Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Festival Salju Sapporo Gratis? Ini Penjelasannya

ilustrasi salju
ilustrasi salju (pexels.com/Samuel Kim)

Festival Salju Sapporo selalu jadi magnet wisatawan saat musim dingin tiba, tapi satu pertanyaan paling sering muncul di Google adalah: apakah Festival Salju Sapporo gratis untuk dihadiri? Kabar baiknya, kamu bisa menikmati deretan patung salju raksasa dan atmosfer festival ikonik ini tanpa harus membeli tiket masuk.

Meski begitu, ada beberapa biaya tambahan yang sering luput dari perhatian traveler. Supaya gak salah ekspektasi sebelum berangkat ke Jepang, penting buat kamu tahu gambaran lengkap soal gratis dan berbayarnya Festival Salju Sapporo sejak awal.

1. Masuk ke area festival salju sapporo memang gratis

ilustrasi ukiran salju
ilustrasi ukiran salju (pixabay.com/sharonang)

Yes, ini fakta paling penting. Festival Salju Sapporo terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya masuk. Kamu bisa bebas berjalan-jalan di area utama seperti Odori Park, Susukino, dan Tsudome tanpa perlu tiket.

Patung-patung salju dan es yang dipamerkan bisa kamu nikmati sepuasnya. Mulai dari replika bangunan terkenal dunia, karakter anime, sampai instalasi seni raksasa. Jadi, kalau tujuan kamu cuma ingin foto-foto dan menikmati atmosfer festival, kamu bisa datang tanpa keluar uang sepeser pun.

Hal ini jadi alasan kenapa festival ini selalu ramai, baik oleh warga lokal maupun wisatawan internasional.

2. Makanan dan minuman tetap bayar, tapi pilihannya banyak

ilustrasi kursi salju
ilustrasi kursi salju (pexels.com/정규송 Nui MALAMA)

Walaupun masuk festival gratis, makanan dan minuman tetap dikenakan biaya tambahan. Di sekitar area festival biasanya berjajar stand makanan yang menjual ramen hangat, jagung bakar, takoyaki, sampai minuman panas khas musim dingin Jepang.

Harganya bervariasi, tergantung jenis makanan dan lokasi stand. Tapi secara umum masih masuk akal untuk ukuran event besar. Tipsnya, kamu bisa makan dulu sebelum masuk area festival kalau ingin lebih hemat, lalu beli camilan ringan saja saat di dalam.

Buat kamu yang suka eksplorasi kuliner, justru ini jadi salah satu daya tarik utama Festival Salju Sapporo.

3. Suvenir dan atraksi khusus gak termasuk gratis

 kota Sapporo
ilustrasi kota Sapporo (pexels.com/Tony Wu)

Selain makanan, suvenir juga gak gratis. Banyak penjual yang menawarkan gantungan kunci, pernak-pernik khas Sapporo, hingga barang edisi khusus festival. Kalau kamu tipe yang suka oleh-oleh unik, siap-siap keluar budget tambahan ya.

Beberapa atraksi tertentu seperti perosotan es, area bermain anak, atau wahana khusus juga kadang berbayar, terutama di lokasi seperti Tsudome. Tapi tenang, atraksi ini opsional dan bukan bagian wajib dari festival. Kalau tujuan kamu hanya ingin menikmati patung salju dan suasana festival, kamu tetap bisa puas tanpa bayar apa pun.

4. Waktu terbaik datang agar liburan tetap hemat dan nyaman

ilustrasi kereta gantung
ilustrasi kereta gantung (pexels.com/Elton Zheng)

Festival Salju Sapporo biasanya berlangsung awal Februari dan berlangsung sekitar satu minggu. Datang di hari biasa atau pagi hari bisa jadi pilihan terbaik agar gak terlalu padat dan kamu bisa lebih leluasa foto-foto.

Selain itu, suhu di Sapporo saat festival bisa sangat dingin, jadi pastikan kamu sudah siap dengan pakaian musim dingin yang proper. Dengan persiapan matang, kamu bisa menikmati festival ini secara maksimal tanpa harus keluar biaya berlebihan. Intinya, Festival Salju Sapporo itu ramah untuk semua tipe traveler, termasuk backpacker yang ingin liburan hemat.

Jadi, menjawab pertanyaan apakah Festival Salju Sapporo gratis untuk dihadiri? Jawabannya adalah iya, gratis masuk ke area festival. Namun, kamu tetap perlu menyiapkan budget tambahan untuk makanan, suvenir, atau atraksi tertentu. Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa menikmati salah satu festival musim dingin terbaik di dunia tanpa bikin dompet kaget.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

6 Etika Mengambil Air di Sumber Air Pendakian, Jangan Ngasal!

01 Feb 2026, 15:45 WIBTravel