5 Alasan Trip ke Uzbekistan hingga Kyrgyzstan Layak Dicoba

- Mayoritas penduduknya muslim, nyaman untuk wisata religi
- Makanan halal melimpah, dari street food hingga restoran
- Kota-kota bersejarah, saksi kejayaan peradaban Islam
Uzbekistan, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan mungkin belum sepopuler negara Eropa Barat di kalangan wisatawan Indonesia. Namun justru di situlah letak daya tariknya. Tiga negara di Asia Tengah ini menawarkan perpaduan unik antara sejarah peradaban Islam, budaya nomaden, dan bentang alam dramatis yang masih relatif alami. Dari kota-kota legendaris di jalur sutra hingga padang rumput luas berlatar pegunungan bersalju, pengalaman traveling ke kawasan ini terasa autentik dan jauh dari kesan mainstream.
Menariknya lagi, trip ke tiga negara ini kini sjangat ramah untuk wisatawan Indonesia. Mulai dari kemudahan visa, ketersediaan makanan halal, hingga biaya perjalanan yang relatif lebih terjangkau dibanding destinasi populer lain. Ditambah lanskap alamnya yang kerap disebut mirip Swiss versi Asia Tengah, tak heran jika Uzbekistan, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan mulai dilirik sebagai destinasi impian baru. Berikut lima alasan kenapa trip ke tiga negara ini wajib masuk bucket list kamu.
1. Mayoritas penduduknya muslim, nyaman untuk wisata religi

Islam telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya di Asia Tengah sejak abad ke-8. Jejak kuat dalam sejarah, masyarakat, dan ruang publik di negara-negara seperti Uzbekistan, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan, menjadikan populasi muslim cukup besar dan praktik agama seperti shalat, bulan Ramadan, serta tradisi sufi masih tampak jelas dalam kehidupan sehari-hari. Wisatawan muslim akan merasa nyaman berkunjung karena mudah menemukan masjid, berbaur dengan budaya Islam setempat, serta mengikuti aktivitas keagamaan yang akrab dengan kehidupan publik di kota-kota seperti Samarkand dan Tashkent. Sehingga negara ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk wisata religi tanpa banyak kekhawatiran.
2. Makanan halal melimpah, dari street food hingga restoran

Sebagai bagian dari Asia Tengah yang mayoritas penduduknya muslim, bisa dibilang ketiga negara ini sebagai surga bagi pencinta kuliner halal. Hampir semua makanan tradisional di negara ini otomatis memenuhi standar halal, mulai dari jajanan kaki lima hingga hidangan yang disajikan di restoran-restoran lokal. Wisatawan pun tak perlu repot mencari label halal atau bertanya soal bahan makanan, karena penggunaan daging sapi dan domba halal sudah menjadi standar dalam keseharian masyarakat setempat.
Beberapa makanan khas yang paling mudah ditemui antara lain plov dengan nasi gurih dan daging berbumbu, lagman berupa mi tebal dengan kuah kaya rempah, manty yang mirip dimsum berisi daging, hingga shashlik berupa sate daging panggang yang juicy. Sekilas, cita rasanya mengingatkan pada kuliner Timur Tengah atau Turki, tapi tetap memiliki karakter unik Asia Tengah. Inilah yang membuat kuliner Asia Tengah terasa akrab, tapi tetap memberikan pengalaman rasa yang berbeda.
3. Kota-kota bersejarah, saksi kejayaan peradaban Islam

Kota-kota bersejarah di Asia Tengah seperti Samarkand, Bukhara, dan Khiva menjadi saksi nyata kejayaan perdaban Islam yang pernah berkembang pesat di jalur sutra. Deretan madrasah megah, masjid berarsitektur rumit, hingga tokoh-tokoh besar Islam, memperlihatkan bagaimana kawasan ini dulu menjadi pusat ilmu pengetahuan, perdagangan, dan budaya. Tak hanya menawarkan pesona visual yang memukau, kota-kota ini juga menyimpan kisah tentang pertemuan ulama, ilmuwan, dan pedagang dari berbagai penjuru dunia. Sehingga menjadikannya destinasi travel yang kaya sejarah sekaligus sarat nilai spiritual.
4. Pemandangan alamnya disebut Swissnya Asia Tengah

Meski tergolong negara kecil dan terkurung daratan, Kyrgyzstan menyimpan pesona alam luar biasa yang membuatnya dijuluki sebagai “Swissnya Asia Tengah.” Sekitar 80 persen wilayahnya didominasi Pegunungan Tian Shan atau Mountains of Heaven, dengan puncak bersalju, danau alpine, serta padang rumput luas yang memanjakan mata. Sementara itu, lembah dan cekungan yang membentang di wilayah lainnya menghadirkan lanskap hijau nan tenang, cocok untuk aktivitas outdoor seperti trekking dan wisata alam. Kombinasi pegunungan dramatis dan panorama alami inilah yang membuat Kyrgyzstan kerap dibandingkan dengan Swiss, sekaligus menjadi surga tersembunyi bagi pencinta alam.
5. Bebas visa dan visa on arrival untuk WNI, liburan jadi gampang

Kebijakan bebas visa Uzbekistan bagi WNI menjadi keuntungan besar bagi wisatawan Indonesia yang ingin menjelajahi Asia Tengah. Tidak perlu lagi mengurus visa, perjalanan menjadi lebih sederhana, hemat waktu, dan fleksibel, terutama bagi traveler yang gemar merencanakan liburan secara spontan. Dilansir laman Evisa Uzbekistan, warga Indonesia cukup pesan tiket, siapkan dokumen perjalanan, dan kamu sudah bisa menjelajahi Uzbekistan. Durasi tinggal biasanya diberikan jangka waktu 30 hari. Namun yang harus diperhatikan bagi WNI untuk selalu cek peraturan visa terbaru sebelum berangkat, karena kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu.
Uzbekistan, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan jelas bukan destinasi biasa. Ketiganya menawarkan liburan yang unik, autentik, dan berbeda dari tujuan wisata mainstream, sekaligus ramah bagi wisatawan Indonesia. Tak heran jika perjalanan ke Asia Tengah kini semakin layak masuk bucket list, terutama bagi kamu yang ingin menjelajah dunia sambil menikmati sejarah, alam, dan budaya dalam satu trip.
















