Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bali di Bulan Juni, Kamu Bisa ke Sini!
Potret Desa Penglipuran saat Galungan tiba (pexels.com/Luke Robin Way)

Bulan Juni selalu menjadi salah satu waktu terbaik untuk liburan ke Bali. Pada waktu tersebut, Pulau Dewata memasuki musim kemarau yang membuat langit berwarna biru cerah, cuacanya hangat, serta berangin. Wisatawan lokal maupun mancanegara bisa mengeksplorasi keindahan alam tanpa perlu khawatir terganggu hujan.

Selain itu, di Bali juga ada beberapa acara yang sarat dengan nilai-nilai tradisi dan budaya, seperti Hari Raya Galungan dan Kuningan, sehingga memberikan pengalaman unik bagi para wisatawan. Ditambah lagi dengan berdirinya penjor di berbagai ruas jalan dan tempat menambah kesan semarak dan cantik.

Bagi kamu yang sedang merencanakan liburan ke Bali, pasti penasaran mana saja tempat yang cocok dikunjungi, kan? Yuk, intip rekomendasi tempat terbaik di Bali yang wajib kamu kunjungi di bulan Juni berikut ini!

1. Berbagai kawasan di Bali sedang cantik

Bulan Juni 2026 ini, Bali sedang cantik-cantiknya. Hal ini karena ada dua perayaan besar, yakni Hari Raya Galungan yang jatuh pada 17 Juni dan Kuningan pada 27 Juni. Di sepanjang jalan, di depan pura, dan rumah warga terpasang penjor dengan warna-warni cantik.

Penjor-penjor tersebut dibuat dari bambu panjang yang dihiasi dengan janur, padi, umbi-umbian, dan hasil bumi lainnya. Hal ini menjadi simbol rasa syukur umat Hindu kepada Tuhan atas limpahan kemakmuran dan berkah hasil bumi. Terdapat pula penanda kemenangan kebaikan (dharma) melawan keburukan (adharma).

Ada beberapa titik tempat di Bali yang biasanya menyuguhkan penjor paling semarak. Salah satunya di wilayah Kerobokan. Bahkan, setiap tahunnya ada festival penjor yang memajang puluhan penjor megah hasil kreasi dari setiap banjar. Tak hanya itu, kamu juga bisa mengunjungi Desa Adat Kesiman di Denpasar, Desa Adat Kapal dan Desa Adat Sembung di Badung, serta Desa Adat Penglipuran di Bangli.

2. Pura Tanah Lot, Tabanan

Potret suasana Galungan di Pura Tanah Lot, Tabanan (pixabay.com/ignartonosbg)

Selanjutnya, kamu wajib mengunjungi Pura Tanah Lot di Tabanan. Memasuki musim kemarau, suasana di Tanah Lot selalu cerah sepanjang hari. Sebaiknya, kamu datang ke sini menjelang sore hari atau saat matahari hampir terbenam. Semburat jingga akan berpadu dengan angin pantai dan deburan ombak yang membawa ketenangan.

Kamu juga bisa berjalan atau menyeberang ke pura yang ada di tepi pantai ini. Namun, usahakan saat air masih surut, ya! Sebab, kalau pasang kamu akan kesusahan berjalan ke sana. Di dalam pura tersebut ada sumber mata air suci dan ular suci yang bisa dipegang. Tetap patuhi peraturan yang berlaku dan jaga kesopanan saat memasuki pura, ya.

3. Pura Besakih, Karangasem

Potret suasana di Pura Besakih saat ada perayaan keagamaan (IDN Times/Yuko Utami)

Pura Besakih merupakan pura terbesar di Bali yang dijuluki sebagai "Mother Temple of Bali." Terletak di lereng Gunung Agung atau tepatnya di Kabupaten Karangasem, pura ini menjadi pusat persembahyangan umat Hindu. Saat hari-hari besar, seperti Galungan dan Kuningan, ribuan umat Hindu memadatinya.

Karena di bulan Juni ini ada peringatan dua hari raya, maka suasana di kompleks Pura Besakih terlihat sangat semarak. Kain-kain wastra suci berwarna kuning, putih, dan hitam, serta umbul-umbul keagamaan dipasang di setiap sudut tempatnya. Ribuan gebogan dan sesajen juga ditata dapi dan bau dupa menciptakan aroma yang khas.

Jika hendak ke sini, sebaiknya hindari tanggal perayaan Galungan dan Kuningan, yakni 17 dan 27 Juni, karena sebagian besar tempat digunakan untuk sembahyang. Selain tanggal tersebut, kamu bisa masuk ke sana dengan tetap memerhatikan aturan yang berlaku.

4. Pura Ulun Danu Beratan, Tabanan

Potret Pura Ulun Danu Beratan di Bali (unsplash.com/sebaspenalambarri)

Bergeser ke kawasan dataran tinggi Bedugul, Pura Ulun Danu Beratan menawarkan lanskap yang begitu magis dan udara yang sejuk. Pura yang didedikasikan untuk tempat pemujaan Dewi Danu (dewi kesuburan, air, dan danau) ini berdiri anggun di tepi Danau Beratan.

Selama bulan Juni, beberapa penjor terlihat menghiasi gerbang masuk dan sekeliling pura. Kain-kain wastra suci berwarna kuning dan putih berpadu sempurna dengan aneka bunga warna-warni yang mekar subur di taman sekitarnya. Umat Hindu juga akan memadati kawasan ini untuk sembahyang dan menghaturkan rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi.

Bagi wisatawan, melihat perayaan Galungan dan Kuningan di Pura Ulun Danu Beratan memberikan pengalaman yang berbeda. Kamu juga bisa menikmati pemandangan danau yang magis dengan menyewa perahu.

5. Desa Penglipuran, Bangli

Potret Desa Penglipuran, Bangli (pexels.com/Luke Robin Way)

Pernah dinobatkan sebagai salah satu desa terbersih di dunia, Desa Penglipuran ini wajib dikujungi pada bulan Juni. Wisatawan bisa menyaksikan rumah-rumah tradisional Bali berdiri dengan sangat anggun di sini. Setiap rumah dilengkapi dengan gerbang kecil sebagai pintu masuk utamanya.

Biasanya saat Hari Raya Galungan dan Kuningan, masyarakat akan bergotong royong membuat dan memasang penjor di sepanjang jalan desa menuju pura. Namun, pada bulan Juni 2026 ini, hal tersebut tidak dilakukan karena ada warga yang meninggal dunia. Hal ini disampaikan melalui akun Instagram resmi Desa Penglipuran, yakni @penglipuranofficial, pada Minggu (14/6/2026).

Meski demikian, wisatawan tetap bisa mengunjungi Desa Penglipuran dan melakukan banyak aktivitas seru di sana, seperti menginap di guest house, ikut cooking class, mejelajahi hutan bambu, mencicipi beragam sajian tradisional di restorannnya, dan masih banyak lagi yang lainnya.

6. Pura Uluwatu, Badung

Pertunjukan Tari Kecak di Pura Uluwatu, Bali (unsplash.com/Mauro-Fabio Cilurzo)

Jika berada di wilayah selatan, kamu wajib mengunjungi Pura Luhur Uluwatu di wilayah Kuta Selatan, Badung. Pura ini berdiri dengan sangat gagah di atas tebing batu karang terjal dan menghadap langsung ke Samudra Hindia.

Saat Galungan dan Kuningan tiba, jalur setapak di sepanjang tebing biasanya dipadati iring-iringan umat Hindu yang membawa sesajen menuju ke pura. Kamu bisa menyaksikan momen ini dari kejauhan, agar tidak mengganggu prosesi sembahyang.

Pada sore harinya, kamu bisa menyaksikan pertunjukan Tari Kecak di panggung teater dengan pemandangan laut lepas. Suasana makin terlihat magis dan cantik saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat. Pengalaman ini tentu tak akan bisa didapatkan di tempat lain.

7. Ubud, Gianyar

Barisan perempuan Bali membawa gebogan untuk perayaan Galungan (pexels.com/Gede Ary)

Terakhir, Ubud juga tak boleh terlewat untuk dikunjungi pada Juni 2026 ini. Selain udara sejuk, kamu dapat menikmati pemandangan langit yang cerah sepanjang hari di sini. Kamu bisa menginap di vila dekat sawah atau hutan jika ingin menjauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Perayaan Galungan dan Kuningan di Ubud tak kalah meriah dari tempat-tempat lain di Bali. Penjor-penjor berdiri dengan sangat cantik dan menghiasi sepanjang jalan utama Ubud hingga ke pelosok banjar. Saat hari-H perayaan, kamu bisa menyaksikan parade wanita Bali berjalan menuju pura sembari membawa gebogan di atas kepala.

Tradisi lain yang bisa disaksikan di Ubud adalah Ngelawang. Anak-anak atau warga setempat mengarak barong berkeliling kampung atau banjar dengan diiringi musik gamelan. Tradisi ini diyakini akan membawa keberkahan dan menetralisir energi negatif yang ada di sana.

Itulah pesona Bali di bulan Juni yang dapat kamu rasakan langsung dengan mengunjunginya. Perlu dipahami, selalu patuhi peraturan yang berlaku di mana pun berada, ya. Jika kamu berniat mengunjungi pura-pura di atas, pastikan kenakan pakaian yang sopan dan tertutup, serta tidak sedang haid bagi wanita.

Nah, dari beberapa tempat di atas, mana yang paling menarik perhatianmu? Bagikan pendapatmu di kolom komentar, ya!

Editorial Team

Related Article