Apakah Nagoya Cocok bagi First Timer untuk Liburan ke Jepang?

Berada di jalur tengah Pulau Honshu, Nagoya makin sering dilirik sebagai pintu masuk Jepang bagi yang baru pertama bepergian ke negeri Sakura. Kota di Jepang ini menawarkan transportasi jelas, rute wisata mudah, dan kuliner khas yang bisa ditemui tanpa harus bepergian terlalu jauh. Suasananya lebih tenang daripada Tokyo, tapi fasilitasnya setara sehingga pendatang baru bisa menyesuaikan diri dengan cepat.
Semua kebutuhan dasar mulai hotel, stasiun, mal, pasar, hingga restoran terkumpul di area yang berdekatan. Cara menjelajahnya pun cukup aman karena informasi terpampang jelas dengan arah bahasa Inggris dan ikon besar. Nagoya tidak mengharuskan perhitungan rumit untuk menikmati Jepang pertama kali, kamu tinggal ikuti alurnya. Berikut hal yang perlu kamu pikirkan sebelum menjadikan Nagoya sebagai titik petualanganmu di Jepang.
1. Akses masuk dan transportasi yang simpel untuk first timer

Dari Bandara Chubu Centrair, kamu bisa langsung menuju Stasiun Nagoya memakai Meitetsu Limited Express sekitar 30 menit seharga kurang lebih 890 yen dan hanya perlu duduk sampai turun tanpa berpindah jalur. Alternatif yang lebih nyaman yaitu μ-SKY Limited Express dengan tarif sedikit lebih tinggi, tapi kursinya lebih lega untuk yang bawa koper besar. Turun di Stasiun Nagoya, kamu sudah berada di kawasan pusat kota yang terhubung ke JR, Shinkansen, dan subway.
Setelah masuk area kota, perpindahan terasa mudah karena semua jalur memiliki penanda warna yang jelas. Jalur Higashiyama (kuning) mengarah ke Sakae dan Motoyama, jalur Meijo (ungu) mengelilingi pusat kota, sedangkan jalur Tsurumai (biru) menghubungkan titik belanja dan permukiman. Subway One-Day Pass memudahkan kamu berhenti sebanyak apa pun di satu hari tanpa menambah biaya. Untuk rute yang belum dijangkau subway, jaringan bus kota terintegrasi dengan halte besar di depan stasiun, terutama arah pelabuhan dan museum kereta. Dengan struktur seperti ini, pendatang pertama tidak akan merasa tersesat selama mengikuti petunjuk dasar.
2. Pilihan tempat wisata yang jelas dan mudah dicapai

Nagoya Castle jadi titik aman untuk memulai eksplorasi. Dari Meijo Line, turun di Stasiun Shiyakusho lalu berjalan beberapa menit menuju area taman kastel yang tertata rapi. Di dalamnya masih berdiri Honmaru Palace dengan interior kayu emas yang dipugar ulang, memberikan gambaran kehidupan daimyo dahulu. Beberapa spot selfie berada di dekat menara penjaga dan parit sehingga ideal untuk kunjungan santai.
Atsuta Jingu hanya perlu beberapa pemberhentian dari pusat kota melalui Jalur Meijo. Kuil ini dinaungi pepohonan dan jalur batu yang memberi suasana hening tanpa perlu meninggalkan kota. Lanjutkan ke SCMAGLEV and Railway Park di area Kinjofuto, lokasi akhir jalur Aonami Line. Di sini terdapat model Shinkansen seri lama hingga prototipe Maglev, cocok untuk pecinta teknologi atau keluarga dengan anak. Jika ingin sesuatu yang lebih hidup, turun di Osu Kannon, telusuri pasar Osu Shopping Street, dan jelajahi toko fashion, arcade, toko karakter, hingga kios jajanan sepanjang lorongnya. Dari Nagoya pula kamu bisa melakukan perjalanan pendek ke Takayama, Gero, atau Shirakawa-go lewat bus atau kereta tanpa hitung-hitungan rute yang rumit.
3. Kuliner khas Nagoya yang tidak sulit dicari

Misokatsu jadi hidangan wajib dan tempat aman untuk mencicipinya adalah Yabaton. Porsi tonkatsu tebal diguyur saus miso merah pekat dengan rasa gurih manis. Bila kamu ingin memulai dari sesuatu yang lebih ringan, cobalah kishimen, mie pipih dengan kuah sederhana yang banyak tersedia di stasiun dan food court. Hitsumabushi dari Atsuta Horaiken menghadirkan belut panggang dengan cara makan bertahap yakni dimakan apa adanya, dengan bumbu tambahan, lalu ditutup kuah dashi.
Tebasaki yang terkenal di Sekai no Yamachan dan Furaibo menawarkan ayam goreng bumbu meresap dengan rasa pedas ringan yang bikin penasaran. Selain itu, Nagoya punya sarapan ala morning service yakni pesan kopi di kedai seperti Komeda’s Coffee dan kamu akan mendapat roti bakar serta telur tanpa biaya tambahan. Semua restoran menyediakan menu foto dan mesin tiket otomatis sehingga kamu hanya perlu menekan tombol sesuai selera. Kelebihan Nagoya yakni kamu bisa menemukan semua makanan khas ini di radius yang masih bisa ditempuh jalan kaki dari stasiun.
4. Belanja dan hiburan untuk semua anggaran

Area Sakae jadi jantung aktivitas dan mudah dicapai dari jalur Higashiyama. Oasis 21 terkenal dengan platform kaca Water Spaceship yang menarik untuk foto. Mitsukoshi dan Sunshine Sakae menyediakan pilihan fashion, barang branded, sampai pop culture. Bila kamu ingin suasana lebih lokal, masuk ke Osu Shopping Street yang memanjang hingga gang-gang kecil. Di sini kamu bisa menemukan barang second hand, kamera analog bekas, elektronik mini, serta aneka makanan ringan.
Untuk hiburan malam, Midland Square hanya berjarak beberapa langkah dari Stasiun Nagoya. Gedung ini memiliki bioskop modern dan Sky Promenade, dek observasi terbuka yang memungkinkan kamu melihat panorama lampu kota dari ketinggian. Semua titik belanja ini saling terhubung lewat subway dan jalan yang nyaman sehingga waktu tidak habis hanya untuk berpindah area. Kamu bisa menggabungkan belanja, makan, dan hiburan dalam satu itinerary.
5. Biaya yang relatif ramah dibanding kota besar lain

Pilihan penginapan tersebar di sekitar Stasiun Nagoya dan Sakae. Business hotel seperti Daiwa Roynet, APA, Toyoko Inn, Dormy Inn, hingga hotel kelas menengah sudah menyediakan Wi-Fi, sarapan buffet, dan laundry koin untuk tamu yang tinggal beberapa hari. Kamu tidak perlu pergi jauh demi menemukan tempat makan ekonomis, karena hampir semua mal memiliki food court yang menjual set menu hemat.
Nagoya juga memudahkan pergerakan lintas kota dengan harga yang tidak membuat kaget. Tiket kereta menuju Kyoto, Osaka, atau Tokyo tersedia sepanjang hari tanpa antrean panjang, jadi kamu bisa menambahkan rencana dadakan ketika sudah berada di sana. Posisi geografis membuat biaya perjalanan terasa seimbang sebab kamu tetap bisa melihat Jepang yang luas, tapi punya “base” nyaman untuk kembali sebelum pulang.
Nagoya menawarkan paket yang realistis bagi pendatang. Kamu bisa menjadikannya titik mula sebelum menjelajahi Jepang lebih jauh atau bahkan kembali lagi karena ritmenya pas untuk belajar mengenal Jepang tanpa terburu-buru. Jadi, apa Nagoya siap masuk ke rencana perjalanan pertamamu?


















