dapat ditemukan pada aktivitas yang melibatkan partisipasi wisatawan, pengetahuan lokal, serta kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar. Kegiatan seperti belajar membuat kain tradisional bersama perajin, mengikuti tur kuliner yang dipandu warga setempat, atau menjelajahi kawasan alam bersama pemandu yang memahami ekosistemnya menjadi beberapa contoh yang sesuai dengan konsep ini. Pengalaman tersebut tidak harus mahal atau dirancang secara eksklusif karena kegiatan sederhana pun bisa terasa bermakna selama dilakukan dengan rasa ingin tahu, penghormatan terhadap budaya setempat, dan keterlibatan yang nyata.

  2. 2. Alasan experiential travel menarik bagi wisatawan

    ilustrasi experiential travel
    ilustrasi experiential travel (unsplash.com/Jean Vella)

    Pengalaman yang diperoleh melalui experiential travel dapat memberikan kesan berbeda dibandingkan perjalanan yang hanya berfokus pada kunjungan ke objek wisata populer. Ketika wisatawan mengikuti aktivitas bersama penduduk lokal, kesempatan untuk memahami kebiasaan, nilai budaya, hingga tantangan kehidupan sehari-hari bisa terbuka dengan lebih luas. Interaksi semacam ini juga memungkinkan wisatawan membawa pulang cerita yang lebih personal, misalnya pengalaman belajar memasak hidangan khas dari resep keluarga atau percakapan dengan perajin yang telah menekuni pekerjaannya selama bertahun-tahun.

    Konsep liburan ini juga dapat mendorong wisatawan mencoba hal baru dan keluar dari kebiasaan yang selama ini terasa nyaman. Kegiatan seperti mengikuti lokakarya kerajinan, mencoba jalur pendakian bersama pemandu lokal, atau mempelajari tradisi minum teh bisa memperkenalkan keterampilan dan sudut pandang yang sebelumnya belum dikenal. Apabila kegiatan tersebut diselenggarakan secara bertanggung jawab, manfaat perjalanan juga berpeluang dirasakan oleh masyarakat setempat melalui penggunaan jasa pemandu lokal, pembelian produk dari usaha kecil, serta dukungan terhadap pelestarian budaya dan lingkungan.

  3. 3. Contoh experiential travel yang bisa dicoba

    ilustrasi experiential travel
    ilustrasi experiential travel (unsplash.com/Ahmad Norouzi)

    Pilihan experiential travel dapat disesuaikan dengan minat, anggaran, kondisi fisik, dan karakter destinasi yang dikunjungi. Wisatawan yang menyukai kuliner bisa mengikuti kelas memasak atau mengunjungi produsen bahan pangan lokal, sedangkan pencinta alam dapat memilih kegiatan pengamatan satwa bersama pemandu yang memahami habitatnya. Bagi wisatawan yang tertarik pada kebudayaan, pengalaman seperti belajar membatik, mengikuti lokakarya kerajinan, atau mengenal tradisi masyarakat melalui kegiatan yang memang terbuka bagi pengunjung dapat menjadi alternatif untuk memahami sebuah daerah dengan cara yang lebih dekat.

    Sejumlah destinasi menawarkan pengalaman yang cocok untuk konsep perjalanan ini, mulai dari mempelajari kuliner regional di Italia, mengikuti upacara minum teh di Jepang, hingga mengenal tradisi tenun masyarakat di Peru melalui penyedia kegiatan yang dikelola secara bertanggung jawab. Pengalaman serupa juga bisa ditemukan di Maroko melalui lokakarya kerajinan dan kegiatan kuliner, serta di Kosta Rika lewat tur bersama pemandu lokal yang menjelaskan keanekaragaman hayati. Destinasi tersebut bukan satu-satunya pilihan karena pengalaman yang berkesan juga bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, misalnya melalui kegiatan membatik bersama perajin, belajar mengolah makanan khas daerah, atau mengenal kehidupan petani di kawasan pedesaan.

    Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menikmati waktu liburan dan menentukan pengalaman yang ingin dibawa pulang. Tren experiential travel bisa menjadi pilihan bagi kamu yang mulai merasa bosan dengan agenda wisata yang terlalu padat dan ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Dari sekian banyak gaya liburan yang ada, pengalaman seperti apa yang paling ingin kamu coba berikutnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More