Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Nagoya Lebih Ramah Kantong Dibanding Tokyo dan Osaka?

Nagoya
Nagoya (commons.wikimedia.org/Base64)

Sebagai salah satu kota di Jepang yang berada di jalur utama Honshu, Nagoya sering hanya dijadikan kota transit. Padahal dari sisi biaya perjalanan kota ini justru lebih bersahabat untuk wisatawan. Letaknya strategis di antara Tokyo dan Osaka, tetapi tekanan biaya hidupnya tidak ikut melonjak seperti dua kota tersebut.

Banyak kebutuhan dasar perjalanan bisa dipenuhi tanpa harus keluar dari area pusat kota. Kondisi ini membuat perencanaan anggaran terasa lebih realistis sejak hari pertama tiba. Berikut penjelasan detail yang bisa menjadi gambaran sebelum menjadikan Nagoya sebagai tujuan perjalanan.

1. Akomodasi sekitar Nagoya Station memberi banyak opsi hemat

Nagoya Station
Nagoya Station (commons.wikimedia.org/Syced)

Area sekitar Nagoya Station menjadi titik menginap paling praktis karena terhubung langsung dengan kereta regional dan Shinkansen. Hotel bisnis seperti Meitetsu Inn atau APA Hotel di kawasan ini umumnya mematok tarif yang lebih rendah dibanding penginapan setara di Tokyo pusat. Kamar memang tidak luas, tetapi fasilitas dasar seperti kamar mandi privat, pemanas ruangan, dan meja kerja tersedia tanpa tambahan biaya.

Lokasi ini juga mengurangi ongkos transportasi karena banyak destinasi bisa dijangkau dengan sekali naik kereta. Wisatawan tidak perlu berpindah hotel demi mengejar area populer. Untuk perjalanan singkat, menginap dekat stasiun utama membantu menekan biaya sekaligus waktu. Dari sisi akses, pilihan ini tergolong efisien.

2. Transportasi umum Nagoya lebih mudah dipahami untuk pemula

Nagoya subway
Nagoya subway (commons.wikimedia.org/星空の川に)

Nagoya mengandalkan subway yang dikelola Nagoya Municipal Subway dengan enam jalur utama yang saling terhubung. Tarif sekali jalan rata-rata berada di kisaran 210–260 yen, tergantung jarak. Jalurnya tidak berlapis seperti Tokyo, sehingga navigasi terasa lebih sederhana bagi pengunjung pertama kali.

Stasiun penting seperti Sakae, Fushimi, dan Kanayama bisa diakses langsung tanpa banyak transit. Banyak objek wisata berada tidak jauh dari pintu keluar stasiun. Dengan pola perjalanan seperti ini, biaya transportasi harian lebih mudah dikendalikan. Waktu berpindah tempat juga tidak habis di dalam kereta.

3. Kuliner khas Nagoya mengenyangkan dengan harga rasional

Hitsumabushi
Hitsumabushi (commons.wikimedia.org/Kanesue)

Nagoya dikenal dengan miso katsu, tonkatsu yang disiram saus miso merah khas Aichi. Sausnya kental, gurih, dan dibuat dari fermentasi kedelai dengan rasa yang lebih pekat dibanding miso biasa. Satu porsi miso katsu set lengkap nasi dan sup bisa ditemukan di restoran lokal dengan harga yang masih masuk akal.

Selain itu ada hitsumabushi, olahan belut bakar yang disajikan dengan tiga cara makan berbeda. Meski berbahan belut, beberapa restoran menawarkan porsi kecil dengan harga lebih rendah tanpa mengurangi pengalaman. Banyak tempat makan berada di sekitar stasiun atau area perkantoran, sehingga tidak perlu masuk ke kawasan mahal. Pilihan makan sehari-hari pun tetap variatif.

4. Destinasi wisata Nagoya tidak menguras anggaran

Osu Shopping Street
Osu Shopping Street (commons.wikimedia.org/Gryffindor)

Nagoya Castle menjadi salah satu ikon kota yang bisa dikunjungi dengan tiket masuk yang relatif terjangkau. Area taman di sekitarnya luas dan bisa dinikmati tanpa biaya tambahan. Bagi yang ingin berjalan santai, kawasan Osu Shopping Street menawarkan kombinasi kuil, toko kecil, dan tempat makan lokal dalam satu area.

Banyak museum kota juga menetapkan harga masuk rendah atau gratis pada hari tertentu. Aktivitas wisata tidak selalu mengharuskan pembelian tiket mahal. Dengan perencanaan sederhana, satu hari penuh di Nagoya bisa diisi tanpa lonjakan biaya. Kota ini memberi ruang eksplorasi yang seimbang.

5. Tata kota Nagoya membantu mengontrol pengeluaran

Nagoya
Nagoya (commons.wikimedia.org/Akahito Yamabe)

Pusat kota Nagoya tidak menyebar terlalu luas, sehingga banyak lokasi bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Konsentrasi fasilitas publik berada di area yang sama, membuat perjalanan terasa ringkas. Minimnya perpindahan jauh membantu mengurangi pengeluaran kecil yang sering tidak terasa.

Situasi ini menguntungkan wisatawan yang ingin bergerak santai tanpa terburu-buru. Waktu perjalanan lebih singkat, tenaga lebih terjaga, dan pengeluaran tetap terkendali. Nagoya terasa cocok untuk pelancong yang ingin menikmati Jepang secara praktis. Kota ini tidak menuntut gaya perjalanan yang berlebihan.

Nagoya menunjukkan bahwa kota di Jepang bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan banyak anggaran sejak awal perjalanan. Dari akomodasi, transportasi, hingga makanan, semuanya tersedia dalam skala yang masuk akal dan mudah diakses. Kalau perjalanan bisa nyaman tanpa biaya membengkak, kenapa tidak mempertimbangkan Nagoya sebagai tujuan utama berikutnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

[QUIZ] Karakter Doraemon Ini akan Menentukan Destinasi Liburanmu!

11 Jan 2026, 07:10 WIBTravel